Cintaku Berat Di Timbangan

Cintaku Berat Di Timbangan
CBT 22


__ADS_3

BRAK


Suara gebrakan meja mengagetkan sebagian siswa di kantin. Mia memekik melihat reaksi Laras yang berlebihan.


"Laras!" desis Mia.


"Sorry, gue cuma kaget aja. Kok bisa si Om ganteng gak ngenalin lo?" Laras menggaruk tengkuknya malu.


"Wajar seh, gue gak salahin dia dengan keadaan gue saat ini," Mia menghela nafas lelah.


Mata laras menyipit tidak suka, ia paling benci bila sudah membahas yang menjurus ke fisik.


"Emangnya kenapa keadaan lo?" nada Laras dingin.


"Gak perlu gue jelasin, lo pasti ngerti!" Mia berkata sambil memainkan minuman di depannya.


"Look at me Mia!" Laras memegang pundak Mia dan menggoyangnya. "Lo sempurna asal lo tau, lo punya banyak kelebihan yang gak gue punya bahkan murid lain di Sekolah ini."


"I know, makasih... tapi beneran. Bukan itu yang gue maksud," Mia berusaha membuat Laras tenang. Dia sungguh tidak ingin di tatap kasihan oleh sahabatnya.


"Mending kita makan bento yang Mommy gue bikin!" Mia berhasil mengalihkan perhatian Laras dari pembicaraan yang mungkin akan membuatnya lelah.

__ADS_1


"Gue tau lo mengalihkan perhatian gue, dan lo berhasil! Kita terusin nanti ngobrolin Om nyebelin lo itu!"


Mia hanya bisa terkekeh mendengar Laras yang mengoceh.


"Om siapa?" Haris duduk di samping Mia diikuti Farel yang memilih duduk berhadapan dengan Mia. Haris sendiri kaget dengan keberadaan Farel di belakangnya.


"Ngapain lo kesini! Mau ngebully Mia lagi?" Laras bangkit dari duduknya sambil membuat kuda-kuda untuk memukul Farel.


"Laras, udah. Gue sama Farel udah baikan kok!" Mia melerai Laras dengan memegang tangannya.


"Iya gue udah minta maaf sama Mia, dan dia udah maafin gue." Farel berucap dengan penuh percaya diri.


"Gue tau gue salah, dan gue nyesel. Gue udah minta maaf terus lo mau apa lagi?" Farel mulai terpancing emosi, dia memaklumi respon Laras yang tidak terima. Tapi Farel juga tidak suka bila terus dipojokkan.


Mia berusaha menenangkan Laras dengan memberikan pengertian. Bukankah lebih baik memaafkan dibanding menaruh dendam terus menerus. Laras mulai lunak dan menerima keadaan, meski rasa kesalnya belum memudar.


Haris yang melihat itu semakin kagum dengan Mia, ia memiliki hati yang sangat lapang bisa memaafkan Farel. Mungkin dia tidak akan bisa begitu jika di posisi Mia.


Baik banget seh lo, bikin gue makin suka. Batin Haris.


Haris menatap Mia dengan lembut, sikapnya tidak luput dari perhatian Farel. Tidak lama tampak Farel tersenyum jahil.

__ADS_1


"Mia, makasih ya coklatnya," Farel berkata dengan cukup keras hingga membuat Laras dan Haris menoleh.


"Coklat? Lo kasih coklat ke dia?" Laras sewot.


"Iya, kemarin dia udah kasih tumpangan sampe rumah. Ya udah gue kasih coklat sebagai timbal balik." Mia mulai membuka kotak bekalnya.


"Gue gak dikasih coklat." rengek Haris.


Iya nanti semua gue kasih coklat, biar adil," jelas Mia.


Ampun deh badan doank pada gede tapi pikiran kayak anak kecil, masalah coklat aja iri-irian.


Mata Haris menatap tajam Farel yang seolah mengajaknya bersaing mendapatkan hati Mia.


"Dari pada ribut mending kita makan, neh bento buatan Mommy Maya!"


Mereka bertiga menatap takjub pada bekal yang dibawa Mia, sungguh menggugah selera.


Yeay, Akhirnya dapet juga visual Mia endut emes2 cantik. Ini dia Mia Shopia Adinata!


__ADS_1


__ADS_2