
Warning, rate 21++ harap bijak dalam membaca.
Apartemen Jack Adinata
Harum masakan menusuk indera penciuman, mengusik ia yang sedang asik di dunia mimpi. Perut mendadak keroncongan hanya dengan menghirup aromanya saja. Jack menggeliat, dan mengerjapkan mata. Mengumpulkan kesadaran dari rasa kantuk yang begitu pekat.
Menoleh ke samping tempat biasanya sang belahan hati berbaring bersama, tidak ada dia di sana. Tentu saja, Maya pasti sedang berkutat dengan alat tempur andalannya. Memikat seorang Jack selain lewat ranjang yaitu melalui perutnya yang selalu kenyang dan terpuaskan.
Berjalan gontai ke arah kamar mandi hanya sekedar untuk mencuci muka dan menggosok gigi, Jack enggan mandi karena masih terlalu dingin, atau lebih tepatnya ingin melakukan hal lain terlebih dahulu. (Apa itu, author pun tak tau ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤)
Wanita yang meski sudah termakan usia itu masih terlihat cantik sedang menata makanan di atas meja tanpa tahu setiap gerak geriknya tidak luput dari perhatian Jack. Tangan kekar itu menelusup melingkari pinggang ramping Maya dari belakang hingga membuatnya tersentak karena terkejut.
"Daddy, bikin kaget saja!" Maya menepuk tangan Jack yang berhasil memeluknya. kekehan terdengar dari bibir pria itu. Ia menenggelamkan kepalanya ke ceruk leher Maya hingga membuat wanita itu meremang.
"Geli ih!" Maya menggeliat menghindar dari Jack, namun pria itu tidak bergeming sambil terus menghirup aroma Maya.
"Kok udah wangi seh, gak mau mandi bareng?" Tawar Jack sambil berbisik membuat Maya membulatkan mata.
Maya tersenyum kikuk. "Mending Daddy mandi, gih sana!" Ia berusaha melepas pelukan, namun dengan sekali gerakan Jack berhasil membopongnya seperti karung beras.
"Daddy! Lepasin, ya ampun." Kepala Maya pusing karena menghadap lantai, Jack hanya menyeringai sambil membawa Maya menuju kamar.
Dihempasnya Maya ke atas ranjang dengan pelan, ia menatap penuh arti pada Maya yang salah tingkah. Maya tau tatapan itu, ia tidak bisa lepas jika sudah begini.
Haduhhhh... mandi dua kali deh. Batin Maya.
🌷🌷🌷
Bocah tampan itu turun dari mobil dengan ceria, ia senang karena diajarkan bernyanyi lagu fenomenal oleh Kakek Jo. Ah, Kakek satu itu mengingatkannya pada Opa Nata yang tidak kalah lucu. Tiba-tiba Cristhoper teringat Opanya.
"Apa kabar ya Opa Nata?" Gumamnya.
Cristh memasuki apartement mencari Maya, biasanya sang Mommy sedang sibuk memasak. Namun ia tidak melihatnya di sana, kemudian Cristhoper mencari di ruang makan. Makanan sudah tertata rapi dan terlihat menggiurkan membuat perut bocah itu berbunyi karena lapar. Ia pun mencari di segala ruang, namun nihil tidak terlihat keberadaan Mommy-nya.
Ke mana Mommy?
Cristh mengeryit bingung, ia memilih menduduki kursi makan dan menyantap sarapan pagi. Tanpa ia ketahui apa yang sedang melakukan pertempuran di dalam kamar.
Maya sedang merintih akibat serangan Jack, pria itu melakukan olah raga pagi kesukaannya.
"Dad... ce-pat..." Suara Maya tertahan, ia terhimpit di antara dinding dan suaminya.
"Hm... sudah mau keluar?" Bisik Jack.
__ADS_1
"Bukan, aaahhh... takut, Crist."
"Kenapa dengan Crist?" Pria itu masih dengan gerakan menghentak membuat Maya tidak sanggup bersuara.
Maya menggigit bibirnya menahan desahan, ia tidak menyangka Jack masih sangat perkasa meski sudah hampir menginjak usia 50th. Apa semua pria blasteran seperti itu? Ada darah Eropa yang mengalir dalam tubuh Jack yang menurun dari Ibunya, Nyonya Caroline.
"Aku.. sudah lemas..." Maya tidak berbohong, ia benar-benar lemas.
Kakinya sudah tidak sanggup menahan berat tubuhnya yang serasa seperti jelly. Bukannya berhenti, Jack malah menahan pinggul Maya. Menopang berat tubuh wanita itu dengan menyenderkan ke dadanya.
"Sebentar lagi," Sanggahnya seolah enggan untuk mengakhiri. "Kau tau aku tidak pernah cukup dengan mu." Jack menggeram menahan sesuatu yang hendak keluar.
Ia melepas penyatuan kemudian menggedong Maya ke ranjang, menaikkan satu kaki Maya dan menaruh di pundaknya. Kembali ia menghujam Maya hingga wanita itu memekik.
"Jack!"
