Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
ALDI SADAR DAN EMOSI REZA


__ADS_3

" oh iya intan di culik...papa aku harus cari intan." ucap aldi hendak berdiri.


" aldi aldi aulia nggak apa, dia itu nggak di culik, setiap hari dia ke sini tapi..." reza tak melanjutkan ucapannya.


" tapi apa kak."


" tapi sifatnya yang berubah cuek, dia suka marah bahkan sama si kembar." jelas reza hati-hati takut aldi memikirkannya.


" hah apa. Ini pasti karena aku."


" udah-udah nanti dia juga akan baikan sendiri ya. Kamu istirahat dulu." kata papa kifli.


" ekhmm." deheman lidia dengan muka sinis.


" udah sadar ternyata." katanya santai.


" in..tan aku min..ta maaf yah."


" aldi udah istirahat dulu."


" ikut kakak." reza menarik lidia.


" apa." ketus lidia.


" kamu kenapa sih dek. Sampai begini cuma karena aldi di cium perempuan itu memang salah tapi bukan aldi yang salah." reza mengontrol emosinya berusaha lembut.

__ADS_1


" hah udah deh kak aku pergi." kata lidia ketus tangannya di pengang reza.


" apalagi." ketus aulia. Akhir-akhir ini reza mudah emosi melihat aulia(lidia) bersikap seperti itu. Ia hampir melayankan sebuah tamparan, tapi beruntung ibu ana datang mencengahnya.


" reza udah yah." ucap ibu ana lembut.


"aulia kamu temui anak-anak kamu yah jangan sampai mereka benci sama kamu nak."


" bukan urusan aku mau mereka benci ya udah." kata lidia.


Plakkk.


Reza benar-benar nggak tahan dengan sifat lidia.


Lidia langsung berlari meninggalkan mereka tanpa mengatakan apapun.


Di tempat aulia...


Sekarang aulia tidaklah di ikat, dia di biarkan berbaring di gudang. Tapi dengan syarat jika aulia melawan dia di ancam keluarganya kenapa-napa.


huhmmm aku kangen sama aldi, anak-anak ibu, kakak, ayah, papa ,sahabatku. Aku khawatir mereka kenapa-napa. batin aulia.


" heh loe makan nih. Gua nggak mau loe mati disini." kata claudia memberikan makanan pada aulia.


Aulia menerimanya karena tidak ingin berdebat meskipun tak nafsu ia memakannya " makasih." aulia tersenyum.

__ADS_1


" hmm sok sok an banget sih." sinis claudia langsung pergi.


Ting tong ting tong...


Suara bel rumah...


Hendra membuka pintunya. " masuk." kata hendra saat melihat aulidia.


" iya kak." kata auliadia tersenyum manis.


" hmm." hendra cuek.


" ehh lidia loe udah di sini. Gimana aldi udah sadar belum. Kalau udah kita tunggu dia sehat dulu terus rencana selanjutnya." kata siska.


" udah dong. Bahkan kemarahan keluarganya udah hampir meletus. Kalau si reza dia udah meletus sampai gua di tampar." kata aulidia memengang pipinya


Mereka berlima saling pandang dan memutar bola matanya tanda tidak peduli, tapi demi rencana mereka harus bersandiwara.


" ya udah tuh di komres ambil balok es sama handuk." perintah lina di buat selembut mungkin.


" iya kak." lidia lesu.


Kirain mau di obatin ternyata masih sama.batin lidia.


Mereka berlima tersenyum kecut dan tidaklah peduli dengan keadaan lidia malahan mereka mau keluarganya sendiri juga menyiksanya.

__ADS_1


kenapa mereka masih seperti itu. akukan udah nurutin permintaan mereka. memusuhi keluarga ku sendiri. mereka sama sekali tidak peduli, mungkin mereka akan menyanyangiku setelah keluarga anggara dan keluargaku hancur baikpah lagian ibu sudah membuangku dan mama merawatku meski dapat perlakuan kasar tapi mereka setidaknya mau merawatku dan aku akan menuruti kemauan mereka supaya mereka menyanyangiku juga seperti anak-anaknya. batin lidia.


__ADS_2