
Mia benar-benar seperti mayat hidup yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali, hanya air matanya yang terus menetes mengiringi rasa penyesalannya begitu bodoh mempercayai Raisa.
Siapa saja, tolong aku! Batin Mia menjerit.
Usapan lembut pada pipi menyadarkan Mia yang memikirkan nasibnya. “Jangan nangis baby, gue bener-bener gak akan kasar.” Ucap Doni lembut.
Tatapan heran Mia berikan padanya, tadi Mia sempat mendengar bahwa pria didepannya ini ingin menjadikannya pacar. Terbersit ide dikepala Mia.
“Tadi, aku denger kamu mau jadi pacar aku.” Ucapnya lirih.
“Apa? Loe denger?” Mia menganggukan kepala.
“Aku mau jadi pacar kamu.” Mia menahan malu, untuk pertama kalinya ia menembak seorang pria dalam keadaan setengah telanjang.
Raut wajah Doni berubah drastis, mimpi apa semalam dia akan mempunyai pacar seorang gadis yang langsung disukainya saat pandangan pertama. “Loe- loe serius?”
“Tapi…” sambung Mia.
Doni mengeryitkan dahi. “Tapi apa?”
“Lepasin aku… masa kamu sandera pacar sendiri?” Mia bernegosiasi menatap pintu kamar yang masih tertutup. “Kamu mau temen kamu sentuh pacar kamu?” pandangannya kembali pada Doni, memberikan tatapan memelas.
Sejenak suasana hening, Doni tampak berfikir sambil sesekali memandang Mia dan pintu berulang kali.
“Ok, wait minutes!” Doni tersenyum manis, dia mengecup sekilas bibir Mia sebelum beranjak dari ranjang.
Mia sampai membelalakan mata dengan mulut menganga mendapatkan serangan mendadak dari Doni. Doni seolah lupa akan tugasnya bahkan sepertinya sudah tidak perduli lagi.
__ADS_1
“Jadi loe sekarang pacar gue?” Doni kembali bertanya menghadap Mia, disaat yang bersamaan pintu terbuka dengan keras.
BRAK
Disusul dengan sebuah tinju melayang mengenai rahang Doni hingga pria itu tersungkur.
BUAGH
“In your dream! You’r f*ck*ng ash*le, dia calon istriku!!!” Angga berteriak dengan nafas memburu.
Matanya merah karena marah. Dengan liar ia mencari keberadaan Mia di setiap sudut ruangan, hatinya mencelos saat pandangannya jatuh pada Mia yang hampir telanjang.
“Oh God, Mia!” Angga segera berjalan kearah Mia, ia mengambil selimut dan menutupi tubuhnya.
Mia yang setengah sadar melihat sosok yang telah membuatnya patah hati seperti mimpi. “Om… saat seperti ini pun kau selalu datang mengganggu ku.” Ucapnya sambil tersenyum.
Angga Memeluk erat tubuh Mia sambil mengecupi puncak kepalanya bertubi-tubi. “Maafkan aku datang terlambat sayang,” Angga mendongakan wajah Mia dengan meraih dagunya. “Dan aku bukan mengganggu, tapi menolongmu!”
“Mungkin ini takdir Tuhan agar kau tidak lari lagi dariku.” Angga berkata dengan serius.
🌷🌷🌷
Flashback On.
Sastroadji Group
“Tuan, Hari ini anda ada Meeting di Hotel ***” Bara memberitahukan jadwal Angga.
__ADS_1
Pria itu memutar kursi kebesarannya lalu beranjak dari sana. “Kita berangkat sekarang!”
Hotel***
30 menit kemudian mereka pun sampai ke Hotel ***. Bara berjalan mengikuti Angga dari belakang memasuki Lobi Hotel, “Pesankan aku satu kamar, aku ingin istirahat sejenak sebelum Meeting dimulai!” Angga berjalan meninggalkan Bara yang ingin reservasi.
Berjalan pelan sambil mengedarkan pandangan menikmati arsitektur classic pada Hotel, matanya menangkap sosok seseorang yang dikenalnya. “Mia…?”
Gadis itu terlihat mondar mandir, sesekali melihat ke arah receptionist dengan raut wajah khawatir kemudian masuk kembali ke dalam Hotel dengan tergesa-gesa. Setelah yakin jika itu Mia, Angga mengejarnya masuk ke dalam. Tapi terlambat karena ia kehilangan jejak.
“Sh***! Kemana dia pergi? Sedang apa disini?” Angga mengumpat.
Segera setelah itu ia menghampiri Bara dengan setengah berlari. “Bara, minta pihak Hotel untuk mengecek CCTV! Mia ada disini!” ucapnya gusar.
“A-Apa Tuan? Tapi akan sulit, ini termasuk privasi Hotel.” Bara terkejut dengan permintaan Tuannya yang tiba-tiba.
Angga mencengkeram kerah baju Bara. “Jika terjadi sesuatu dengan gadisku, kau akan tau akibatnya!”
“Sesuai dengan keinginan anda, Tuan.” Bara mengangkat tangannya tanda menyerah.
Butuh waktu 30 menit hingga sosok Mia yang memasuki kamar Hotel terlihat di layar. Pihak Hotel sempat keberatan memenuhi permintaan Angga. Angga sampai mengancam untuk membeli Hotel itu jika tidak diberikan ijin dan akan memecat semua karyawan disana.
Angga segera berlari ke kamar yang Mia masuki, dan di waktu bersamaan Andrew keluar dari kamar tersebut. Terjadilah baku hantam cukup memakan waktu karena Andrew pandai bela diri.
BRUK
Suara tubuh Andrew yang ambruk oleh pukulan telak Angga, Bara yang di belakangnya hanya bisa meringis ngilu melihat keadaan Andrew yang babak belur. Angga segera menuju pintu dan saat sedikit pintu terbuka terdengar suara seseorang yang membuatnya naik pitam.
__ADS_1
“Jadi loe sekarang pacar gue?”
Flashback Off.