Cintaku Berat Di Timbangan

Cintaku Berat Di Timbangan
CBT 37


__ADS_3

"Kenapa? Kau tidak suka? Sentuh aku Angga." Suara Hani dibuat-buat manja, berusaha menarik libido Angga agar naik.


Hani melangkah pelan mendekati Angga yang masih diam terpaku. Angga pria normal yang bila melihat tubuh indah seorang wanita menimbulkan desir bagai sengatan listrik pada dirinya.


Ditambah saat ini Hani telanjang bulat, Hani akan menjerat Angga bagaimana pun caranya. Ia sudah tidak perduli dengan harga diri, matanya saat ini buta karena cinta.


Senyuman kemenangan tertoreh di wajah cantik Hani. Ia mengusap dada Angga hingga perlahan turun ke bawah perutnya. Mengelus benda pusaka yang mulai menegang. Angga memejamkan matanya. Ia berusaha menahan sentuhan nikmat dari Hani.


"Jangan ditahan. Aku siap menyerahkan semuanya padamu saat ini juga." Hani berbisik sambil menciumi rahang Angga.


"Shit Hani, kau yang memancingku!" Angga sudah diambang batas, dia akhirnya merengkuh Hani dalam pelukannya menekan pinggul dan mencium dengan brutal.


"Hmmpp..." Desah Hani lolos saat Angga menggigit lehernya. Sakit tapi nikmat itu yang dirasakan Hani.


Angga menggendong Hani dan melemparnya ke ranjang dengan begitu saja. Hani menahan nyeri dihatinya akan perlakuan Angga yang kasar.


"Fu*k me now!" Pancing Hani.


Mata Angga memerah menahan birahi sekaligus amarah. Harus kah sampai begini Hani menahannya untuk pergi?


"Kau akan menyesal!"


Hani menggelengkan kepala sambil tersenyum. "Never."


Rahang Angga mengetat, ia segera menindih tubuh mungil Hani setelah melucuti semua pakaiannya. Meninggalkan tanda kemerahan pada tubuh Hani, meremas payudara Hani hingga membuat Hani memekik.

__ADS_1


"Oh God, you really good..." Desah Hani saat Angga mengulum puncak payudaranya. "Aku bisa memuaskanmu dibanding gadis gendut itu." Tambahnya.


Detik itu juga hasrat Angga mendadak hilang. Raib entah kemana saat Hani menyebut gadis gendut yang tidak lain adalah Mia, Angga terdiam dan segera bangkit dari ranjang.


Hani merasa kehilangan ditinggal begitu saja saat birahinya memuncak karena sentuhan Angga. "Kenapa berhenti? ucapnya lirih.


Angga memakai kembali pakaiannya. Membuat Hani menitikkan air mata. "Aku salah, maafkan aku karena telah kasar! Tapi sungguh aku tidak bisa."


"Apa karena gadis sialan itu?" Hani mengumpat.


"Jaga bicara mu Hani!" teriak Angga.


"Kamu langsung berhenti ketika aku menyebut dia! You'r sweety bi*ch!"


Pipi halus itu kini memerah akibat tamparan Angga. Hani benar-benar diluar batas.


"Don't call her like that!" desis Angga penuh penekanan. Dia segera pergi meninggalkan Hani yang semakin menangis histeris.


Hati Angga sakit saat gadisnya diumpat dengan kata-kata kasar. Dia tidak rela, bahkan dengan Hani sekalipun. Angga pun merutuki diri yang hampir hilang kendali karena terpancing Hani. Ia mungkin akan menyesali hidupnya bila semua itu terjadi.


Hampir aku melakukannya, terkutuk kau Angga. You'r m*ther f*cker!


🌷🌷🌷


Kediaman Jack Adinata

__ADS_1


"Siang, Mianya ada pak?" Sapa Laras pada bodyguard di depan rumah Mia. Laras dan Farel kini sudah berada rumah Mia. Haris tidak ikut karena ada les matematika.


"Kalian siapa?" suara bass bodyguard membuat Laras ciut.


Ada apa seh sampai banyak bodyguard di setiap sudut rumah Mia. Sebelumnya tidak seperti ini.


"Hm, kita temen sekolahnya pak!" Farel menyahut.


Tampak bodyguard itu memindai penampilan Laras dan Farel. Seragam yang sama seperti Nona mudanya meyakinkan jika yang diucapkan pemuda tadi benar.


"Baik, tunggu sebentar!"


Laras dan Farel menganggukkan kepala serentak. Tampak bodyguard itu menelpon seseorang. Tidak lama sang bodyguard mempersilahkan mereka berdua memasuki rumah.


"Hai, tumben kesini?" Sapa Mia sambil menuruni tangga. Wajahnya yang kusut terlihat meski dihiasi senyuman manis, serta matanya yang sembab membuat Farel mengerutkan kening.


Ada apa dengannya?


Please rate, vote dan likenya yach!!


Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!


Ini visual Hani Loona Mufti... 🤭🤭🤭


__ADS_1


__ADS_2