Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
PERTEMUAN AULIA DAN MAMA RINA


__ADS_3

Flashback on


3 minggu yang lalu...


Aulia sedang berjalan-jalan keluar dari rumah sakit, karena datang sangat pagi.


Tak jauh dari jalannya Aulia melihat seorang wanita paruh baya dan anak gadis berusia sekitar 20 tahun sedang di kerumuni massa karena tertangkap mencuri makanan.


Aulia mendekati kerumunan massa itu.


" hey ada apa ini... Jika ada masalah sebaiknya di selesaikan dengan kepala dingin. " ucap Aulia.


" bu Aulia ini pengemis ini mencuri dangangan saya. " ucap Salah satu diantara mereka yang menjadi korban.


" biar saya yang bayar..." ucap Aulia menyerahkan 10 lembar uang merah.


" ini kebanyakan bu. "


" iya nggak apa... Mereka mencuri dan bapak dapat rejeki kan. " ucap Aulia tersenyum.


" makasih bu. " mereka bubar.


Aulia mendekati kedua pengemis itu yang sedang menunduk.


Kenapa waswas gini mau deketin mereka. batin Aulia...

__ADS_1


" makasih nak udah di tolongin. " ucap wanita paruh baya itu.


Suara itu seperti tidak asing. batin Aulia


" iya bu..." Aulia tersenyum.


" ini bu saya ada sedikit rezeki buat ibu tolong di terima yah. " ucap Aulia mengenggam beberapa lembar uang merah.


Kedua pengemis itu mendongak kepalanya menatap Aulia. Kedua pengemis itu dan Aulia saling pandang tak percaya.


" Mama Rina, Salsabilla. " ucap Aulia.


" Aulia, kak Aulia. " ucap Mama Rina dan Salsabilla.


" Mama, Billa berhenti. " panggil Aulia.


" Mama cepet ma... " ucap Salsabilla berlari sambil memengang mamanya.


" Mama, Salsabilla jika itu kalian tolong berhenti Papa Kifli dan Aldi pasti senang melihat kalian. " teriak Aulia berhasil membuat Mama Rina dan Salsabilla berhenti.


Kedua laki-laki yang begitu mereka rindukan. Kedua laki-laki yang sangat mereka sayangi namanya tetdengar kembali.


" Mama, Billa ini kalian... Apa bener ini kalian... "


" Kak tolong lepasin kami. Kami nggak aku gangguin kakak. " ucap Salsabilla menangis.

__ADS_1


" Maafin Saya Aulia saya nggak akan ganggu kehidupan Kamu sama Aldi lagi maaf.... " ucap Mama Rina.


" kita duduk dulu. " ajak Aulia menarik tangan mereka duduk di bangku taman.


" jika ini kalian kenapa kalian nggak pulang. "tanya Aulia tapi Tak ada jawaban.


" tolong cerita sama aku supaya semuanya jelas. " ucap Aulia


Mama Rina mengangguk entah kenapa sentuhan Aulia membuatnya tenang, setuhan yang dulu setiap hari merasakannya.


" Aulia nak... 10 tahun yang lalu, Hendra anak dari Lilis menikam Mama dan membuang mama dan Salsabilla di sungai dengan cara mengikat Mama dan Salsabilla sehingga kami tetap bersama di aliran sungai deras itu.


Kami terhanyut ntah kemana dan saat sadar Mama ada di sebuah klinik kecil, Mama dan Salsabilla selamat dari maut. Mama dan Salsabilla dulu mau pulang ke Bandung tapi... Mama mendengar kabar kalau Suami Mama bilang kalau Kami sudah meninggal, mama hancur suami mama menginginkan mama dan salsabilla mati itu sebabnya kami tidak pulang, setelah sadar Mama langsung pergi dari klinik, dan Mama baru sadar jika kita ada di kota besar ini. Mama nggak punya tempat tinggal, 10 tahun mama terus berada di sini hidup di jalan dan kalian hidup dengan enak, selama 10 tahun kita menderita tidur dengan alas kardus, makan sekali sehari itu sudah sangat beruntung." Mama Rina dan Salsabilla menangis.


" Mama selalu melihat kalian dengan bahagia tanpa ada rasa bersalah tanpa ada rasa sakit, itu cukup buat Mama makasih udah buat Aldi bahagia, Mama tahu Aldi hari itu terpukul dan kamu jadi impasnya mama tahu. Tapi mama akan diam mereka menganggap kami mati dan kami pun menganggap mereka tidak ada. " ucap Mama Rina.


" kamu puas mama pergi sekarang. Ayo Salsabilla. " Mama Rina beranjak.


" Mama, Salsabilla apa kalian juga tahu


Papa sama Aldi begitu merindukan kalian, Aldi suamiku bahkan jika teringat kalian dia terus menangis, Papa masih memajang foto kalian di kamarnya, kenapa kalian nggak pulang. " ucap Aulia.


" Ternyata hasrat seorang anak terhadap ibunya kuat, Aldi jika di ajak menemui makam yang nisannya kalian berdua dia sering menolak bahakan Aldi sering mengatakan Mama masih hidup dalam mimpinya mungkin dia tidak mengatakan pada orang lain tapi dia mengatakan pada mimpinya,samapi sekarang ini. "


" jika mama membenci kami kenapa Mama muncul di mimpi Aldi. "

__ADS_1


__ADS_2