
Bern, Swiss
Pagi ini Pak Tarjo pergi keluar Hotel tanpa sepengetahuan Bara, pria itu masih tertidur pulas. Dengan memakai mantel tebal Pak Tarjo menyusuri jalan, memperhatikan setiap sudut kota. Ia berusaha menghapal jalan agar tidak tersasar nanti. Tidak henti ia berdecak kagum, bangunannya sungguh rapi.
Berjejer seperti lego yang sering dilihatnya di etalase toko mainan, kenapa Jakarta tidak bisa seperti ini ya? Pikiran itu terlintas di kepalanya.
"Kalau saya walikota Jakarta, saya rubah semua gedung jadi seperti ini." Gumamnya berkhayal. (aminin adja deh ya)
Kembali ia meneruskan jalan-jalan pagi, sambil berdendang menyanyikan lagu koplo kesukaannya.
"Sengajakah kau kirimkan undangan... ataukah hanya pelapiasaaannn... yihaaa." Suara merdu keluar dari bibir Pak Tarjo. (menurutnya loh)
Hingga banyak orang yang menoleh karena suara Pak Tarjo cukup kencang. Sedangkan yang di perhatikan bersikap acuh dengan terus bernyanyi sambil bergoyang ke kanan dan ke kiri. Entah bagaimana ekspresi Bara saat tau tingkah calon mertuanya itu. Hingga nyanyiannya terhenti kala seorang anak kecil memanggilnya.
"Kakek!"
Pak Tarjo menoleh ke arah suara yang terdengar tidak asing. Matanya berbinar melihat siapa yang memanggilnya.
"Anaknya Tuan Jack." Ucapnya pelan.
Bocah itu berlari mendekati Pak Tarjo, ia tersenyum manis membuat Pak Tarjo ikut menyunggingkan senyum.
"Kakek ada di sini?"
"Iya, Nak."
"Memang Kakek rumahnya di mana?"
Pak Tarjo mengedarkan pandangan ke segala arah, ia baru menyadari jika sudah berjalan terlalu jauh dari Hotel tempatnya menginap.
"Hm... lumayan jauh dari sini Nak," Pak Tarjo menjawab kikuk.
Dalam hatinya berharap tidak tersesat saat pulang nanti. Matanya mengarah pada kursi taman yang kosong, kemudian ia mengajak bocah itu untuk duduk bersama.
"Kakek sedang apa di sini?" Tanya bocah itu penasaran.
"Jalan-jalan saja, sambil nyanyi. Eh, tau-tau udah sampe sini." Jawab Pak Tarjo.
"Nyanyi apa Kek?" Pak Tarjo mengulum senyum, anak ini selalu ingin tahu. Membuatnya gemas ingin mencubit pipi bocah itu.
"Sebelum Kakek jawab, Kakek Tanya balik ya."
"Tanya apa?"
__ADS_1
"Kita belum kenalan, namamu siapa?"
"Oh iya, ya." Bocah itu terkekeh, kemudian menjulurkan tangan pada Pak Tarjo. Seperti orang tua saja tingkahnya.
"Namaku Cristhoper Kek, panggil Crist juga boleh,"
"Nama yang bagus." Puji Pak Tarjo.
Bocah itu merona, sambil tersipu. "Makasih Kek, Klo Kakek namanya siapa?"
Pak Tarjo ingin angkat suara namun tiba-tiba urung. Seperti tampak berfikir sejenak sebelum menjawab.
"Panggil aja Kakek Jo," Ucapnya bangga. Biar keren dan sama seperti bocah itu, Pikirnya.
"Kakek Jo!" Panggil Crist. Pak Tarjo tertawa mendengar namanya di panggil Cristhoper, keren juga.
"Karena sudah kenalan, cepat kasih tau aku tadi Kakek nyanyi apa?" Tagih Crist.
"Baik, biar sekalian Kakek ajarin kamu nyanyi lagu fenomenal," Selorohnya.
🌷🌷🌷
Bara tampak gusar, ia mencari Pak Tarjo di segala penjuru kamar Hotel. Namun nihil, tidak terlihat batang hidung Pria tua itu.
Dengan secepat kilat, ia berganti baju tanpa mandi terlebih dahulu. Bara hendak mencari calon mertuanya yang bikin pusing itu keluar Hotel.
