
Le Rosey
Jack Dan Maya mengantar Mia sampai asrama. Mia memiliki teman satu kamar yang berasal dari Paris, gadis cantik dengan rambut pirang bernama Samantha. Maya tampak senang puterinya mendapat teman se kamar yang terlihat baik dan ceria, ia beranggapan gadis itu akan membawa dampak positif pada Mia.
"Jaga dirimu baik-baik, hubungi Mommy jika kamu butuh sesuatu," Ucap Maya saat melepas Mia untuk pamit pulang.
"Yes Mom!" Sudut mata Maya basah, untuk pertama kalinya ia akan jauh dari Mia. Dan itu tidak sebentar, Maya memeluk Mia sebelum meninggalkannya sendiri.
Mia berusaha tidak menangis agar sang Mommy bisa tenang tanpa harus khawatir padanya.
Jack merangkul mereka bersama-sama. "Kami selalu ada untuk mu, sayang." Bisik Jack lirih.
Batinnya pun berat untuk melepas Mia, tapi semua ini ia lakukan demi kebaikan gadis itu. Mia melambaikan tangan sambil tersenyum melepas kepergian kedua orang tuanya. Sampai mobil yang membawa Jack dan Maya tidak terlihat, Mia baru kembali ke kamarnya.
"Are you okay?" (Kau baik-baik saja?) Tanya Samantha saat Mia memasuki kamarnya. Gadis itu mengangguk kepala.
"Yes, I am." (Ya, aku baik) Jawab Mia.
"Come, tell me about you!" (Kemari, ceritakan tentang mu!)
"About me?" (Tentangku?)
"Yes, we will be friend. Right?" (Ya, kita akan berteman bukan?)
"Sure," (Tentu) Mia berjalan mendekati Samantha. Mereka duduk saling berhadapan di atas ranjang.
Suara tawa riang saling bersahutan, menghiasi kamar mereka. Tidak butuh waktu lama untuk mereka mengakrabkan diri. Mia dan Samantha menemukan kecocokan pada diri mereka masing-masing.
"Goodnight Mia! Can't wait to school with you." (Selamat malam Mia! Tidak sabar untuk bersekolah denganmu) Samantha mengerlingkan matanya sambil merebahkan tubuhnya pada ranjang.
Gadis itu terkekeh. "Goodnight Sam!" (Selamat malam Sam) Mia pun ikut terlelap menuju dunia mimpi.
🌷🌷🌷
Hotel
Suara langkah kaki terdengar memenuhi lorong kamar hotel. Dengan terburu-buru ia membuka pintu hingga membenturkannya pada tembok.
BRAK
Pak Tarjo berlari menuju kamar mandi, sesuatu ingin keluar karena tertahan cukup lama. Pria tua itu menahan kencing sejak di dalam mobil, ia malu hanya untuk sekedar bilang jika ingin buang air kecil.
Zraaaasssshhh
__ADS_1
Seperti air terjun, suaranya terdengar nyaring hingga keluar kamar mandi. Bara menggelengkan kepala, energinya sudah habis untuk menarik urat hari ini. Pria itu menghempaskan tubuhnya ke sofa, ia memejamkan mata sambil menghembuskan nafas lelah.
Ia merasa lebih tua dari umurnya, sepertinya Bara akan mengumpulkan banyak kerutan ketika kembali ke tanah air. (Hahaha, kasian amat Bang)
Pak Tarjo keluar dengan perasaan lega, seperti saat berhasil mencongkel jerawat yang melenting. Rasanya bahagia sekali. Pandangannya menangkap Bara yang merebahkan diri di sofa dengan mata terpejam. Suara bel pintu terdengar memecah hening, menandakan seseorang datang.
Tidak ingin mengganggu Bara, Pak Tarjo memilih membuka pintu seorang diri. Pelayan hotel berdiri tepat di depan pintu dengan membawa nampan di tangannya.
"Good evening Sir, this is your order! Enjoy," (Selamat sore Tuan, ini pesanan anda. Selamat menikmati) Pelayan tersebut memberikan nampan itu pada Pak Tarjo yang bingung mau menjawab apa.
"Yes, yes... Tengkyu." Ucapnya kikuk seraya menerima nampan.
Pelayan itu pun pergi setelah tersenyum ramah. Pak Tarjo memasuki kamar hotel setelah menutup pintu. Penasaran dengan apa yang ada di balik tutup saji, pria itu pun membukanya.
