Cintaku Berat Di Timbangan

Cintaku Berat Di Timbangan
CBT 120


__ADS_3

Rumah Sakit ***


Maya sudah datang untuk menjeput Mia, ia melihat Angga yang terduduk di kursi tunggu. Wajahnya lesu, tidak seperti Angga biasanya. Bagaimana ia tidak lesu? Jika sang istri akan dibawa pulang oleh mertua. Berat sekali, namun Angga tidak bisa berbuat apa-apa.


Mereka sudah siap berangkat, Mia mengunakan kursi roda karena belum kuat untuk berjalan. Tiba lah ia keluar kamar, melewati Angga yang menunduk. Kursi roda itu terhenti. Angga mendongak melihat Mia di hadapannya. Mia mengulurkan tangan mengusap pipi pria tersebut. Angga memejamkan mata menikmati sentuhan tersebut.


"Tidak bisakah kau pulang denganku, sayang?" Angga mencoba peruntungannya meski ia tau bila sia-sia.


Mia menggeleng ia hanya tersenyum tipis lalu menarik tangannya, melepas usapan yang membuat Angga pedih. Gadis itu pergi tanpa kata, diikuti rombongan Jack di belakangnya. Angga mangusap sudut matanya yang basah. Lagi, ia ditinggal Mia pergi. Dan lagi-lagi karena menyakiti gadis itu.


Di mobil, Maya menatap Mia yang terdiam dengan pandangannya ke arah rumah sakit. "Belum terlambat untuk merubah keputusan," tawar Maya. "Kau mau memaafkannya?"


"Belum saatnya Mom, biarkan seperti ini dulu," jawab Mia tanpa melihat Maya.


Maya menghela nafas, Mia bisa jadi keras saat itu menyangkut keluarganya. Mungkin ini akibat keguguran yang dialaminya, gadis itu masih belum bisa mengikhlaskan semuanya.


Di hari yang sama, Tania juga keluar rumah sakit. "Angga, kamu kenapa?" Gadis itu berjalan menghampiri Angga, saat tangannya memegang bahu pria itu Angga langsung menepisnya.


"Sorry, aku lagi gak enak badan," ucap Angga acuh.


Tania sempat terhenyak sesaat. Ia menarik tangannya lalu tersenyum kiku. "Ah iya, gak apa-apa kok,"


"Kamu bisa pulang sendiri kan?" tanya Angga tanpa melihat wanita itu.


Tania mengangguk. "Iya, aku bisa pesan aplikasi," ada kekecewaan dalam benaknya yang melihat perubahan sikap Angga padanya.


"Baik, aku pulang duluan," Angga beranjak dari duduk hendak pergi.


"Jangan lupa hari kamis kita reuni," ucap Tania membuat Angga terdiam.


Bagaimana bisa, wanita itu mengajaknya pergi ke acara reuni disaat dirinya berduka? Bahkan jabang bayinya baru dikebumikan kemarin. Angga memejamkan matanya menahan amarah yang tiba-tiba muncul. Ia mencoba mengatur nafasnya perlahan.


Angga menoleh dengan senyum tertahan. "Liat nanti,"


"Gak bisa gitu Angga, kamu kan ketua grup kita. Yang lain pasti nyariin kamu! Aku bingung mesti jawab apa kalo kamu gak ikut," bujuk Tania.


"Ok, aku datang."


Tidak ingin membuang waktu lama Angga segera meninggalkan Tania sendirian. Tania menatap nanar pada Angga, pria yang sulit untuk dirinya gapai meski sekarang ia tau jika Angga sudah berpisah dengan Mia. Tapi tetap hati pria itu mengarah pada porosnya, yaitu Mia. Tania menggigit jari gemas sambil mengambil ponselnya.


[Kita mesti ketemu!] Pesannya pada seseorang.

__ADS_1


🌷🌷🌷


Kediaman Jack Adinata.


"Kakak!" Crist berlari menghampiri Mia. Namun, tatapannya heran ketika melihat sang kakak duduk di kursi roda. "Kakak kenapa?"


Mia tersenyum manis. "Kakak abis jatuh, jadi pake kursi roda deh," jelasnya.


Raut wajah bocah itu suram, sedih melihat kakak tersayang sakit. "Sakit ya kak?" kemudian ia berbinar sambil berkata. "Aku akan rawat kakak! Sampai sembuh," selorohnya membuat Mia dan Maya terkekeh.


"Bagus, jadi hari ini jangan konser dulu ya! Kakak mu mau istirahat, kasian klo keberisikan," canda Maya.


