
Di ruangan Bk...
Di sana telah Ada Vera dan orangtuanya serta Aurelia dan Aldo yang saat ini duduk dengan menunduk.
" Aurelia, Aldo.... Kalian di sini juga. "
" iya kak... Kita nggak bakal di apa-apain kan kak. " bisik Aldo.
" tenang aja... " mengusap pelan kepala Aldo membuat rambutnya berantakan.
" Pak seperti yang sudah di ceritakan anak saya... Saya mau ke empat anak ini di keluarkan dari sini. " ucap Ayah Vera lantang.
" maaf sebelumnya pak kita dengar dulu kesaksian dari mereka. " ucap Pak Bk.
Mereka berempat menjelaskan apa yang terjadi...
" jadi begitu ceritanya pak... Saya menampar Vera karena berani melukai kedua adik saya. " ucap Adit lantang membuat Pak BK mengangguk.
" Pak ingat yah... Saya itu sebagai komite terbesar di sekolah ini meminta supaya mereka di keluarkan, mereka itu cuma anak beasiswa. " ucap Ayah Vera tersenyum meremehkan dan Vera tersenyum penuh kemenangan.
" tapi pak.... " terpotong karena Adit.
" apa begini cara Tuan membesarkan putri anda... Anda terlalu memanjakan putri tidak tahu diri. " ucap Adit.
" hey jaga ucapanmu yah. " gertak Vera.
" anak seperti ini bisa dapat beasiswa, hah bocal tengil, saya minta keluarkan mereka atau saya berhenti sebagai komite di sini. " ucap Ayah Vera.
" baik kami akan mengeluarkannya pak.. Maaf. " ucap Pak Bk.
" maaf ya Tuan kita memang hanya siswa beasiswa yang artinya kita itu bisa sekolah karena ilmu, karena kita bisa berfikir dan menggunakan otak untuk sekolah, nggak kayak anak Tuan yang tutur kata saja nggak bisa di perbaiki. " ucap Adit.
Plakkk.
" jangan menghina anak saya... " ucap Ayah Vera menampar satu per satu saudara kembar itu.
Plakkk.....
__ADS_1
Tamparan mendarat di Pipi Ayah Vera dua kali tapi bukan dari si kembar melainkan dari Aulia dan Aldi.
" Tu-tuan, Nyonya. " ucap Ayah Vera gemetar.
" begini caramu... Menggunakan kekuasaanmu. " tanya Aldi dingin.
" ma-maaf tuan. " ucap Ayah vera.
" kalian nggak apakan. " tanya Aulia memengang wajah anaknya begantian.
" Nggak Apa Ma... " ucap Autelia memeluk mamanya.
" Dan anda apa alasannya mau mengeluarkan ke empat anak saya. " ucap Aldi memukul meja.
" maaf Tuan... "
" anak saya menyembunyikan latar belakangnya dan begini cara kalian memperlakukannya..."
Pak Bk,Ayah Vera dan Vera menunduk.
" kita pulang sekarang. " ucap Aldi.
" dan Anda tuan Vandro... Anda hanyalah Ceo di salah satu perusahaan milik saya... Sebagai presiden Anggara grup maaf saya mungkin nggak akan memecat anda tapi saya turunkan jabatan anda karena telah berani menampar ke empat anak saya. " ucap Aldi dingin lalu meninggalkan tempat itu.
" Vera loe denger itukan, mungkin kita hanya siswa beasiswa tapi kita bukanlah orang yang seperti kau fikir. Mungkin ini yang namanya Air tenang menghanyutkan. " ucap Alif beranjak pergi.
*Sial ternyata mereka anak kembar Anggara... Akh... batin Vera.
Karena anakku aku jadi kehilangan jabatanku... Kenapa aku nggak sadar kalau mereka anak Tuan Aldi. batin ayah Vera*.
Di rumah Aldi...
Tanpa basa basi Adit menjelaskan apa yang terjadi. Aldi yang mendapat penjelasan putra mangut mengerti.
" Pa... Aku nggak mau keluar dari sana, itu kan sekolah punya papa jadi aku nggak mau keluar titik. " ucap Aurelia.
" iya Pa...kita nggak salah aku nggak mau keluar. "
__ADS_1
" iya... Kalian nggak akan keluar.. tapi maaf yah Alif...kamu papa pindahin ke pesantren di Bandung. " ucap Aldi, yang memang sudah membicarakannya pada Adit di mobil saat menuju di rumah.
" Hah kok gitu sih Pa... mama nggak mau pesantren. " ucap Alif.
" maaf ya sayang, mama nggak bisa tolong, mungkin mama bisa jelasin semuanya."
" tapi Ma... "
" Syang kamu kenal Mama Papa apa yang kita lakuin itu demi kamu."
Alif hanya menangis berlari ke kamarnya mendengar keputusan orangtuanya.
"Huftt besok kita akan antar Alif ke Bandung. " ucap Aldi.
" iya Pa... " ucap Adit menitikan air matanya.
" Ini semua demi Alif kita harus bisa. dia pasti akan belajar banyak di pesantren. "
Sulit tentu saja Adit yang selalu berantem kecil dengan saudara kembarnya itu akan berakhir besok.
**TUNGGU CERITA UNTUK ALIF YA READER...
DALAM PROSES UNTUK NOVEL SELANJUTNYA 'MENUJU PESANTREN TERNYATA MENUJU JODOHKU' YANG MENGISAHKAN ALIF SELAMA DI PESANTREN....
JANGAN LUPA VOTENYA....
VOTE
VOTE
VOTE
LIKE
LIKE
LIKE**
__ADS_1