
" untuk kenangan dan kalau udah dewasa kita ketemu lagi dan ingat kejadian ini. Itukan yang kau ingin bilang." ucap Yoga. Aulidia mengangguk, Yoga berdiri dan langsung memeluk Aulidia, dan membalas pelukan Yoga.
" jreng...jreng...jrengg... Waktu pelukan habis." ucap Aulia.
Aulidia yang baru sadar kalau mereka tidaklah sendiri segera melepaskan pelukannya dan mendorong pelan tubuh Yoga.
" maaf maaf kelepasan." ucap Yoga kembali duduk.
" yeah ternyata kalian temenan waktu kecil." tanya Aulia.
" hmm...kita cuma sehari dan cuma hari itu doang ketemu." ucap Aulidia.
" cerita sekarang juga..." ucap Aulia.
Aulidia menatap Yoga meminta persetujuan. Yoga mengangguk membuat Aulidia bersiap untuk bercerita.
Flashback on.
Aulidia sedang berjalan sendirian di pantai losar, bermain pasir sendiri. Saat bermain Aulidia mendengar tangisan anak kecil membuat Aulidia datang menghampirinya.
" hey kamu kenapa." tanya Aulidia.
" aku nggak tau pulang. Nenek nggak ada tadi aku pergi di sini sama nenek." ucap Yoga.
" nanti juga pasti ada. Kita main dulu yuk, buat istana pasir aku juga sendiri." ucap Aulidia tersenyum, awalnya Yoga nolak tapi setelah melihat senyuman Aulidia dia pun setuju.
Aulidia dan Yoga bermain pasir cukup lama. Saat ada yang memanggil nama Yoga dia menoleh dan langsung berlari memeluk neneknya.
" cucu nenek. Maaf tadi nenek lupa kalau ajak kamu sayang." ucap Nenek Yoga.
__ADS_1
" nggak apa nek..lagian aku ada temen." ucap Yoga menunjuk Aulidia.
" makasih ya nak udah di temenin cucu nenek." ucap nenek.
" iya nenek." ucap Aulidia tersenyum.
" ya udah kita mau pulang, kamu sendiri nak." tanya Nenek.
" iya nek rumah aku ada di deket sini kok." ucap Aulidia.
" owh kamu pemberani sekali nak." puji nenek tersenyum. " oh iya Nak kita pulang sekarang yah papa sama mama pasti nunggu." ucap Nenek pada Yoga.
" hmm mau main." ucap Yoga.
" ini udah sore sayang." bujuk nenek.
" udah pulang aja nanti kamu di tunggu sama mama papa kamu." ucap Aulidia.
" ya udah nenek foto kalian dulu yah kan pasti nggak ketemu lagi kalau pun ketemu mungkin lama karena besok Kita pulang ke Surabaya." ucap nenek.
" oke nenek." Yoga langsung merangkul Aulidia dan berfoto bersama.
" nih fotonya satu buat kamu, satu buat cucu nenek." ucap nenek. " di kibas-kibas dulu yah." ucap nenek.
" iya nenek makasih." ucap Aulidia. " hmm aku kasih kalung ini aja deh supaya nanti kalau kita ketemu kalau udah gede, tunjukin kalung ini aja pasti langsung kenal." ucap Aulidia memberikan sebuah kalung.
" iya makasih." Yoga tersenyum. " Ayo nenek kita pulang. Dadadah aku pulang dulu." ucap Yoga.
" iya dadada." ucap Aulidia tersenyum dan melambaikan tangannya.
__ADS_1
Flashback off.
" jadi jadi jadi kalian udah kenal waktu kecil di pantai lagi. Owhh cocwit." ucap Cici.
Wajah Aulidia memerah dan Yoga menyinggungkan senyumannya yang membuatnya menjadi lebih tampan.
" omoo padahal kalian selama ini sering ribut dikit...ternyata...oh nooo." ucap Mita.
" yeah Jodoh kagak di mana kalau udah waktunya pasti ketemu." ucap Citra.
" Acieee..." goda Aulia, Cici, Citra dan Mita.
Wajah Aulidia tambah merah malu dia terus menunduk. Beda dengan Yoga wajahnya tanpa ekspresi.
" aku nyesel nggak tahu nama kamu, dan nggak kenalan dulu sama kamu." ucap Yoga membuat Aulidia tersenyum dan masih setiap dengan memandang mejanya.
" asyikkk aku dan kamu. Biasanya loe gua." ucap Cici heboh.
" hahaha kayaknya nggak lama lagi bakalan ada makan-makan nih." ucap Mita.
" udah...ehh tadi aku bilang apa kalian bilang kek gitu. Habis gigi kalian." ucap Aulidia dengan wajah masih agak memerah.
" hehehe malu-malu meong." ucap Cici.
" udah-udah lanjut besok ceritanya kalau mau. Mau balik kerja bay ayo Citra. aku kerja dulu suamiku assalamualikum." ucap Aulia langsung pergi.
" waalaikumsalam." ucap mereka.
" ada yang kelupaan." ucap Aulia balik lagi ke sana padahal udah sampai di pintu keluar.
__ADS_1
" apaan. Lupa cium yah." ucap Aldi tersenyum.
" lupa kembaran aku lah." ucap Aulia langsung menarik tangan Aulidia baru selangkah Aulia kembali lagi dan cupp mencium pipi Aldi.