Cintaku Berat Di Timbangan

Cintaku Berat Di Timbangan
CBT 96


__ADS_3

Apartement Jack Adinata


Keesokan harinya Angga pergi ke apartement Jack, ada sesuatu hal penting yang ingin ia sampaikan. Mengesampingkan rasa bersalah pada Maya, ia berusaha memberanikan diri meski mungkin penolakan yang akan ia terima.


Kini ia sedang duduk berhadapan dengan Jack di ruang kerjanya. Maya yang sejak Angga datang hanya menampakan wajah datar tanpa sepatah kata pun membuat nyali Angga sedikit ciut.


"Jadi, kau membuntutiku hingga ke Swiss?" Jack membuka pembicaraan.


"Ya, dan sekarang aku sedang mengajar di Le Rosey." jawab Angga.


Jack dan Maya terhenyak mendengar perkataan Angga jika dirinya mengajar di tempat Mia bersekolah.


"Apa kau bilang? Mengajar di sana?" Maya berdiri dari duduknya. Ia tidak menyangka Angga akan senekat itu mengejar anaknya, Mia.


"Sayang... tenang," Jack meraih tangan Maya agar kembali duduk. Ia menggenggam tangan wanita yang sangat ia cintai itu.


"Apa mau mu?" Maya bertanya tanpa basa basi.


"Aku... aku ingin," Angga melihat Jack dan Maya dengan wajah serius. "Menikahinya."


"Apa kau gila? Mia masih pelajar!" Maya memekik, anaknya masih terlalu kecil untuk menikah saat ini. Dan lagipula, ia belum memaafkan orang yang pernah menyakiti putrinya itu.


"Aku tau, aku akan menunggunya hingga lulus dan meminangnya. Aku ingin bertunangan lebih dulu, aku minta restu kalian," jelas Angga.


Maya berdecih, pria di hadapannya ini memang keras kepala dan pemaksa. Tidak pernah berubah. "Mudah sekali bagimu, tidak ingat kau sudah menyakiti anakku sedemikian rupa?!" Maya sampai menunjuk ke arah Angga meluapkan kekecewaanya, Jack hanya bisa melongo melihat sang istri yang sedang murka.


Angga tau ia sudah menorehkan luka di hati 2 wanita yang berharga untuknya. Maya, cintanya di masa lalu dan Mia, cintanya saat ini hingga akhir hayatnya. Pria itu beranjak dari kursi lalu berlutut di hadapan Jack dan Maya. Mereka berdua terperangah melihat apa yang Angga lakukan.


"Aku tau, aku salah. Aku memang tidak pantas untuk menerima maaf dari mu Maya, aku sudah sangat keterlaluan. Tapi apakah pendosa tidak punya hak untuk bertobat?" Angga menunduk, ia memperlihatkan ketidakberdayaannya sebagai seorang manusia. Mau tidak mau hal itu membuat hati Maya sedikit lunak. Jack tidak berkata apa-apa.


Angga mendongak memberanikan diri menatap 2 orang yang akan menjadi mertuanya itu. Itu harapannya, yang tidak akan berubah sedikit pun. "Aku sungguh mencintainya, ijinkan aku hidup bersamanya. Aku berjanji akan membahagiakannya dengan hidupku. Beri aku kesempatan..." Angga mengiba seperti seorang pengemis yang meminta makanan kala perutnya kelaparan.


Mata Maya memerah, tampak air mata berkumpul di pelupuk matanya. Maya kesal, ia masih marah pada Angga. Namun, ia tidak menampik rasa cinta Angga pada Anaknya yang begitu besar. Maya dapat melihat itu dari sorot mata Angga. Wanita itu mengepalkan tangan.


"KAU!!!" Maya beranjak dari sofa, lalu berjalan membelakangi Angga. Mengatur nafasnya yang memburu karena amarah yang tertahan. Jack yang melihat itu mendekati Maya, merangkulnya dan memberikan usapan menenangkan pada punggung wanita itu. Kali ini Jack menyerahkan penuh keputusan pada Maya. Sebagai seorang Ibu, Jack merasa Maya yang lebih tau apa yang terbaik untuk anaknya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Mia? Apa dia memaafkanmu?" Maya berucap masih dengan posisi membelakangi Angga.


"Dia... selalu memaafkanku. Dia adalah gadis yang sangat sempurna, hingga aku tidak sanggup untuk kehilangannya. Aku bagai iblis yang menjerat malaikat, tapi... aku tidak bisa berhenti atau melepasnya. Maafkan aku, Maya..."


Wanita itu menghela nafas, jika Mia sudah memaafkan Angga apa yang bisa ia lakukan lagi? Karena kebahagiaan Mia adalah tujuan hidupnya sebagai Ibu. Maya membalik badan, ia mendekati Angga tepat di hadapan pria yang sedang bersimpuh tidak berdaya.


"Aku akan merestui kalian..." Angga mendongak menatap Maya dengan raut harapan di wajahnya. "Tapi... ada syaratnya," pungkas Maya.


