Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
ANAK PINTAR


__ADS_3

Aulia keluar ruangan dengan wajah tersenyum, " Bagaimana Aulia Mita maukan di operasi." tanya Citra. sedangkan Beni masih terdududk lemas tak mampu mengeluarkan kata apapun.


" iya dia mau." ucap Aulia tersenyum.


" Beneran Mita udah mau." tanya Beni.


" iya...mending sekarang urus untuk operasi Mita." ucap Aulia.


" iya...makasih Aulia ...makasih banyak." ucap Beni langsung pergi mengurus apa saja untuk operasi Mita.


" Gimana Ben jadi kapan Mita operasi." tanya Aulia.


" insya Allah besok...makasih sekali lagi Lia." ucap Beni.


" iya...tapi maaf yah nggak bisa temenin kasian si kembar di rumah." ucap Aulia.


" iya nggak apa-apa." Beni tersenyum


" ya udah Citra ayo masuk dulu kita pamit pulang dulu sama Mita." ajak Aulia.


" oke." Citra mengikuti langkah Aulia dan Beni masuk keruangan rawat Mita.


" assalamualikum sayang..." ucap Beni.


" waalikumsalam." Mita tersenyum


" Mita maaf yah nggak bisa temenin soalnya kasian si kembar ini aja udah nelfon terus Citra juga punya anak. Nggak apakan nggak di temenin." ucap Aulia.


" iya nggak apa lagian ada Beni." ucap Mita tersenyum. " dan makasih ya udah mau bantuin." ucap Mita.


" iya...kita pamit dulu besok pagi langsung jenguk kamu oke." ucap Aulia Mita mengangguk.


" ya udah Assalamualikum."

__ADS_1


" waalaikumsalam." ucap Mita dan Beni.


" sayang Insya Allah besok jam 10 kamu bakalan di operasi nggak apakan." ucap Beni. Mita tersenyum kemudian memeluk Beni.


" Maafin aku udah buat kamu khawatir." ucap Mita.


" nggak sayang kamu nggak salah." ucap Beni memeluk Mita.


Triit triit ponsel Beni berbunyi vidio call dari Doni.


" Assalamualikum Don. Pasti mau nanya keadaan Mita udah dia baik-baik aja." tebak Beni


" waalaikumsalam...iya sih mau nanya keadaan Mita tapi lebih tepatnya istri gua yang mau nanya...ini istri gua nangis mikirin Mita. Mau kesana tapi gua larang, mana Aulia ngomelin tadi ngelarang ke sini takut Cici kenapa-napa." ucap Doni.


" sini biar aku yang bicara." ucap Mita mengambil ponsel Beni. " Don kasi telfonnya ke Cici." ucap Mita.


Doni memberi telfonnya. " Mita loe nggak apakan. Maaf gua nggak bisa ke sana Aulia ngomelin gua." ucap Cici.


" hahaha itukan juga dia kepikiran sama loe Cici." ucap Mita tertawa. " gua juga nggak apa insya Allah besok mau operasi." ucap Mita.


" Aulia nggak bakalan marah...besok loe sekalian aja cek kandungan untuk bulan ini. Sebagai alasan hehehe." ucap Mita .


" hah pintar oke. Besok ke sana sekalian cek kandungan." ucap Cici dan berhenti menangis.


" hmm iya..."


" ya udah sampai ketemu besok...assalamualikum."


" waalaikumsalam." Mita mematikan telfonnya.


" huftt Aulia dia itu ngomelin Cici astaga. Dia itu memang hebat taklukin orang supaya nurut sama dia." ucap Mita.


" iya sama kamu aja bisa di taklukin." ucap Beni.

__ADS_1


" mulutnya manis banget sih. Jadi nggak bisa nolak keluar kata azeibnya." ucap Mita. " pantesan aja si Aldi kayaknya ketagihan mulu cium Aulia. Hahaha." ucap Mita tertawa.


" kau ini." Beni tersenyum kemudian mencium pipi Mita.


Sementara itu....


Aulia, Aldi Citra dan Aris setelah pamit mereka langsung pulang kekediaman masing-masing.


Aulia dan Aldi yang baru sampai di rumah mereka tepat jam 05.40 mereka langsung di sambut teriakan Adit dan Alif.


" Papa Mama." teriak si kembar.


Aldi dan Aulia berlutut sambil merentakan tangannya menunggu anaknya memeluk mereka.


Adit memeluk Aldi. Alif memeluk Aulia.


" Papa sama Mama kok baru pulang." ucap Adit bergelendot manja.


" tadi Mama ada urusan di rumah sakit sayang." ucap Aldi.


" hmm Mama pasti capek papa nggak bantuin mama yah." ucap Alif.


" nggak sayang tadi papa bantuin kok..dan rasa capeknya hilang setelah Alif peluk mama. Hmm kalau di cium uhh tenaga mama kembali penuh jadi bisa gendong kamu." ucap Aulia tanpa bicara lagi Alif mencium pipi gembul Aulia.


" hmm Adit juga mau cium mama." ucap Adit.


" ya udah sini sayang." ucap Aulia Adit mencium pipi Aulia.


" papa nggak di cium nih." Aldi pura-pura cemberut. Adit dan Alif cekikikan dan langsung mencium pipi Aldi.


" hmm anak pintar." ucal Aldi. " ya udah ayo kita masuk papa dan mama juga mau mandi terus shalat. Kalian udah mandi belum." ucap Aldi.


" hehehe belum pa." ucap Adit dan Alif cekikikan.

__ADS_1


" ya udah sana gih mandi tapi jangan lama-lama. Abis mandi kita harus...." Aldi tidak melanjutkan ucapannya.


" shalat." ucap Adit dan Alif bersamaan.


__ADS_2