Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
SADAR DIRI DONG


__ADS_3

selesai makan mereka berbicang-bicang sambil tertawa. tapi karena tidak punya banyak waktu lama aulia citra dan ronald harus kembali ke rumah sakit.


Di sisi lain....


Aldi, Aris, Beni, Doni dan yoga juga sedang makan bersama.


" hufft...udah lumayan lama yah kita nggak makan bareng kayak gini tentunya tanpa mereka." kata Beni yang di maksud mereka adalah Aulia cs.


" bener, kalau mereka kita ajak bawaannya bisa 2 jam kita makan." sambung Doni sambil menyantap makanannya.


" namanya juga perempuan kalau makan bareng, kumpul bareng . Nggak ada habisnya ngomong, nggak ingat waktu." ujar aris.


Yoga dan aldi hanya diam mendengarkan penuturan mereka.


" woiii diem-diem baee." teriak doni


" apaan sih loe kita ada disini nggak usah tereak kita nggak budek." ujar yoga.


" ya habisnya kita dari tadi ngobrol kalian diem aja." kata doni lagi.


" yang pentingkan kita dengerin." yoga melihat aldi yang cuek hanya menyantap makanannya.


" eehh makannya enak banget kelihatan. Sampai-sampai nggak peduli kita ngapain." sentilan beni di dahi aldi.


" apaan sih loe."


" loe kenapa diem aja padahal loe yang ngajakin kita makan tanpa mereka."


" hufttt astaga...eh kalian sadar nggak sih tadi kalian bicara apa." tanya aldi, mereka mengerutkan keningnya tanda bingung.


" kalian bilang kalau mereka ada disini bisa makan dua jam karena ngobrol terus, buktinya kalian ngapain makanan belum abis nyeloteh mulu dari tadi ini udah hampir dua jam kita duduk di sini makan.itu bukannya sama aja kayak mereka, Dengar nggak kalian." jelas aldi.


" sadar diri sebelum ngatain mereka." kata aldi lagi.


Aris, Doni dan Beni tertawa mereka baru sadar kalau mereka tidaklah jauh berbeda dari istri istri mereka.


" iya yah nggak sadar gua. Ketularan mereka nih." doni menepuk jidatnya sendiri.

__ADS_1


"Hahaha." mereka tertawa.


Di rumah sakit...


Para dokter sedang sibuk mengurusi pasien-pasiennya. Ronald yang sedang kosong tengah memperhatikan aulia yang sedang mengurusi pasien satu ke pasien lain dengan senyum yang terukir di wajahnya.


Hmmm manis banget sih. Padahal mungkin masih berduka tapi dia masih bisa tersenyum semanis itu. Kalau belum nikah udah langsung ku nikahi dia. hahaha tapi nggak mungkinlah, ronald cukup mengangumi saja seperti dokter lain. batin ronald tersenyum.


Ya tentu saja bukan hanya ronald yang memperhatikan aulia tapi juga beberapa dokter di sana. Bahkan tak jarang ada yang memotret aulia saat sedang tersenyum.


Hari menjelang agak sore, aldi telah sampai dirumah sakit untuk menjemput aulia, aulia yang pekerjaannya cukup padat hari ini tertidur di ruangannya.


" hmm pasti dia kelelahan, sampai pulas gitu tidurnya." gumam aldi melihat aulia tertidur.


Tanpa pikir panjang aldi langsung menggendong aulia. Saat itu juga aulia sadar dari tidurnya membuka matanya dan melihat suami tampannya sedang tersenyum manis.


" khmm...aldi..." suara aulia khas orang bangun tidur.


" tidur aja dulu pasti capekkan." ucap aldi menggendong aulia keluar.


" jangan melawan." aldi melotot.


" akh....udah turunin."


" nggak mau."


" aldi malu tau di liatin orang."


" nggak peduli." tegas aldi.


" ekmmm...." aulia mengalah tapi juga kesal.


Aldi hanya tersenyum melihat wajah kesal istrinya, wajah yang hampir 2 minggu tak pernah dilihat, yang rasanya bertahun-tahun. Aldi sangat merindukan wajah kesal aulia yang menurutnya lucu itu.


" nah turun sekarang nggak apakan." kata aldi saat berada di dekat mobilnya.


" kan dari tadi bilangnya. Turunin." kata aulia masih kesal.

__ADS_1


" oke."


" silahkan masuk istriku,mamanya anak-anakku, dokter cantik di salah satu RS ku, dan sahabatku." kata aldi tersenyum manis. Aulia yang sedari tadi cemberut membalas senyuman aldi yang tak kalah manis.


" hmm makasih." aulia masuk ke dalam mobil.


Saat aldi ingin menutup pintunya ia sempat mencubit pipi aulia gemas. " manis." hanya itu yang dikeluarkan aldi lalu menutup pintunya.


" ikhh...sakit tau." ucap aulia kembali kesal.


Aldi tidak menjawab dia hanya tersenyum sambil menyetir.


" assalamualikum." ucap aldi dan aulia sampai di rumahnya.


" waalaikumsalam."


" papa, ibu, ayah." aldi menyalami orangtuanya diikuti aulia.


" ibu sama ayah juga disini." aulia langsung memeluk ibunya.


" mmm emang nggak boleh yah." goda ibu ana.


" ibu...nggaklah 24 jam juga ibu boleh ada disini." aulia tersenyum.


" iya nak makasih yah."


Keesokan harinya...


Aulia sedang memikirkan sesuatu, pikiran yang begitu berat terlihat di wajahnya.


" mikirin apa." tanya aldi yang baru selesai mandi.


" mikirin apa, nggak ada kok." elak aulia.


" huhmm itu muka bilang lagi mikirin sesuatu dan itu dari tadi malam kayak gitu." ucap aldi tak percaya.


" udah nggak mikirin apa pun kok... Minggir aku mau mandi."

__ADS_1


__ADS_2