Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
KEJEDOT


__ADS_3

Pelajaran telah selesai dan saatnya aulia and the geng pulang ke rumah masing-masing.


Aldi telah menunggu aulia diluar kelasnya sejak tadi. Aulia yang masih menunduk dan berjalan keluar tidak menyadari keberadaan aldi dan aris disana.


" hemmm." aldi berdehem. Tapi karena aulia tidak mendengarnya dia terus berjalan, untuk sekarang aulia tidak fokus.


Aldi langsung menarik tangannya dan aulia jatuh kepelukan aldi. Aulia menatap wajah aldi yang sedang tersenyum tampan, menatap matanya yang tengah berbinar-binar. Dan akhirnya karena tak tahan dengan itu aulia pingsan melihat aldi.


" heyyy intan pingsan nih...heyy sayang kamu bener pingsan nih." aldi cemas.


" citra loe pasti tau gimana keadaan orang pingsan coba cek." kata aldi cemas.


" iya bentar." citra memeriksa tubuh aulia.


" iya aulia bener pingsan." kata citra.


" perlu di bawah kerumah sakit nggak." tanya aldi.


" nggak usah. Paling dia itu pingsan ngelihat loe. Dia itu malu banget di kelas nunduk terus. Dan saat ngelihat loe nggak tahan jadi pingsan deh." jelas citra.


" oh ya udah deh, dia terpesona kali yah sama ke gantengan gua." aldi menggendong aulia dalam keadaan pingsan.


Sampai di parkiran....


" ehh aulia kenapa tuh." tanya mita cemas yang melihat aulia pingsan.


"Intan terpesona lihat ketampanan gua." jawab aldi enteng.


" hah... Masa setiap hari lihat loe. Baru kali ini dia pingsan." kata doni menyeritkan dahinya.


Begitu juga yang lainnya heran...


" ya iyalah kalian tadi ngapain aulia. ngengombalin kayak gitu tadi dia tuh malu banget di tambah si aldi teriak kayak tadi. Jadi waktu ngelihat aldi ka'o deh." jelas citra.


" owhh ha ha ha ha." mereka menertawai sikap aulia.


" ya udah gua pulang dulu. Assalamualikum." kata aldi yang telah meletakkan aulia di mobilnya.


" ehh waalaikum salam tapi kita mau langsung ketemu si kembar jadi kita pulang ke rumah loe dulu." kata cici.


" oh yaudah."


Di perjalanan pulang aldi terus saja tersenyum dan sesekali melirik wajah cantik istrinya.


Intan kau ini sangat mengemaskan. batin aldi yang menyentuh wajah aulia halus.


Aulia yang merasakan sentuhan aldi tersadar dan membuka matanya dilihatnya aldi yang tengah tersenyum manis dan membuat tampannya bertambah. Senyuman yang di perlihatkan hanya untuk dirinya.

__ADS_1


Aulia membalas senyumannya. Dan tanpa sadar berkata.


" aldi...kenapa kau tampan sekali." lirih aulia tapi masih bisa didengar aldi. Sehingga membuatnya merem mendadak.


" awww. Aldi kenapa sih sakit nih." protes aulia karena kejedot. Dan untung saja tidak ada pengendara di belakangnya.


" maaf maaf refleks tadi. Oiya tadi kamu bilang apa." tanya aldi menyakinkan apa yang dikatakan aulia.


Aulia menyeritkan dahinya tak paham, tapi tak lama dia juga sadar apa yang tadi dia bicarakan.


Apa aldi tadi dengar kalau aku bilang dia itu tampan. Omg hah tapi kayaknya dia nggak dengar jelas juga deh. batin aulia.


" nggak ada. Udah jalan." ucap aulia kesal dia masih merasa sakit karena kejedot tadi.


" masa sih nggak ada telinga aku kali yang salah. Ya udah deh." aldi menjalankan mobilnya.


Huftt untung dia percaya. Supaya nggak malu lagi harus pura-pura kesel nih. Tapi ini mah sakitnya beneran, sakit banget nih pala batin aulia.