"Apa syaratnya?" tanya Angga penasaran.


"Wakilkan perusahaan kami sebagai relawan di Palestina selama 1 tahun, tunjukkan pengorbananmu seperti anakku yang berkorban waktu karena menunggu mu," ucap Maya serius.


🌷🌷🌷


Le Rosey


Gadis gendut itu sedang termenung di meja kantin, hatinya gundah karena seharian ini Angga tidak terlihat. Padahal biasanya pria itu selalu ada di mana saja.


Om kemana seh? Biasanya gangguin aku. Hari ini juga belum nagih ciumanku. Eh? Apaan seh? Aku ngarep dicium donk. Dasar kamu Mia, tapi aku beneran kangen...


Tidak lama lamunan pun buyar saat Samantha datang. "Hey, what are you thinking about Mia?" (Hei, sedang melamunin apa Mia?) Samantha duduk di seberang Mia.


Mia membenarkan duduknya, menampilkan senyum terpaksa karena memang hari ini ia sedang bad mood. "Sam, you startled me!" (Sam, kau mengagetkanku!)


Gadis pirang itu terkekeh.


"Where is Mr. Angga? I miss not seeing him all day." (Pak Angga kemana ya? Aku kangen tidak lihat dia seharian.) ucap Samantha membuat mood Mia makin terjun bebas. Entah mengapa Samantha semakin menyebalkan menurutnya.


"I Don't know!" (Aku tidak tau!)


ketus Mia. Ia memilih kembali merebahkan kepalanya, Samantha menahan senyum geli.


"You guys are dating?" (Kalian pacaran?) ucapan Samatha berhasil membuat Mia kembali mengangkat kepalanya, raut wajahnya menegang.


"Sam..."

__ADS_1


"I saw the other day you came out of his office, after that you were often seen together. You even had time to skip classes together, didn't you?" (Aku lihat tempo hari kau keluar dari kantornya, selepas itu kalian sering terlihat bersama. Bahkan kalian sempat bolos bareng, benar tidak?) Samantha menatap Mia dengan wajah datar.


Mia tampak salah tingkah, apa yang harus ia katakan? Jujur ia tidak enak pada gadis pirang di hadapannya itu, gadis yang juga menyukai pria yang sama. Tapi, kenyataannya adalah dirinya telah menjalin hubungan dengan Angga. Pasti teman 1 kamarnya ini akan kecewa, Mia pusing sendiri.


"Hm ... I ... we ... " (Hm... aku... kami...) Gadis gendut itu berkata dengan terbata-bata, detik kemudian gelak tawa Samantha terdengar membuat Mia memandang heran roommatenya itu.


"Pffttt ... Hahahahahaha, my goodness Mia. Your face is so cute when you're nervous! I should have perpetuated it with a photo," (Pffttt... Hahahahahaha, ya ampun Mia. Wajahmu lucu sekali saat gugup! Aku seharusnya mengabadikannya dengan foto)


Samantha berkata sambil tertawa terbahak-bahak bahkan gadis itu memegang perutnya menahan geli.


Mia masih dengan mode melongo, kenapa Samantha tidak marah?


Samantha mengusap ujung matanya yang berair karena tertawa. "God, you're so cute Mia. Your expression of jealousy and panic tickles me," (Ya Tuhan, kau lucu sekali Mia. Ekspresi saat cemburu dan panikmu membuatku geli)


"You're ... not angry?" (Kau... tidak marah?)


"Hah? Angry? for what?" (Hah? Marah? Untuk apa?)


"I'm dating Mr. Angga," (Aku berpacaran dengan Pak Angga)


"Hahahahaha," kembali Samantha tertawa. "Come on! There are still a lot of cool guys here. Including Louis," (Ayolah! Masih banyak pria keren di sini. Termasuk Louis) Samatha mengedikkan dagunya ke arah Louis yang sibuk membuat dessert.


"I'm so scared you're angry, what happens if you share a room with someone who's mad at us?" (Aku sangat takut kau marah, apa jadinya jika sekamar dengan orang yang marah pada kita?) Seloroh Mia lega, tidak menyangka ternyata Samantha gadis yang sangat toleran. Oh, ia merutuki diri yang sempat menganggap Samantha meyebalkan.


"You're my friend, Mia. Will not change that," (Kau temanku, Mia. Tidak akan merubah itu) senyum Samantha menambah kadar kecantikan gadis itu berkali-kali lipat.


Mia terharu mendengar menuturan Samantha, ia menghampiri Samantha lalu memeluknya. "No, you are my best friend!" (Tidak, kau sahabatku!)


"Wow, this is very comfortable Mia. Can you hug me every night?" (Woa, ini sangat nyaman Mia. Bisakah kau peluk aku setiap malam?) ucap Samantha membuat Mia tertawa. Dua gadis itu kini saling memeluk bahagia.


Please rate, vote dan likenya yach!


Sertaka comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!


Aku mau ih punya sahabat seperti Samanthaaa... luv u dear!

__ADS_1


__ADS_2