"Bisa mati berdiri aku, klo beneran punya mertua kayak gini!" Keluhnya. (Do'a itu loh Bang)
Cukup lama ia berjalan menyusuri jalan satu arah, semoga benar jalan yang ia pilih. Tidak lama ia pun akhirnya melihat Pak Tarjo yang sedang duduk manis dengan wajah riang, berbanding terbalik dengan Bara. Wajahnya memancarkan kekesalan, terlihat aura dingin menguar dari tubuhnya.
"Pak!" Hardik Bara mengangetkan Pak Tarjo.
Pak Tarjo menoleh, wajahnya pucat karena ketahuan pergi dari Hotel tanpa ijin. Padahal niat hati kembali sebelum Bara bangun dari tidurnya. "Eh, Nak Bara." Ucapnya lirih.
Cristhoper yang melihat Kakek Jo di hardik oleh Bara langsung berdiri di depan pria tersebut, dengan berkacak pinggang ia melontarkan kata sindiran.
"Om, Jangan marah sama orang tua. Nanti kualat lho!"
Mata Bara membelalak, bukan karena kata-kata Cristhoper. Tapi karena di hadapannya adalah anak Tuan Jack, ia langsung mengedarkan pandangan ke segala arah. Manik itu pun terhenti pada 4 orang pria dengan stelan serba hitam, tampak mereka seperti mencari seseorang.
Bara pun kembali melihat Cristhoper yang menatapnya sinis. Pak Tarjo melihat kegelisahan di wajah Bara, ia mengeryit bingung.
"Ada apa Nak?"
__ADS_1
"Sebaiknya kita segera pergi Pak," Bara menarik Pak Tarjo. Jangan sampai anak buah Tuan Jack tau keberadaannya di sini. Bisa kacau semua, karena ketahuan membuntuti.
"Kakek Jo mau di bawa kemana?" Cristhoper menahan. Bara memberi kode pada Pak Tarjo agar segera pergi.
"Tidak apa-apa Nak Crist, Kakek harus pulang. Mau latihan lomba nyanyi," Ujar Pak Tarjo membuat Bara mengerutkan kening. 'Latihan nyanyi?'
Cristhoper berbinar saat mendengar tentang bernyanyi. "Oh gitu ya Kek, nanti ajarin aku lagi ya!"
"Siap! Dadah Cristh." Pria tua itu berjalan sambil melambaikan tangan pada Cristhoper. Bocah itu membalas lambaian dengan tidak kalah antusias.
Tidak lama, Cristhoper di hampiri 4 pria yang tadi dilihat Bara. "Tuan Muda, jangan jauh-jauh mainnya." Keluh salah satu bodyguard.
Cristhoper malah tersenyum senang. "Aku mau pulang sekarang, ayo!"
🌷🌷🌷
Hotel
Bara mengomeli Pak Tarjo saat sampai Hotel. "Saya harap ini terakhir kali, Bapak pergi tanpa ijin dari saya." Suara Bara tertahan karena menahan kesal.
Pak Tarjo hanya meringis. "Maaf Nak! Habis saya bosan, Nak Bara bangunnya siang. Saya gak mau liat Kingkong lagi di TV, di Ragunan juga banyak." Celetuknya.
"Di Ragunan ada Kingkong?" Bara tertarik, apa benar ada Kingkong di Ragunan. Setahu dia tidak ada.
"Yaelah Nak, kan turunannya banyak. contohnya Monyet!" Entah mengapa Pak Tarjo mengatakan kata 'monyet' sambil mengedikkan dagu kearah Bara. Hingga yang bersangkutan menajamkan tatapannya.
"Bapak ngatain saya monyet?" Terlihat asap mengepul diatas kepala Bara.
"Eh, nggak Nak. Saya mau ke kamar mandi." Pak Tarjo segera melesat ke kamar mandi, tidak lupa menguncinya. Takut jika tiba-tiba Bara mengamuk dan menggedor pintu.
"PAK TARJOOOOO!!!!" Suara menggelegar terdengar seolah menggetarkan Hotel.
Pak Tarjo hanya menutup telinganya sambil terkekeh geli.
Please vote, rate, dan likenya yach!
Sertakan comment kalian agar saya lebih baik lagi, Enjoy!
Bener-bener Pak Tarjo ini, usilnya bukan main. Pada pengen nyentil gak seh???
Author ngetiknya sambil cekikikan. Maafkan aku Bang Bara.
Tidak lupa aku ucapkan terima kasih banyak untuk yang udah vote dengan jumlah gak sedikit. Author sendiri gak punya poin, abis melulu. Buat yang udah like juga makasih banyak, terus maaf buat para teman sesama author yang belum aku datangi. Aku sedang atur waktunya, mohon dimaklum ya... wait me!
__ADS_1