
Ketika di sekolah pun kini Raisa sering ke kelas Mia, untuk sekedar mengajak makan bareng di kantin atau membaca di perpustakaan. Mia merasakan perubahan positif pada Raisa, ia senang akan hal itu.
Hingga Mia tanpa sadar menjaga jarak pada Farel karena merasa tidak enak pada Raisa. Tidak lupa waktunya dengan Laras dan Haris yang berkurang karena Raisa yang lebih mendominasinya kali ini.
"Mana Mia?" Haris baru saja kembali dari ruang guru mengantar tugas remedialnya. (Makanya belajar yang bener, Haris)
"Diculik sama kunti." Laras menjawab sambil merebahkan kepalanya pada meja. Mukanya datar seperti penggaris besi Haris.
"Kuntilanak?" Haris menengok kesana kemari sambil mengusap tangannya merinding. "Serius lo? Siang gini ada kunti?"
"Iya, kuntilanak Raisa!" Haris langsung memukul kepala Laras dengan buku matematika yang sudah ia tekuk membentuk tabung.
"Asem lo Har!" Laras beranjak berdiri mengusap kepalanya linu.
"Gue manis, semanis madu kali." Haris tersenyum jenaka.
"Madu racun iya!" Laras tidak mengubris Haris dengan tampang konyolnya.
"Raisa kesambet ya? dia jadi tiba-tiba baik." Haris menatap Mia dan Raisa dari kejauhan.
Laras ikut memandang kearah tatapan Haris. "Gue gak tau, gue cuma takut dia ada niat buruk sama Mia dibalik kebaikannya itu." Helaan nafas lelah terdengar.
__ADS_1
Tidak ada yang salah dengan pemikiran Laras. Ia hanya ingin waspada, semua orang bisa berubah. Dari jahat jadi baik, tergantung pribadi masing-masing. Dan Laras tidak memungkiri ada yang hanya kedok untuk menutupi niat sebenarnya. Dan Laras takut Raisa termasuk dari orang tersebut.
"Orang baik, selalu di kelilingi orang baik pula. Jadi lo tenang aja! Kalau pun terjadi hal yang tidak diinginkan. Tuhan pasti sudah menyiapkan jalan untuknya." Haris dengan nasehatnya membuat Laras membuka mulut tidak percaya.
"Tumben lo bijak, lagi kesambet Mario teguh lo ya?" Laras geli sendiri.
Haris mendengus kesal mendapat respon kekehan dari Laras. "Lo ngerusak moment bijak gue!" Haris duduk di kursinya dengan kasar.
Sebelum bel berbunyi, Mia sudah kembali ke kelas. Ia menatap 2 temannya yang terdiam sedari tadi.
"Pada diem? Sariawan ya?" Pancing Mia.
Rasa kesal karena diabaikan selama 3 hari tidak membuat Laras bisa mendiamkan Mia begitu saja. Laras mencoba berdamai dan mengurangi egonya. Ia menoleh sambil tersenyum manis.
"Lo kenapa? Marah karena Raisa deketin gue?" Celetuk Mia.
"Gak, ngapain marah. Kan lo seneng. Gue seneng klo lo seneng!" Laras makin melantur. Bukannya terlihat baik malah seolah mengajak ribut.
"Laras, Raisa deket sama gue karena ngerasa bersalah selama ini. Gue seneng karena dia berubah jadi lebih baik. Bukan buat gue doank, tapi buat diri dia sendiri." Jelas Mia.
"Tapi lo cuekin gue 3 hari, setengah minggu sebelum lo pergi! Lo gak anggep gue apa?" Laras mulai emosi. Dia kesal karena Raisa mengambil waktu berharganya dengan Mia yang sebentar lagi pindah.
__ADS_1
"Gue gak cuekin lo!" Mia berusaha menjaga nadanya agar tidak terpancing Laras yang sudah meninggikan suara.
"You did!" Laras mengepalkan tangan "Gue tanya! Hari ini lo pergi lagi sama dia?"
Mia terdiam, Raisa mengajaknya untuk ke toko buku sepulang sekolah. Dia bilang ingin mencari buku untuk adiknya yang akan ulangan.
"Jawab!" Haris sampai menengok melihat Laras yang mulai tidak terkendali.
"Laras, jangan ribut! Apaan seh lo? Ini dikelas, dikit lagi guru masuk." Haris berbisik.
Dia tidak enak dengan Mia yang terlihat terintimidasi, tapi Haris juga kesal karena Mia terkesan mementingkan Raisa 3 hari ini. Raisa selalu mengajaknya pulang bareng, sedangkan Mia. Haris tau dia orangnya tidak enakan.
Melihat sahabatnya yang tidak kunjung mengeluarkan suara membuat hatinya patah. Laras tau jawabannya.
"I'm done!" Laras pergi meninggalkan kelas sambil membawa tas tanpa perduli guru yang akan masuk.
"Laras! Mau kemana? Laras!!!" Mia berusaha mengejar dan memanggilnya, tapi Laras tidak perduli. Dia mempercepat langkahnya sambil mengusap pipi karena air matanya yang mengalir tanpa permisi.
Mia menatap sedih punggung Laras yang semakin menjauh, dia tidak mau begini. Mereka tidak pernah beda pendapat hingga hari ini tiba. Untuk pertama kali, Laras pergi meninggalkannya.
Please rate, vote dan likenya yach!!
__ADS_1
Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!