Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
kepo


__ADS_3

"kalau ibu sih boleh yang penting ibu bisa." kata ibu ana.


" kalau ayah sama papa kalau bisa pasti dibantu."


" uhuiii yes." kata aulia girang dan mendekati ketiga orang itu.


" siap siapni pasti kita di hukum" bisik reza pada aldi.


" iya aduh gimana dong kak."


" ya mau gimana lagi kalau kita kayak dulu pura pura pingsan aulia udah hapal kita."


" terima takdir aja."


" ayah, ibu, papa aku mau mereka dihukum." kata aulia melirik jahat pada aldi dan reza.


" aduh aulia adeknya kakak yang paling cantik ples imut ples pintar. Kakakmu yang paling gamteng ini minta maaf ya..." kata reza menggoda adiknya.


" enggak ." kata aulia.


" aku mau kalian dihukum selama seminggu kalian nggak akan dilayani sama mereka mereka terus kalau pagi kakak bersihin halaman depan rumah ini kalau sore aldi bersihin halaman belakang dan itu harus." kata aulia yang menekan suaranya di kata harus


" hahhh kok gitu parah banget hukumannya seminggu lagi." kata aldi.


" pa, papa tolak hukuman itu..." kata aldi memohon pada papanya.


" enggak boleh kayak gitu dong pokoknya itu harus."


" intan masa kamu tega sih sama suami kamu sendiri."


" bodo amat" kata aulia santai.


" kalau papa setuju supaya kamu nggak jahil lagi."


" ayah sama ibu juga setuju."


" papa akukan anak kandungnya papa masa papa tega lihat aldi dihukum."


" ee aldi kalau kamu nggak mau aku hukum kayak gitu boleh di tolak tapi..... Kamu tidur di kamar sebelah selama seminggu." kata aulia yang membuat aldi terdiam mematung membuka mulutnya lebar.

__ADS_1


" nggak jadi mending aku terima yang pertama baru juga nikah masa pisah ranjang sih." kata aldi yang membuat mereka mendengarnya tertawa.


" dan kamu kak. Kakak boleh tapi aku bakalan buat pernikahan kakak,bulan depan dengan kak bulan bakal malu. Hem gimana kayak aku nyanyi pake toak,ooo atau aku tunjuki aku bisa jadi orang gila atau...." ucapan aulia terpotong.


" cukup.... Kakak nggak bisa bayangin kalau kamu lakuin itu. Bisa bisa aku sama bulan mati malu di acara itu yang harusnya jadi hari bahagia, kakak terima hukuman pertama." kata reza terpaksa.


" ya bagus kakak dan aldi tau aku bukan cuma bakalan ngancam...hem dimulai besok." kata aulia melirik kedua orang itu.


" hah harusnya tadi mikir dulu dasar kamu aldi payah." gumam aldi.


" daripada mati malu mending kerja keras aja aaa harusnya berpikir sebelum bertindak dasar reza kamu itu bodoh banget." gumam aldi


Mendengar hal itu aulia tertawa


" uhhh kacian makanya jangan lawan intan aulia syamsul yang cantiknya tiada tara tidak ada duanya dan tidak ada yang bisa ngalahin kecantikannya ini." kata aulia sombong.


Mereka yang mendengar hal itu tawanya pecah.


" sumpah pedenya minta ampun."


" iya eee aulia diantara keluarga loe emmang ada kayak gitu juga ya pedenya bisa kayak gitu."


" sumpah di. kalau misalnya semua pengawal ataupun asisten rumah tangga loe disini nggak ada itu bakalan tetap rame kayak di pasar, karena istri loe ini." kata beni.


" ya sudah pengawal atau art dibawa dirumah papa aja aldi ."


" emang kamu bisa ngurusin rumah gede kayak gini sendirian.?" tanya aldi.


" iya ya rumah gede kayak gini 24 jam diurusin nggak bakalan selesai kalau sendiri." gumam aulia.


" aduh... Dasar cewek aneh." kata teman temannya menepuk jidat mereka sendiri.


Setelah berbincang-bincang mereka semua segera melaksanakan shalat magrib. Mereka melaksanakan shalat magrib berjamaah yang imam ayah syamsul, setelah selesai shalat mereka semua keluar kecuali aldi dan aulia mereka berdua memutuskan untuk membaca al-qur'an hingga waktunya isya.


" Ternyata suara ngajimu bagus juga." kata aulia tersenyum.


" iya, kamu juga." aldi tersenyum.


Kemudian setelah satu jam mengaji ayah dan yang lainnya kembali mereka melaksanakan shalat isya berjamaah.

__ADS_1


Setelah itu mereka bersiap-siap untuk makan malam.


Dimeja makan.


Mereka hanya sibuk makan dengan makanannya sendiri tanpa ada gangguan dari aldi dan reza baru kali ini aulia merasa santai tanpa gangguan kalau mereka berdua ada.


tumben amat mereka berdua nggak jahil...ya tapi yaudah lah bagus kalau begitu. Batin aulia.


" kamu ngomong apa intan." kata aldi melihat istrinya itu.


" emmm.... Nggak ngomong apa-apa memangnya kamu dengar apa."


" aku denger kamu bilang tumben amat mereka berdua nggak jahil...ya tapi ya udalah bagus kalau begitu." kata aldi mengulangi kata aulia.


" tu kan loe aja dek rindu di jahilin." kata reza.


" apaan sih kak nggaklah orang aldi sendiri bilang kek gitu."


" hey istriku kamu lupa kita bisa telepati bisa dengar apa yang dibicarakan dalam hati."


" iya tapi....ee....aa yaudah deh terserah."


" kalau kangen di jahilin bilang aja kali mumpung kita berdua ada disini."


" boleh tapi hukuman yang tadi ditambah jadi sebulan penuh." kata aulia


" nggak jadi jadi makasih."


Setelah selesai makan mereka ke kamar masing-masing dan teman-teman aulia dan aldi pun menginap dirumah mereka karena menunggu hari resepsi pernikahan mereka.


Dikamar laura mereka berlima ( laura ,cici,mita citra dan bulan )


" ehhh gaes inikan malam pertama aulia dan aldi kira-kira lagi ngelaksanain kewajiban nggak." kata cici.


" ya mungkin. Tapi kok loh nanya kayak gitu loe kepo yahh." kata mita


" iya dong." kata cici


" loe mau tau nggak??." kata mita tersenyum

__ADS_1


" kalau mau tau mereka ngapain kita harus....." kata mereka tidak melanjutkan kata-kata mereka dan langsung menuju pintu kamar aldi dan aulia yang ternyata telah ada kaum adam disana ternyata sama keponya.


__ADS_2