
Pria itu terbaring dengan infus di punggung tangannya. Mia menghela nafas lelah sambil sesekali mengusap lembut surai hitam milik Angga. Pria itu dinyatakan terkena penyakit mag karena pola makannya yang tidak teratur. Mia menatap iba pada suaminya. Pikirannya melanglang buana ke masa di mana Angga juga sempat sakit karena kurang asupan dan istirahat, saat itu mereka masih sama-sama di Le Rosey.
"Jika kamu tidak bisa menjaga dirimu sendiri, bagaimana bisa kamu menjagaku?" gumam Mia lirih.
"Aku akan bisa menjagamu, asal kamu di sisiku," suara itu membuat Mia terhenyak. Angga telah sadarkan diri. Gadis itu menarik tangannya dan memalingkan muka.
Sejak kapan ia sadar? Apa dia tau, jika aku mengusap rambutnya dari tadi?
Mia menunduk karena malu, Angga mengulum senyum. Dia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, matanya berbinar saat mengetahui jika dirinya hanya berdua dengan Mia.
"Sayang..." panggil Angga.
Mia tidak bergeming, ia masih setia menundukkan kepala. Angga meraih dagunya, membawa wajah cantik Mia menghadapnya.
"Kamu mau pulang kan sama aku?"
Gadis itu mengatupkan bibirnya rapat, mengapa sulit sekali untuk menjawab. Bukankah tadi Mia sudah setuju ikut Angga.
"Aku takut kecewa lagi, sudah cukup aku kehilangan hal yang sangat berharga... jika kamu menyakitiku lagi? Aku tidak yakin masih bisa bertahan di sisimu," ucapan Mia itu memberikan nyeri tak kasat mata. Sampai saat ini Angga tidak akan pernah lupa jika dirinya lah yang menyebabkan sang buah hati gugur begitu saja.
"Itu adalah sebuah kesalahan terbesar yang sudah aku lakukan, seumur hidup tidak akan pernah aku lupa. Dosa ini akan aku tebus dengan membahagiakanmu," Angga menggenggam erat tangan Mia. "Jadi tolong beri aku kesempatan, aku sama hancurnya denganmu," pungkasnya.
Mia menatap dengan mata yang memerah, selalu sesak jika mengingat hal buruk yang telah menimpanya. Terlebih dia kehilangan calon buah hati, tangannya meremas dress yang ia kenakan.
"Aku..."
Ceklek
Angga dan Mia menoleh pada pintu yang terbuka. Mia segera menarik tangannya dari Angga setelah tau siapa sosok yang ada di depan pintu. Pria itu masuk ke dalam kamar lalu mendekati Mia.
"Pulang lah, kamu pasti lelah. Biar Daddy yang jaga suami kamu," Jack mengusap punggung anaknya. Mia melihat ke arah Jack kemudian Angga, Jack tersenyum sangat manis. Senyuman itu malah membuat Angga merinding. Angga menggeleng pelan memberikan kode bahwa dia tidak mau di tinggal Mia. Namun, Mia tidak melihatnya.
__ADS_1
"Daddy emang ada waktu buat jaga pasien di rumah sakit?" tanya Mia heran.
"Buat suami kamu ini, Daddy pasti banyak waktu." Jawab Jack.
Mia mengangguk, dia beranjak dari kursinya. Angga hanya bisa pasrah dengan raut wajah sedih.
"Aku akan kembali nanti, aku mau urus pendaftaran kuliah dulu," ujar Mia.
Angga melebarkan matanya mendengar Mia yang ingin masuk kuliah tanpa dirinya.
"Kenapa kamu tidak bilang? Biar aku antar, sayang," Angga takut jika Mia pergi sendiri pasti banyak pria muda yang mendekati Mia, dan mereka harus tau jika Mia ada yang punya. Jangan ada Louis atau Haris yang lain. Itu akan membuatnya semakin pusing.
