Cintaku Berat Di Timbangan

Cintaku Berat Di Timbangan
CBT 27


__ADS_3

Angga melihat Mia yang sudah berada di dalam mobil. Kini ia berlari untuk mengejar mobil yang sudah menyala dan akan pergi. Angga berteriak memanggil nama Mia.


"Mia... Mia... Tunggu Mia!!!"


Namun terlambat, Mia dan Haris tidak mendengar teriakannya. Hingga pergi begitu saja meninggalkan Angga yang terengah-engah karena berlari.


Angga menetralkan nafasnya yang memburu, mencoba menenangkan jantungnya yang sempat berpacu dengan cepat. Ia menekan ponsel dan menelpon seseorang.


[Cari alamat Jack Adinata, sekarang!]


Tanpa menunggu jawaban dari yang bersangkutan, Angga memutus telepon secara sepihak. Bara mendengus kesal menerima telpon dari Tuannya.


Selalu, tidak terbantahkan. Batinnya.


🌷🌷🌷


Kediaman Jack Adinata


"Makasih banyak ya, Haris." Ucap Mia tulus.


"Sama-sama. Klo ada apa-apa jangan pernah sungkan hubungin gue. Ok!"


"Siap!" Mia memberi hormat seperti saat upacara hari senin. Haris terkekeh kemudian pamit dan melambaikan tangan sebelum pergi.


Mia memasuki rumah setelah memastikan mobil Haris sudah tidak tampak di penglihatannya.


"Kakak!" Cristhoper berseru riang sambil berlari saat melihat Mia.


"Hai Crist!" Mia memeluk Cristhoper dan menciumi pipi gembul adiknya itu.

__ADS_1


"Stop kakak, geli!" Crist menjauhkan wajah Mia darinya. Mia mengedarkan pandangan mencari Maya.


"Mommy mana?"


"Dikamar, sedang terima telepon dari tadi belum selesai." Cristhoper mengerucutkan bibirnya kesal. Mia terkikik geli melihat adiknya yang merajuk.


"Jangan cemberut, nanti gantengnya hilang."


"Biarin, biar cewe-cewe di sekolah gak gangguin aku!"


Ya ampun, adiknya narsis sekali. Mulut Mia sampai menganga mendengar adiknya yang memuji diri sendiri. Pasti narsisnya turun dari sang Daddy.


"Kakak ke kamar Mommy dulu ya, kamu tunggu di kamar kakak!"


"Ok kak."


Mia menaiki tangga dengan perlahan, sedangkan Cristhoper melesat cepat menuju kamarnya. Sampai di depan kamar sang Mommy, Mia memanggilnya. "Mom..."


[Daddy, nanti di sambung lagi ya. Mia sudah pulang.]


[ ...]


[Ok, love you more. Bye!]


Maya menghampiri Mia setelah menutup teleponnya. "Iya sayang, kebetulan Mommy mau bilang sesuatu,"


"Ada apa Mom?"


"Nanti malam ada pesta pembukaan perusahaan Daddy yang baru, kamu ikut ya!"

__ADS_1


"Hm..."


"Ayolah, kamu gak pernah mau ikut klo ada acara gini."


Bukan apa-apa, Mia kurang suka menjadi sorotan. Sebagai anak seorang Jack Adinata bukan tidak mungkin keberadaanya menjadi pusat perhatian. Banyak karyawan yang penasaran dan ingin bertemu dengannya selaku anak Bos mereka. Karena Mia selama ini selalu mangkir jika ada acara besar.


"Mommy kan tau kenapa aku gak mau ikut."


Maya menghela nafas, ia tidak bisa memaksa anaknya untuk datang jika itu membuatnya tidak nyaman.


"Baiklah, kamu gak usah datang jika tidak mau."


"Mommy marah?"


"Tidak, tentu saja tidak sayang. Lakukan apa yang menurut mu baik!"


Melihat raut wajah Maya yang berubah sendu membuat Mia tidak enak hati. Mungkin tidak apa-apa jika kali ini ia datang.


"Aku akan datang Mom."


"Kamu... Serius?" Maya memastikan.


"Iya, aku mau nemenin Mommy." Jawab Mia mantap.


Mata Maya berbinar bahagia, akhirnya Mia mau ikut acara itu. Maya senang, dengan begitu dia ada teman saat acara nanti. Sekaligus Maya ingin mengenalkan kepada semua orang siapa Mia. Karena sampai saat ini tidak ada yang tau seperti apa sosok anak sulung Jack dan Maya.


"Terima kasih sayang, Mommy benar-benar senang!" Maya memeluk Mia.


"Sekarang, kamu mandi. Mommy sudah siapkan gaun yang cocok buat kamu!"

__ADS_1


Please rate, vote dan likenya yach!


Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!


__ADS_2