Cintaku Berat Di Timbangan

Cintaku Berat Di Timbangan
CBT 32


__ADS_3

Mia menundukkan kepala sambil menyentuh bibirnya yang sudah tidak perawan lagi. First kiss miliknya telah diambil oleh Angga. Wajah Mia merah hingga ke telinga, rasanya tidak sanggup untuk mendongakkan muka karena malu. Secara sadar ia menikmati ciuman itu.


Dasar tidak tau malu kamu Mia, kamu menikmatinya! Ya ampunnn...


Angga memperhatikan Mia yang terus menunduk. Ia mendekat dan memegang kedua bahu Mia.


"Hei, kamu kenapa? Mau Om cium lagi?" Goda Angga.


"Maksud Om apa...?


Sebelah alis Angga terangkat. "Apa?"


"Apa maksud Om mencium ku? Om mengambil ciuman pertamaku!"


Benarkah itu ciuman pertamanya? Berarti pria tadi bukan siapa-siapa Mia. Batin Angga.


"Jadi, Om yang pertama untuk mu?" Angga tersenyum jahil.


Mia terdiam, ia enggan menjawab pertanyaan seolah hanya gurauan itu. Membuat Mia geram.


"Lucu ya, menurut Om lucu?" Mia akhirnya menatap Angga kesal. Ia menepis lengan Angga di bahunya.


"Mia, kamu marah?"


"Menurut Om?"


Ada kilatan amarah di mata Mia, Angga lagi-lagi membuat gadis itu tersinggung. Salahkan dirinya yang selalu terlalu percaya diri.


"Maaf, Om lancang. Om terpaksa melakukannya supaya kamu mau dengar penjelasan Om." Ucap Angga lirih sambil kembali mendekati Mia. "Dan Om gak mau kamu nyerah, kamu gak boleh berhenti menyukai Om."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Karena Om suka kamu..."


Angga mengutarakan perasaannya yang aneh semenjak terakhir mereka bertemu. Pertemuan yang membuatnya berdebar merasakan jantung yang berpacu karena rindu. Tanpa ia sadari, Angga selalu memikirkan Mia setelah pertemuannya di Cafe. Meski saat itu ia mengenalnya sebagai Sophia.


Kini Angga merasakan lagi perasaan yang sempat ia rasakan dulu pada Maya. Katakanlah ia pedophil, menyukai gadis dibawah umur. Angga sama sekali tidak perduli. Baginya Mia sudah menjadi seorang wanita dewasa. Begitulah cinta membuat siapa saja buta. Hingga ia lupa statusnya saat ini, lupa akan keberadaan Hani sebagai tunangannya.


"Om bohong, aku gak percaya!"


"Sejak terakhir kita ketemu, kamu sebagai Sophia... Om selalu memikirkan mu." Angga mengambil tangan Mia dan menaruh pada dadanya. "Dengar... Ini suara jantung Om saat dekat dengan mu, Mia."


Mia merasakan debaran jantung Angga yang bergemuruh, tatapannya jatuh pada tangan yang ada di dada Angga kemudian wajahnya. Ia memandang Angga yang menatap Mia dalam. Mereka saling diam sesaat.


"Om..."


"Ya."


"Jangan permainkan aku, aku sudah cukup sakit hati om."


Angga membawa Mia kedalam pelukannya, mendekap erat dan mengusap punggung gadis itu dengan lembut.


Mia tidak melawan, ia menikmati dekapan Angga. Hangat dan nyaman, dekapan yang selama ini menjadi mimpinya disaat malam. Mereka berpelukan menikmati rasa yang ada di hati masing-masing. Mia melingkarkan tangan pada pinggang Angga sambil memejamkan matanya.


Namun semua keindahan itu harus berakhir saat suara seorang wanita menyadarkan mereka.


"Sayang..."


Angga dan Mia menoleh pada asal suara. Mata Angga terbelalak saat tahu siapa yang memanggilnya.


"Hani."


"Ap-apa yang kau lakukan!" Nada bicara Hani meninggi.

__ADS_1


Mia menatap bingung pada wanita itu, ditambah saat Angga segera melepas pelukannya.


Angga mendekati Hani. "Nanti aku jelaskan, kita pulang ya!"


Kita pulang bersama? Hati Mia mencelos mendengarnya, apa hubungan mereka? Sampai bisa pulang bersama.


"Siapa anda?" Mia akhirnya bertanya, ia sudah cukup dikejutkan oleh kejadian hari ini.


Hani menatap nyalang pada Mia, dia melangkah mendekati Mia namun ditahan oleh Angga. Hani berusaha menepis tangan Angga namun nihil.


"Kamu tanya siapa aku? Kamu yang siapa? Berani-beraninya menggoda calon suamiku!" Hani berteriak.


"Hani! Stop!"


Bagai di pukul dengan godam besar, tubuhnya serasa remuk redam. Lemas dan sakit. Tubuh Mia serasa kehilangan tulang untuk menopangnya berdiri.


Angga bingung sendiri, dia tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Sekarang apa yang harus dia lakukan? Mia masih terdiam, mencerna semuanya. Angga berusaha menggapai Mia yang langsung menghindar darinya.


"Mia, Om banyak salah sama kamu. Tapi tolong... jangan ragukan Om, Om akan selesaikan semuanya."


"Angga! Maksud kamu apa? Kita akan menikah 3 bulan lagi kalo kamu lupa!" Hani histeris.


"Shut up Hani! Sekarang lebih baik kamu pulang!" Teriak Angga.


"Mia, syukurlah Mommy mencari mu kemana-mana!" Maya sebagai juru penyelamat datang, Mia sungguh bahagia sang Mommy menemukannya.


"Maya..."


"Tetap di sana Tuan Angga." Maya mengancam sambil menarik Mia kepadanya. Maya datang dengan beberapa bodyguard.


"Kami akan datang ke acara pernikahan anda!." Maya melempar sebuah undangan hingga mengenai kaki Angga.

__ADS_1


Please rate, vote dan likenya yach!!


Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!


__ADS_2