Jack tidak menyahut, ia sibuk mengerakkan tubuh dengan kecepatan penuh merasakan nikmat, membuat Maya hanya bisa meremas sprai sambil memejamkan mata.
"I'm coming," Desah Jack hingga Maya merasakan sesuatu cairan hangat menyembur ke dalam rahimnya. Jack menekan lebih dalam agar cairan cintanya tidak tercecer.
"Haaahh.. hahh.. hahhh." Nafas pria itu memburu, ia tersenyum puas memandang Maya dengan dada yang naik turun.
Maya mengerucutkan bibirnya kesal, ia jadi harus mandi lagi. Wanita itu berguling dan menggulung tubuh polosnya dengan selimut, lalu menuruni ranjang dengan pelan. Ada rasa sedikit ngilu di inti tubuhnya, Jack mengerutkan kening melihat Maya yang berjalan ke arah kamar mandi tanpa suara.
"Mommy marah?" Ia berjalan menyusul Maya.
"Mommy mau lagi?" Goda Jack.
Maya tersentak, ia malu sendiri telah ketahuan melihat hal yang tidak seharusnya. Segera wanita itu memalingkan wajah ke arah lain.
"Tidak, aku mau mandi!!!" Maya segera melesak masuk ke kamar mandi dan menguncinya. Ia tau Jack pasti akan mengikutinya, sudah dibayangkan apa yang akan terjadi. Maya tidak mau berakhir dengan pingsan di dalam bathtub.
Jack meringis saat tau Maya mengunci pintu, dengan berat hati ia pun mandi di kamar mandi yang lain.
🌷🌷🌷
Le Rosey
Pagi yang cerah untuk Jack berbanding terbalik untuk mataharinya, Mia. Mia harus ikut senam pagi di aula dengan Angga yang menjadi instrukturnya.
"Apa maksud Om satu ini? Sengaja tebar pesonakah?" Gumam Mia menggerutu.
Samantha tampak antusias, senyuman tidak lepas dari wajah cantiknya. Membuat Mia meringis, apa lagi Angga yang bersikap ramah pada semua siswa termasuk siswi yang mengidolakannya. Dalam sehari Angga mampu membuat siswi disana membentuk club 'Sir Angga Lovers'. Mia benar-benar merasa kesal sendiri.
__ADS_1
Dari kejauhan Louis tampak berjalan mendekati gadis gendut itu. Ia berdiri disamping Mia yang tidak menyadari kehadirannya. Senam itu bebas yang diikuti oleh semua penghuni Le Rosey, pria itu pun menegurnya hingga Mia menoleh.
"Hai." Sapa Louis.
"Oh, hi Louis. Did you do gymnastics too?" (Oh, Hai Louis. Kau ikut senam juga?) Tanya Mia ramah.
"I came because I saw you," (Aku ikut karena melihat mu)
Mia terkekeh, apa memang pria luar negeri mudah bergaul? Sepertinya tidak ada rasa canggung hingga dengan mudah memuji bahkan merayu?
"I think you really like gymnastics, seeing your muscular body shape." (Ku pikir kau memang suka senam, melihat bentuk tubuhmu yang kekar) Celetuk Mia membuat Louis tergelak.
"It's not gymnastics that makes my body like this," (Bukan senam yang membentuk tubuhku seperti ini)
"Well, gymnastics is one sport," (Well, senam kan salah satu olah raga)
"That's right," (Betul juga)
"Do you want to lose weight? If you want, I will be your instructor." (Apa kau ingin menurunkan berat badan? Jika mau, aku akan menjadi instruktur mu) Tawar Louis pada Mia.
"Does my body look ugly?" (Apa tubuhku terlihat jelek?) Ucap Mia pelan.
"No, absolutely not. You look sexy, if you know." (Tidak, sama sekali tidak. Kau terlihat sexi, jika kau tau)
"No kidding." (Jangan bercanda)
"I'm serious, you're beautiful!" (Aku serius, kau cantik!)
"You are good at praising, how many girls have you complimented?" (Kau pandai memuji, sudah berapa banyak gadis yang kau puji?) Ejek Mia.
"Only for you," (Hanya padamu)
"What?" (Apa?) Mia seperti salah dengar, namun sebelum Louis kembali berbicara suara keras Angga menarik atensi mereka berdua.
"GYMNASTICS WILL BE STARTED, PLEASE PAY ATTENTION!!!" (SENAM AKAN DIMULAI, YANG DIBELAKANG MOHON PERHATIANNYA!!!")
Semua siswa akhirnya menoleh ke arah Mia dan Louis, membuat gadis itu menunduk sambil tersenyum kikuk karena malu.
Mata Angga memancarkan amarah tertahan. Koki itu merupakan sandungan yang tidak bisa dianggap remeh olehnya. Angga tau apa yang diucapkan Louis dari kejauhan hanya dengan gerakan bibir saja. Pria itu mencoba merayu gadisnya, menebar pesona dengan kata-kata manis. Louis hanya membalas tatapan angga dengan wajah datar.
Please rate, vote dan likenya yach!
Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!
__ADS_1
Daddy Jack panas juga neh, Mommy Maya sampe kegerahan. Sabar ya Om, jalanmu memang tidak mudah!.