Cintaku Berat Di Timbangan

Cintaku Berat Di Timbangan
CBT 21


__ADS_3

"Adinata Group." gumamnya.


Ingatannya kembali ke 8 tahun yang lalu, saat ia mengejar Maya. Istri dari Jack Adinata, mengingat itu semua membuat ia tersenyum sendiri. Bagaimana kabar mereka semua? Apa kabar dengan si manis Mia? Seperti apa dia sekarang?


🌷🌷🌷


Kediaman Jack Adinata


Pagi ini rumah Jack heboh, lagi-lagi Mia bangun kesiangan. Kegiatan menangis semalamnya memberi dampak tidak baik.


Udah bikin sakit hati, kamu bikin aku kesiangan juga Om!


Mia merutuki Angga dalam hati, ia bergerak bagai kilat mengejar waktu yang sudah semakin siang. Rasanya ingin berteriak mengutuk Om gantengnya.


Aku kutuk makin ganteng kamu Om!


Ada-ada saja. Mia tidak sanggup untuk mengutuk hal buruk pada si Om ganteng, sekesal apapun dia. Kali ini Mia berlari menuruni tangga, kalo bisa ia ingin langsung loncat dari lantai 2. (Jangan di tiru!)


Crist sudah berangkat dari 30 menit yang lalu, mengetahui hal itu semakin membuatnya frustasi. Berarti dia bukan kesiangan lagi, tapi sudah terlambat masuk sekolah. Selama ini Mia menjadi siswa yang selalu tepat waktu. Maya melihat kegusaran sang putri kesayangan.


"Calm down sayang, klo sudah terlambat ya gak apa-apa. Kamu jangan tergesa-gesa, yang ada nanti malah jadi celaka." Maya berusaha menenangkan anaknya.


"Baru hari ini aku terlambat... pake banget!" sesal Mia.


"It's Ok, besok-besok kamu ga boleh telat lagi. Udah, tenang ya! Ini bekal extra buat Laras juga."

__ADS_1


Mia tersenyum senang dan memeluk Maya. "Thank's a lot ya Mom, apa jadinya aku tanpa mu Mom?"


Maya terkekeh lalu menepuk bahu Mia. "Kamu ini, udah sana berangkat!" dilepasnya pelukan Mia.


"Bye Mom!"


"Hati-hati di jalan ya!"


Mereka saling melambaikan tangan sebelum Mia memasuki mobil dan segera meluncur menuju sekolah.


🌷🌷🌷


SMA***


"Iya pak, maaf saya telat," Mia menundukkan kepalanya malu.


"Tidak apa-apa Nona, tidak ada manusia yang sempurna tanpa melakukan kesalahan 1 pun!"


Pak Satpam memberi semangat pada Mia. "Ayo silahkan Nona, masuk!"


Mia tersenyum mendengar penuturan Pak satpam. "Makasih Pak!"


Mia memasuki kelas ketika guru mapel matematika keluar kelas. Bu Santi tersenyum simpul melihat Mia menundukkan kepala.


"Tumben telat, biasanya Guru belum datang kamu sudah ada di Perpus."

__ADS_1


"Maaf bu, saya kesiangan. Saya kurang tidur semalam."


"Oh, kamu begadang untuk ujian minggu depan ya? Santai aja Mia, jangan terlalu diforsil," Bu Santi menepuk pundak Mia lembut, sedangkan Mia meringis karena dugaan sang Guru yang meleset.


Aku kesiangan bukan karena belajar Bu.


"Ayo masuk, nanti kamu tanya saja ke teman tentang pembahasan saya tadi," sambungnya.


"Iya bu, sekali lagi saya minta maaf sudah absen di pelajaran Ibu."


Ibu Santi menganggukkan kepala lalu pergi meninggalkan Mia yang masih berdiri di depan kelas.


Tepukan keras mengagetkan Mia. "Kok lo bisa telat seh? Ujan pasti nanti sore!" heboh Laras.


Mia memutar bola mata, ia segera masuk kelas dan duduk di kursinya. Haris memandang kedatangan Mia, dia pikir Mia tidak masuk hari ini.


Kirain gak masuk, syukurlah dia gak kenapa-kenapa.


"Lo kok diem aja seh Big Girl? Ceritaaaaa!"


"Ya ampun Laras! Klo masih bawel, Bekal jatah lo gue pangkas," Ancam Mia berhasil membuat Laras terdiam membisu. Haris terkikik geli melihat raut wajah konyol Laras yang diam tiba-tiba seperti orang menahan kentut.


Visual sahabat Mia. Laras


__ADS_1


__ADS_2