
Di rumah aldi....
Selama aldi di rumah sakit lidia tinggal di tempat aldi. Setelah makan malam tanpa mempedulikan si kembar, ibu, dan keluarganya yang lain lidia langsung ke kamar aldi dan aulia. Sikembar pun juga hanya sering di temani ibu ana tidur.
Dua hari kemudian....
" pak aldi hari ini sudah boleh pulang, tapi ingat jangan terlalu merasa lelah, istirahatlah dulu pak." kata dokter
" iya dokter makasih."
" ya sudah kalau begitu saya tinggal dulu."
" baiklah dokter. sekali lagi terimakasih." ucap aldi melihat kepergian dokter.
" papa,kak reza apa intan belum datang juga." tanya aldi. selama dia dirumah sakit reza dan papa kifli lah yang sering kali menemaninya.
" dia nggak ada nak. mungkin di rumah nemenin si kembar." ucap papa kifli.
" alhamdulillah kalau dia masih ingin pulang....." ucap aldi tersenyum.
kenapa aku ngerasa jauh yah sama intan...rasanya dia sedang merindukanku...rasanya dia sedang ketakutan. aku ngerasa kalau dia jauh....apaan sih yang ku pikir intan itu nggak apa apa. batin aldi.
di sisi lain....
sudah 7 hari aulia di culik. Aulia terus kepikiran keluarganya ingin bertanya pada aulidia tapi yang di dapat hanya tamparan dan amarah selama 3 hari.
" hay kak. kita mau apakan si gadis lemah itu. aldi sudah pulang kerumahnya, semua orang di rumah sekarang membencinya. sekarang tahap akhirkan." kata aulidia tersenyum sinis.
__ADS_1
" kita akan bawa dia ke tengah laut karena dia tidak bisa berenang. lalu membuangnya, orang-orang akan mengira kalau itu tindakan bunuh diri karena perlakuan keluarganya." jawab siska.
" papa dan mama juga akan pulang ke sini dan melihat bagaimana kita akan menghancurkan keluarga itu." kata claudia.
" hmm mereka pantas untuk mendapatkannya karena telah berani melawan keluarga kita." ucap lina.
mereka semua tertawa penuh kemenangan rasanya puas melihat mereka hancur dengan menggunakan anggota keluarganya sendiri.
malam hari tiba....
aulia di bawa ke sebuah laut.
" dengar ya aulia, loe akan mati di tempat ini. hahaha kasian sih loe." ucap claudia penuh kemenangan.
" lihat tempatnya bagus kan. loe akan mati kedinginan." ucap lina.
" iya nggak sabar melihat esok hari di mana keluarga anggara hancur." tambah papa mereka bernama Roni.
" baik mama papa sekarang dia akan ku lempar." kata aulidia.
" tunggu..."
" aku cuma mau bilang aulidia bagaimana pun kau. kau tetap saudaraku. aku yakin akan ada seribu kata maaf yang kau lontarkan suatu saat. aku siap jika kau ingin membuangku di laut ini." ucap aulia.
" hmm baiklah." aulidia langsung mendorong tubuh aulia dan masuk kelaut. Dengan tangan dan kaki masih terikat. aulia di lempar ke laut di malam hari.
5 menit
__ADS_1
6 menit
7 menit
10 menit...
tak ada lagi pergerakan di bawa laut mereka pergi. dengan gembira menanti hari esok.
" hahaha keluarga mereka esok hari akan hancur...." teriak Roni.
" hari ini kita pesta."
sesampai di rumah mereka pesta. bahkan sampai menjelang subuh mereka pesta merayakan kemenangannya.
pagi menjelang siang...
" kenapa belum ada kabar...apa mayatnya si payah itu nggak di temukan." kata claudia.
" iya apa kita ke pantai aja cukup hanya melihat kondisi di sana."
" iya sebaiknya kita kesana. apa ada tanda-tanda."
mereka kepantai dan melihat sebuah kerumunan di sana. satu keluarga yang mekihat kerumunan itu tersenyum mereka berfikir aulia sudah di temukan dalam keadaan meninggal.
mereka mendekati kerumunan itu dan melihat beberapa polisi sedang mengamankan tempat itu dan juga aldi yang tengah sedih, gelisah hampir menangis
" hahaha ayo kita dekati." ajak Lilis.
__ADS_1
mereka menerobos kerumunan itu dan berusaha menyembunyikan senyuman kemenangannya.