Matanya melebar saat tau apa isi nampan tersebut. Pak Tarjo menoleh ke arah Bara, ia tersenyum penuh haru. Dibalik sikap ketus dan ucapannya yang kadang pedas, terdapat kehangatan pada diri Bara. Bara memesan seporsi Nasi Padang untuk Pak Tarjo.
Bara berfikir tidak mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru untuk pria tua itu, termasuk masalah perut. Tidak berani mengambil resiko kemungkinan Pak Tarjo akan sakit, akhirnya ia memesan Nasi Padang khusus langsung pada Koki Hotel tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.
Saya semakin yakin, kamu memang calon menantu yang baik. Batin Pak Tarjo.
Dengan khidmat ia memakan Nasi Padang ala Hotel itu.
🌷🌷🌷
Le Rosey
"Introduce yourself please!" (Silahkan perkenalkan dirimu!)
"Hai, My name is Mia Shopia Adinata, just call me Mia. And I'm from Indonesian, nice to meet you!" (Hai, namaku Mia Shopia Adinata, panggil saja Mia. Dan aku berasal dari Indonesia, senang berkenalan dengan kalian!)
Semua murid memberikan tepuk tangan seraya Mia kembali ke kursinya, Samantha berbisik di belakang Mia.
"Are you an Asian?" (Kau orang Asia?)
"My Dad is European and my Mom is Asian." (Ayahku eropa dan ibuku asia ) Mia berkata dengan senyum simpul.
Samantha tampak mangut-mangut tanda mengerti.
"Our camp is often on vacation to various countries, including Indonesian." (Kamp kami sering berlibur ke berbagai negara, termasuk Indonesia.) Seru Samantha membuat Mia berbinar.
"Really?" (Sungguh?)
"Yes, last year we went to Jogja." (Ya, tahun kemarin kami ke Jogja.)
__ADS_1
"Cool!" (Keren!) Mia senang, berarti ia akan bertemu dengan Laras nanti saat liburan musim panas.
Ada-ada saja, baru masuk sekolah Mia sudah rindu tanah air. Semenakjubkan apapun tempat yang kini ia pijak, tidak dapat mengganti hatinya yang sudah terpaut di tanah kelahirannya. Di tambah ada sabahatnya di sana.
Apa kabarmu Laras? Nanti malam aku akan mengajaknya video call. Kangen banget sama tuh anak.
Mendadak Mia teringat dengan Angga, alasan mengapa ia pergi ke Negeri madu tersebut.
Om... Apa kamu sudah menikah sekarang? Mungkin saja.
Mia mengusir pikirannya yang menjadi tidak pada tempatnya. Ia harus melupakan pria itu, di sini ia berharap dapat melakukan itu.
🌷🌷🌷
Hotel
(Ini masih di hari yang sama saat Bara memesan Nasi Padang)
Ponsel Bara memutus atensi Pak Tarjo yang sedang asik menyantap Nasi Padang. Dengan terpogoh-pogoh ia mencuci tangan dan mendekati Bara untuk membangunkannya.
"Nak Bara!" Pria tua itu menepuk lengan Bara kemudian menggoyangkannya saat tidak mendapat respon.
"Nak Bara, ponselnya bunyi terus!" Pak Tarjo masih berusaha membangunkan pria muda itu.
"Hmm?" Akhirnya Bara pun menggeliat, matanya yang terpejam menyipit kemudian mengerjap.
Ia menegapkan tubuhnya yang tadinya terbaring. Mengusap mata yang sulit untuk terbuka, rasa kantuk masih sangat terasa.
"Ada apa pak?" Ucapnya pelan.
"Ponsel mu berbunyi terus Nak, barangkali penting,"
Ucapan Pak Tarjo sontak membuatnya melebarkan mata sempurna. Ia lupa jika Tuannya akan menyusul ke Swiss, dengan sigap ia menyambar ponselnya.
"Pak, kita ke Bandara! Tuan sudah sampai Swiss!" Ujar Bara sesaat setelah melihat pesan dari Angga.
Please rate, vote dan likenya yach!
Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!
Eng, ing, eng... Om ganteng udah sampe. Apa yang bakal si Om lakuin neh?
Penasaran?? sama donk author juga penasaran. 😂😂😂
__ADS_1
Terus ikuti kisah Mia ya, salam sayang dari akoohhh... 😘😘😘