Crist mengerucutkan bibir. "Kamar Kakak kan kedap suara, aku gak bisa kalo gak nyanyi Mom."


Mia tidak bisa menahan gelak tawa, adiknya ini semenjak kenal Pak Tarjo, setiap hari pasti menyanyikan lagu itu. Mia sampai hafal karena sering mendengar Crist bernyanyi sambil berjalan mengelilingi rumah.


"Mom, kenapa gak sekalian Crist les vocal biar jadi kaya Ridho Roma," tawar Mia.


"No, aku gak mau terkenal. Gak terkenal aja aku udah repot dikejar temen cewe sekolah aku," Crist bergidik ngeri saat membayangkan teman perempuannya yang selalu menggaggunya di sekolah.


"Oh My God, kita punya famous neh di sekolah?" canda Mia.


Crist makin menekuk wajahnya. Jack datang dan langsung mendorong kursi roda Mia hingga yang empunya terkejut.


"Daddy ganggu aja, aku kan masih kangen Kakak Mom," rajuknya.


"Nanti ya, Kakakmu butuh istirahat biar cepet sembuh, Ok!" jelas Maya. Bocah itu mengangguk.


"Om itu gak ikut Mom?" langkah Maya terhenti. Ia menoleh pada Crist. "Om yang nikah sama Kakak mana?"


"Hm... Om Angga... Om itu sedang dinas!" jawab Maya kikuk. Jangan sampai Crist tau penyebab Kakaknya sakit seperti. Bisa-bisa bocah itu membenci Angga seumur hidupnya. Crist sangat menyayangi Mia, ia akan sangat marah pada siapa saja yang menyakiti Mia.


"Oo gitu, Kakek Jo kan temennya Om Angga. Aku jadi mau ketemu Mom, minta Om Angga anter aku ke rumah Kakek Jo."


"Lain kali ya sayang," Maya berusaha mengalihkan perhatian anaknya. "Kamu belum makan kan? Mau Mommy buatin gado-gado?"


Mata bocah itu berbinar, wajah bule tapi suka makanan lokal. Maya yang membiasakan anaknya makan makanan daerah, contohnya gado-gado.


"Yang banyak kacangnya ya Mom!"


"Siap!" Maya menggiring Crist ke ruang makan.

__ADS_1


🌷🌷🌷


Jack menyelimuti putrinya, Ia mengecup kening Mia sayang. "Butuh sesuatu?"


Mia menggeleng dengan senyuman andalannya. Melihat itu mengapa hati Jack serasa pedih, kenapa anaknya ini selalu di timpa kemalangan? Apa salahnya selama hidup? Hingga Mia harus mengalami banyak hal buruk. Jack menunduk, ia menutup wajah dengan satu tangannya.


"Dad... kenapa?"


"Kenapa... kamu sampai seperti ini?"


Mia terhenyak mendengar pertanyaan Daddynya, ia meraih tangan Jack satunya.


"Look at me, Dad! I'm Ok!" hibur Mia.


Jack langsung memeluk putrinya, begitu berat rasanya melihat Mia menderita. Gadis itu dengan segala kedewasaan dan pengertiannya. Jack tidak terima, mataharinya diperlakukan seperti ini oleh Angga.


"Tinggalkan dia... kembali sama Daddy," ucap Jack pelan. Mia melepas pelukan dengan mata yang membulat.


"Dad..."


"Daddy akan urus perceraian kamu!"


"Dad... ini hidup aku, kami hanya butuh waktu,"


"Kamu mau kembali padanya? Dia sudah selingkuh Mia. Daddy lihat dia merangkul mesra wanita lain!"


"Mereka sahabat, meski aku tidak merangkul Haris atau juga Farel yang merupakan sahabatku,"


"Ck, sahabat? Daddy sepertinya harus memukul kepalanya agar ia sadar umur. Sudah tua banyak tingkah, kurang apa kamu?"


"Dad, aku mau tidur!" Mia menarik selimut hingga bahunya.


"Kamu masih terus membelanya, kamu terlalu baik!" Jack berjalan menuju pintu.


"Aku mencintainya, sama seperti aku mencintai Daddy. Biar aku yang memutuskan ke depannya seperti apa, aku hanya butuh Daddy di sisiku," ucap Mia lirih.


Jack menoleh sambil menghembuskan nafas pelan. "Tidurlah," pria itu pun pergi setelah menutup pintu kamar.


Please rate, vote dan likenya yach!


Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!!

__ADS_1


Mertua udah nyuruh pisah tuh... duh si Om seh!


__ADS_2