Jack menahan Angga yang hendak bangun dari tempat tidur. "Kamu masih sakit, biarkan istrimu berkembang. Gak lucu donk ahli waris Adinata hanya lulusan SMA, meski dari Le Rosey sekalipun," ucap Jack sambil menatap Angga mengeringai. "Bukan kah kamu bilang Mia boleh kuliah meski sudah menikah," tambahnya membuat Angga menelan saliva kasar.
"I-iya, tentu saja Mia boleh kuliah," jawab Angga pelan.
"Ya sudah sayang, pergilah. Daddy akan jaga dia sampai sembuh, kamu tidak perlu khawatir," Jack menuntun Mia ke arah pintu. Mia menurut dan sesekali menoleh pada Angga yang tersenyum tipis lalu mengangguk.
"Aku belum merestui kalian untuk kembali, dan Mia tidak aku ijinkan meninggalkan rumah," Jack memberikan ultimatum.
"Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memberiku kesempatan?" Angga memohon.
"Anakku sudah berulangkali sakit karenamu, kau tau?"
Angga tidak bisa berkata-kata, Mia sampai ke Swiss karena kesalahannya dulu. Dan kini gadis itu pun kembali merasakan sakit yang amat sangat karena kehilangan buah hati hanya karena kesalah pahaman Angga padanya.
Jack berdecih meremehkan. "Kau tidak bisa menjawab, karena semua yang aku katakan benar. Apa yang bisa aku pegang dari kata-katamu? Nyatanya sebelum menikahi Mia kau juga berjanji akan membahagiakannya, dan ini yang kau maksud membahagiakannya?" Jack berjalan mendekati jendela, pria itu menerawang pemandangan di sana. "Biarkan dia mendapatkan kebahagiaannya yang mungkin bukan pada dirimu, belajarlah untuk dewasa sesuai dengan usiamu Angga..." pria itu pergi setelah mengatakan sesuatu yang membuat Angga sesak.
Angga tau arti dari itu semua, Jack memintanya untuk menyerah... melepaskan gadisnya. Apa dia sanggup?
🌷🌷🌷
__ADS_1
"Big girl! Lo dateng buat pendaftaran ya? Gak mau langsung aja? Biar lo bisa langsung masuk hari ini," celetuk Laras sambil menghampiri Mia.
"Gue lebih suka yang alami, sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku," jawab Mia dengan senyuman yang membuat Laras malu sendiri.
"Ah lu mah, gue kan nyaranin yang cepet." Gadis itu mengerucutkan bibirnya.
Mia terkekeh. "Ya udah seh, besok gue udah mulai masuk! Btw galak-galak gak seh seniornya?"
"Gak kok, ganteng-ganteng tau angkatan tahun kemarin. Jadi kita bisa cuci mataa,"
"Lo aja, gue ngga,"
"Tau deh yang udah punya Om ganteng, tapi... lo yakin mau balikan?"
Mia terdiam, dia hanya tersenyum tipis dan menggeleng. "Gak tau, hati gue masih ragu meski gue masih cinta banget sama dia,"
Laras yang melihat ada luka di senyuman sahabat, memilih memeluk dan mengusap punggung Mia lembut. "Semua akan baik-baik aja, jangan pernah malu atau segan buat curhat sama gue. Gue di sini buat lo," Mia kembali menitikkan airmata, gadis itu membalas pelukan Laras yang begitu ia butuhkan saat ini.
"Makasih..."
Laras mengusap sisa airmata di pipi chabi Mia. "Jangan sedih-sedih lagi, mendingan lo ikut gue. Gue ada latihan yoga," tawar Laras penuh binar.
"Emang gue boleh ikut?"
"Masih kurang 1 anggota baru malah, yuk kesana!"
Dua gadis itu berjalan sambil merangkul satu sama lain, persahabatan yang sangat indah.
Please rate, vote dan likenya yach!
Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!
__ADS_1
Kira-kira Om bakal ambil langkah apa neh??