
Kediaman Raisa Reena Wijaya
Segerombolan gadis sedang tertawa terbahak-bahak, mereka sedang membicarakan sesuatu yang menyenangkan.
"Raisa, gimana si gendut? Jadi lo ngerjain dia?" Tanya salah satu teman gengnya. Mereka sedang di rumah Raisa.
Sambil menghisap rokok, menghembuskan asap dari hidung. "Hm, jadi donk! Buat kenang-kenangan dia nanti di Swiss."
Teman Raisa berdecak sebal. "Beruntung banget ya hidupnya, lahir di keluarga super kaya. Pindah sekolah aja ke Swiss."
Raisa terkekeh. "Ngapain iri sama buntelan, gak level!
"Tapi klo kurus dikit aja tuh Mia cantik banget." Celetuk teman Raisa membuat tuan rumah langsung mendelik tajam.
"Maksud lo? Cantikan dia dari pada gue! Raisa berkacak pinggang.
"B-bukan, cantikan lo lha... Jauh." Jawabnya kikuk. Takut kena omelan tuan rumah.
"Good girl!" Raisa kembali menghisap rokoknya.
"Lo deket lagi sama Satria?"
Seringai licik tersungging di bibir Raisa. "Iya, Farel gak kasih gue jatah. Ya udah gue ke Satria, dan Gue juga minta bantuan Satria buat misi kali ini."
__ADS_1
Salah satu teman Raisa mendadak iba pada Mia yang dijadikan target. "Lo cuma gertak aja kan? Gak beneran mau-"
"Apa peduli lo? Lo jadi kasian sama dia? Lo bisa out dari kita!" Ucapnya mendesis mengancam.
Lawan bicaranya pun akhirnya menutup mulut rapat-rapat. Ia tidak mau dikeluarkan dari geng Raisa yang begitu famous di sekolah. Dan tidak mau berakhir menjadi bulanan-bulanan Raisa kelak.
Raisa terkekeh meremehkan melihat temannya yang tidak berkutik. "Gue mau kasih kenangannya hari ini, gue udah hubungin Satria and Gue tinggal duduk manis nunggu hasil sempurna!"
Ucapan Raisa membuat bulu kuduk sang teman meremang. Dia tidak bisa membayangkan seburuk apa nanti yang akan menimpa Mia.
Raisa sengaja mendekati Mia agar ke depannya mendapatkan kepercayaan dari gadis gendut itu sekaligus merusak persahabatan Mia dengan Laras yang menurut Raisa dapat mengganggu berjalannya rencana.
Laras terlalu dekat dengan Mia, selalu ada di dekatnya maka dari itu Raisa memonopoli Mia agar Laras kesal dan marah. Pelajaran ke dua tadi ia melihat Laras yang pergi dari sekolah. Rasa senangnya membuncah tidak terkira, tidak butuh lama merusak tali yang mereka jalin. Hanya 3 hari... 3 hari untuk membuat Mia hancur berkeping-keping.
📞"Udah siap semuanya?" Tanya Raisa.
📞"Ready, loe suruh aja langsung ke kamar 108." Jawab Satria.
📞"Loe gak ikutan eksekusi kan?" Raisa merasa tidak enak, membayangkan lelaki 1 ranjangnya bermain dengan wanita lain. Wanita yang paling ia benci pula.
📞"Tergantung gimana orangnya, klo wort it kenapa enggak?" Jawabnya main-main.
📞"Jangan bercanda ya! Lo udah ada gue! Masih kurang?" Teriak Raisa.
__ADS_1
📞"Lo udah ada Farel, gue cuma selingan." Jawabnya acuh.
📞"SATRIA!" Bentak Raisa.
📞"Ok, fine! Gue gak sentuh dia." Telpon pun terputus meninggalkan Raisa yang masih dikuasai emosi.
Apa bagusnya seh tuh cewek gendut sialan!
🌷🌷🌷
Kediaman Jack Adinata
Mia pulang dengan perasaan gundah, semuanya kacau. Laras yang marah padanya karena tidak menjawab pertanyaan dan Raisa yang membatalkan janji sepihak. Ini benar-benar membuatnya tidak tenang. Jika tau Raisa akan membatalkan rencana, mungkin ia dan Laras akan baik-baik saja sekarang.
Apa mungkin Raisa sengaja?
Mia langsung menggelengkan kepala mengusir fikiran buruknya pada Raisa.
Tidak, dia sudah baik sekarang. Gak mungkin tega berbuat begitu!
Dengan berat, ia menyeret kakinya menuju kamar. Dihempaskan tas ke sembarang tempat sebelum melompat pada ranjang empuk kesukaannya.
Please rate, vote dan likenya yach!!
__ADS_1
Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!