
Mata Mia berbinar ketika membuka kotak bekalnya. "Yummy, bento kesukaan ku!"
Sebenarnya apapun yang Maya masak menjadi makanan kesukaannya. Dengan teratur Mia melahap bento sambil membaca dan menulis rumus. Mia makan dengan tenang tanpa suara matanya focus pada buku pelajaran, saat ingin mengambil bento terakhir dahi Mia mengkerut.
Ia meraba setiap sudut kotak bekal dengan sumpit tanpa melihatnya.
"Kosong? Tadi aku hitung ada 10 bento, dan masuk ke mulut baru 9." Gumam Mia.
"Lo hitung bentonya sambil makan?" Suara familiar membuat Mia membulatkan mata. Mia segera menoleh, melihat orang itu sedang memakan bento ke 10 miliknya.
"Farel?"
"Enak, beli dimana?" Farel mengulum jarinya menikmati sisa bento.
Mia terhenyak sesaat kemudian terdiam. Ia kesal bento kesukaannya di makan oleh Farel tanpa ijin. Mia merapikan buku dan kotak bekalnya, Farel menatap heran. Mia beranjak dari tempat duduk hendak pergi namun Farel menahan tangannya.
"Mau kemana?"
"Itu bento buatan Mommy gue, dan gue mau ke kelas." Mia berkata dengan datar.
"Gue?"
"Gue cuma ngimbangin cara lo manggil gue, salah?" Mia mendongakkan wajah menatap dingin Farel. "Dan kita ga sedekat itu untuk sekedar manggil 'aku' 'kamu'."
Farel mengatupkan bibirnya. Biasanya selalu mengejek Mia, merendahkan setelah semua kebohongannya terbongkar, panggilan aku kamu pun berubah menjadi gue, lo saat itu juga.
Mia melepaskan cekalan tangan Farel tapi Farel tidak bergeming. "Lepasin! Gue ma-"
__ADS_1
"Maaf... gue minta maaf," Kata-kata Farel menghentikan Mia.
"Gue salah dan gue minta maaf," Farel mengucapkan maaf dengan tulus, mata nya memindai wajah Mia dengan seksama.
Manik abu-abu muda dengan bulu mata panjangnya, hidung mancung dan bibir agak tebal terkesan sexy berwarna merah pucat membuat Farel tertegun sesaat. Pipi Mia yang chabi membuatnya terlihat menggemaskan, ingin rasanya mengusap pipi itu.
Tiba-tiba Farel merasakan debaran aneh.
Deg.
Deg.
Deg.
Farel sontak melepas tangannya, ia menyentuh dada yang berdebar. Mia mengeryit bingung. "Are you Ok?"
"Dasar Bit*h! Ga sadar diri lo deketin pacar gue?" Raisa menatap Mia dengan nyalang. Ia marah melihat Farel bersama Mia, gadis gendut yang buruk rupa menurutnya.
"Raisa, apa-apaan seh?" Hardik Farel.
"Kamu bentak aku Babe? Karena cewek j*lang ini?" Raisa berkata sambil menunjuk Mia. Mia memejamkan mata, berusaha menahan emosi.
"Raisa!" Farel mulai kesal, ia tidak mau usaha minta maafnya kacau karena ucapan kasar Raisa.
"Kenapa? Kamu sendiri yang bilang klo cewek ini jelek, bikin rusak pemandangan ngabis-ngabisin ruang karena badannya yang gendut."
Farel panik, tidak menyangka Raisa akan membongkar semua yang pernah ia katakan. Dengan perasaan kacau Farel memandang Mia yang sejak tadi diam.
__ADS_1
"Udah puas belum caci maki gue?" Mia memandang datar 2 orang yang berhasil menghancurkan mood-nya. "Klo udah, gue mau ke kelas." Mia pun pergi.
Farel mendesah kasar dan meremas rambutnya frustasi. Raisa bingung dengan sikap Farel.
"Kamu kenapa seh Babe? Kamu ngapain juga berduaan sama si gendut itu?"
"Diam!" Farel menggeram.
"A-apa?"
"Lo udah kacauin semuanya!"
Raisa masih tidak mengerti maksud Farel, biasanya Farel selalu berkata lembut dan memanggilnya 'aku' 'kamu'. Tapi sekarang Raisa seperti tidak mengenal Farel. Ia malah memikirkan hal yang membuat Farel merutuki semua sikap buruknya pada Mia.
"Ah, aku tau... kamu mau pura-pura suka lagi sama dia? Kamu taruhan lagi sama geng motor kamu?"
"Sejelek itu ya ternyata image gw selama ini, bahkan lo sendiri mikir klo gue bakal lakuin hal buruk itu lagi."
"Maksud kamu apa seh Babe?"
"Kemarin malam gue di begal, dan Mia nyelametin gue yang hampir mati. Loe tau? Gue hampir M.A.T.I. klo gak ada dia waktu itu." Raisa terdiam, berusaha mencerna ucapan Farel.
"Gue mau bilang makasih dan minta maaf atas semua kesalahan gue sama dia dan semua kacau gara-gara lo," Farel berjalan meninggalkan Raisa yang masih mematung.
Saat langkah ke tiga Farel menoleh pada Raisa "Klo lo masih mandang gue, mulai sekarang jaga sikap lo!"
Please rate, vote dan likenya yach!
__ADS_1
Sertakan comment kamu agar aku lebih baik lagi, Enjoy!