
" apa yang kau lakukan disini. Kau baru saja sadar dan sudah membuat ke gaduhan." tanya aldi yang agak kesal tapi juga senang atas perbuatan aulia.
Aulia hanya tersenyum melihat aldi dan langsung mencium bibir aldi sekilas.
" aku mencintaimu....jadi berhentilah berceloteh." kata aulia kembali memandang wajah aldi.
Aldi tersenyum karena melihat keadaan aulia bagaimana pun dia tetap saja sama. Aldi langsung memeluk aulia erat begitu juga dengan aulia. Semua orang tersenyum melihat dua sejoli yang sedang dilanda cinta.
Sumpah...intan aku bingung mau ngapain kamu. Mau seneng karena kamu sudah sadar. Atau mau marah karena baru sadar sudah buat orang cemas ketakutan. Huh kau selalu tau cara membuat semuanya luntur apalagi baru kali ini kamu cium aku di tempat umum kayak gini. makasih intan aku dan kamu selamanya. Karena itulah takdir. Batin aldi yang masih memeluk aulia dibawah derainya hujan.
Reza mendekati mereka.
" lia kamu nggak apa apakan." kata reza duduk didepan aulia disamping aldi.
Saat itu juga aldi melepaskan pelukannya.
" nggak apa apa kak."
Reza memeluk aulia begitu juga aulia memeluk reza.
" bagaimanapun juga kamu tetap adik kakak dan tidak akan ada yang bisa misahin kita."
" iya kak tentu."
Melihat itu teman-teman aulia juga ikut dalam buaian hujan dan langsung memeluk aulia.
" aulia loe jangan pernah berfikir kalau kita bakalan tinggalin loe karena hal kemarin kita adalah sabahat oke." kata laura.
" iya aulia kita akan selalu bersama suka duka karena kita bukan lagi sahabat tapi saudara tak sedarah." kata mita.
" betul dan saudara adalah saudara tidak akan ada yang bisa misahin rasa persaudaraan itu dan kalau kita berpisah itu adalah takdir yang hanya akan memisahkan jiwa kita tapi tidak dengan rasa cinta persaudaraan kita ." kata cici.
Aulia, dan yang lainnya terbengong mendengar penuturan cici.
" kenapa liatin gua." kata cici melirik semua orang di sekitarnya.
" tumben loe pintar." mita
" nggak telmi." laura
" biasanya juga oon." reza
" lalod juga." aris
" ternyata bisa berkata-kata." yoga
" sisi on nya muncul." beni
" gue pikir off terus." citra
__ADS_1
" ternyata ada pintarnya." bulan
" hebat ternyata cewek gua." doni.
Sementara aulia dan aldi hanya tersenyum.
" ikh kok bilangin gua gitu sih ganti-ganti lagi.....ikh...cuma aulia dan aldi doang yang nggak bilangin gua." kata cici cemberut.
" eehh.... Cowok lo aja ngatain loe ya bilang hebat sih tapi perkataannya ngehina." kata laura membuat semuanya terkekeh kecuali aulia dia nggak tega lihat teman telminya di hina.
" ikh...liat tuh aulia mereka ngatain gua." manja cici pada aulia.
" dih kok loe gadu sih bisa kena tabok kita manja banget lagi caranya ngadu."
" biarin... Wleek๐๐"
"tenang nak biar nanti ibu tabok plus jewer plus tendang mereka semua kalau udah pulih." kata aulia membela cici.
" aa yes rasain kalian, ibu gua tuh." semua orang terkekeh dibawah hujan yang mulai reda.
apa aku pantas menjadi kakakmu aku begitu jahat maafin aku ya lia batin ervin. dia tidak ikut bergabung dengan aulia.
Setelah hujan reda mereka semua kembali ke ruangan tempat aulia dirawat sebelumnya.
Mereka kemudian berkumpul kembali diruangan itu.
Aulia yang biasanya cerewet banyak tingkah, kini hanya banyak diam.
" nggak apa apa mita..."
" kenapa loe dari tadi diem biasanya loe juga yang paling cerewet." aulia hanya tersenyum menanggapi perkataan mita.
Huftttt mita menghela nafas.
Aulia tiba-tiba teringat sesuatu tentang mimpinya ia bertemu mama rina dan adik aldi salsabilla.
" aldi..." panggil aulia. Aldi yang sedang bersama aris dan yang lainnya menoleh dan berjalan ke aulia.
" iya ada apa sayang, kamu mau sesuatu." tanya aldi.
Aulia terdiam lalu menghela nafasnya. Dan menoleh ke arah papa kifli.
" emm.... Boleh nggak m..... Kita ke bandung." kata aulia yang membuat aldi nyeritkan dahinya.
" boleh. Tapi mau ngapain."
" mau....."
" mau ngapain udah ngomong aja." kata aldi sambil mencubit pipi aulia.
__ADS_1
"aww...sakit...mau ....siarah ke makam mama rina sama salsabila boleh nggak, boleh nggak pa,?." tanya aulia pada aldi dan papa kifli
Aldi dan papa kifli terkejut, lalu tersenyum.
" boleh.tapi kenapa" jawab aldi dan papa kifli bersamaan.
" nggak apa apa sih kangen aja."
" oh ya udah kita akan kesana."
" boleh good job. Jadi kita ke bandung besok kan 2 hari lagi kak reza..." aulia tidak melanjutkan perkataannya.
" kak reza jadikan nikahnya. Kak reza masih ada di sini."
" jadi kok 2 hari lagi tapi kita nikahnya di kua karena nggak sempat ada persiapan. Kalau kamu belum sadar ya mungkin nggak jadi."
" good job.Berarti kita berangkat besok."
" emang kamu udah sehat. Mau berangkat besok."
" udalah kan aku wonder woman" kata aulia mengangkat tanganya membentuk 90ยฐ๐ช๐ช
Aldi dan yang lainnya tertawa melihat tingkah lucu aulia yang mengemaskan.
" ehh kalian 4 pasang curut, besok ke bandung juga kan?" tanya aulia
" 4 pasang curut. Maksudnya kita." kata laura menunjuk dirinya dan ketujuh temannya.
" iya lah siapa lagi."
" enak aja kita di bilangin curut." sewot yoga.
" terus aku mau bilang apa dong." kata aulia santai.
" terserah deh. Bumil.... Ibu hamil menang." kata mereka terkekeh.
" dan iya jelas kita ikut ke bandung dong." kata laura lagi.
" owh bagus."
"oiya ayah, ibu!! papa ray dan kak ervin ikut ke bandung juga kan?" tanya aulia yang seketika membuat semuanya terkejut.
*Papa ray batin pak raymond terbengong
Kak ervin batin ervin terbengong*
" ikh.. Ayah ibu boleh nggak?.kok malah bengong."
bagaimana pun juga aku harus ikhlas demi ibu, ayah, kak reza aldi dan yang lainnya mereka sayang sama aku jadi aku harus bisa batin aulia
__ADS_1
" iya boleh." jawab ibu dan ayah tersenyum.