Sampai dirumah aulia langsung berlari dengan wajah kesal dan memengangi dahinya,meninggalkan aldi.


" aduhh pasti dia marah lagi nih."


Di dalam rumah...


Telah ada aris cs dan keluarganya melihat aulia yang seperti kesal.


Aulia tidak menjawab dia berlari ke kamarnya.


" eh aldi, aulia kenapa tuh." tanya aris.


Aldi pun sama dia tidak menjawab. Aldi pergi kedapur dan mengambil batu es untuk kompres aulia, tak lupa mengambil kotak P3K, lalu menuju ke kamarnya.


" aulia kenapa sih tadi mengang kepalanya gitu. Aldi pakai bawa kotak P3K lagi." kata citra.


" ya udah yuk naik ke atas. Sekalian lihatin baby kembar." ajak cici.


" ayo." mereka semua naik aris cs dan keluarganya.


Di kamar aldi aulia....


Karena pintunya di biarkan terbuka. Mereka langsung masuk begitu saja. Mereka melihat benjolan di kepala aulia cukup besar.


" Astaga." kata mereka bersamaan.


Aulia dan aldi menoleh kesal karena tidak mengetuk terlebih dulu.


" kalian main nyelonong masuk aja." protes aldi yang tangannya masih menempel di dahi aulia dengan memengang balok es yang dililit handuk kecil.

__ADS_1


" aww...aldi sakit ikh..." aulia menyingkirkan tangan aldi.


" maaf...maaf."


" ikh..." aulia manyun.


" ya ampun kepala kamu kenapa bisa begitu dek. Tapi nggak apalah tambah cantik." kata reza.


" iya cantiknya makin luar biasa." kata ervin


" ikhh....kakak nyebelin. Sakit nih." aulia yang tadinya hanya ingin pura-pura kesal akhirnya kesap beneran.


Aris cs, ervin dan reza tertawa melihat ekspresi lucu aulia.


Tapi ibunya tentu saja kasian melihat putrinya dan menarik telinga reza dan ervin.


" kalian ini, sebagai kakaknya harusnya kasian melihat kepala adik kalian itu." kata ibu ana menarik telinga reza dan ervin keras seperti anak kecil saja.


" aww...sakit bu. Iya maaf." rintih reza memengang telinganya yang masih di tarik ibunya.


" iya bu... Maaf...sakit bu maaf." kata ervin mengeluh kesakitan.


" rasain tuh... tambahin bu jangan kasih ampun." kata aulia cekikikan.


" kamu juga lia. Itu kenapa kepala kamu benjol." tanya ibu dan sudah melepaskan telingan ervin dan reza.


" ini nih menantu ibu, tanya sendiri." kata aulia tanpa melihat aldi.


" ya maaf bu jadi begini. Tadikan intan pingsan tuh kita juga udah mau pulang di perjalanan intan sadar. Ya mungkin aku salah denger jadi langsung merem mendadak, dan hasilnya intan ke jedot deh." jelas aldi.


" jadi karena merem mendadak aulia ke jedot hmmm." ibu ana mangut-mangut.


" ya udah di obatin pake salep supaya cepat kempes." tambah ibu ana memberikan salep pada aldi.


Aldi hendak mengolesi salep pada aulia. Tapi karena sadar aulia belum mandi.


" kamu mandi dulu baru di obatin." kata aldi.


" oke. Eh kalian mau ambil si kembarkan tuh ambil aja, hati-hati gendongnya."


" siap bos."


Setelah mengambil si kembar aulia menatap tajam kedua kakaknya itu yang belum keluar.


" enakkan ditarik telinganya sama ibu. Rasain, weaaa😝😝." ejek aulia langsung masuk kamar mandi.


" nggak punya akhlak banget jadi adek." kata Reza dan Ervin bersamaan dan berlalu pergi dari kamar aldi dan aulia.

__ADS_1


Selesai mandi aldi segera mengobati benjolan di kepala aulia dan bodohnya karena sebelum aldi menggobati aulia.


__ADS_2