
"Silahkan!" Mia menyodorkan bento pada 3 temannya.
"Lo gak makan?" Farel menyadari Mia yang tidak memakai sumpit.
"Gue udah kenyang makan itu bento, lo makan aja. Gue bawa banyak kok."
Tanpa di duga Farel menyodorkan bento ke mulut Mia, Laras dan Haris membulatkan mata.
"Aaak, buka mulut lo!" Desak Farel.
Mia yang masih terkejut hanya terdiam. Haris melihat itu akhirnya mengambil langkah, dia menggeser sumpit Farel ke mulutnya.
"Aaammm... Hmm enak! Nih gantian." Haris menyodorkan bento ke Farel sambil tersenyum sinis ke arah Farel. Dengan terpaksa Farel menerimanya.
"Oh jadi main suap-suapan neh, ayo Big Girl gue suapin loe!" Laras ikut-ikutan.
Farel dan Haris kini makan sambil saling menyuapi, niat hati ingin tampil mesra dengan Mia malah Laras yang menang banyak. (Ada-ada aja seh kelakuan Haris sama Farel 🤣🤣🤣).
🌷🌷🌷
"Raisa!" Panggil salah satu temannya.
"Apaan seh, gue lagi PW neh!" Raisa sedang di belakang Gudang Sekolah, ia merokok bersama teman se gengnya.
"Gue liat tadi pacar lo lagi makan di kantin!" Raisa memutar bola mata malas mendengar ocehan temannya.
"Ya iya lha makan di kantin, masa di WC."
Tampak temannya terengah-engah hingga dia mengatur nafas terlebih dahulu.
"Bukan, maksud gue... dia... makan bareng geng nya si gendut!" Akhirnya sang teman bisa menyampaikan pesan dengan benar.
__ADS_1
Puntung rokok yang di hisap Raisa terjatuh, ia menengok temannya dengan tatapan tajam.
"Serius lo?" Teriak Raisa.
"I-iya."
"A*jing! Dasar l*nte si*lan!" Umpat Raisa "Pantes Farel nolak ML sama gue dari kemarin. Si gendut alasannya!"
Raisa tersenyum licik. "Liat aja, gue bikin rusak si gendut itu biar Farel jijik sama dia!"
Teman Raisa bergidik ngeri melihat aura yang dikeluarkannya. Raisa orangnya nekat. Apapun yang dia inginkan harus tercapai.
🌷🌷🌷
Tak
Tak
Tak
Saat sampai di depan ruang kerja Angga dahinya mengkerut melihat meja sekretaris yang kosong. Hani memilih masuk setelah mengetuk pintu ruangan Angga.
"Sayang." Hani memanggil Angga yang sedang melihat berkas di mejanya.
"Hani, ada apa datang kesini?"
Hani mendekati Angga yang masih setia di kursinya. Ia mengecup bibir Angga sekilas.
"Aku mau ajak kamu makan siang, sayang!" Hani mengambil berkas Angga dan duduk dipangkuannya.
"H-Hani, ini kantor!"
__ADS_1
Hani memeluk Angga, menyandarkan kepala ke dada bidang Angga. "Aku kangen banget sama kamu."
Angga hanya terdiam, masih terkejut dengan serangan mendadak tunangannya itu. Hani mendongakkan wajahnya menatap Angga yang semakin tampan dimatanya.
"I love you."
Angga tidak menjawab, selama ini ia tidak pernah melontarkan kata-kata cinta pada Hani. Ia hanya menjalani hubungan atas permintaan Mamanya. Angga tidak memungkiri kecantikan Hani, tapi kenapa dia tidak bergetar. Padahal selama ini Angga mencoba membuka hatinya.
"Hmm."
"Kok hmm seh?!" Hani mulain kesal dengan Angga yang tidak pernah menjawab kata cintanya.
Angga berusaha mengalihkan perhatian. "Ayo sekarang kita makan siang," Angga mengangkat tubuh Hani yang cemberut.
"Jangan cemberut, nanti keriput."
Hani melotot, ia segera berlari ke kamar mandi dan menatap diri di cermin. Hani keluar dengan wajah masam.
"Aku baru 27 tahun ya, gak ada keriput!"
Angga terkekeh melihat respon kesal Hani.
Ini Visual Haris, ada tampang2 kocaknya. Plus Dia ganteng pastinya.
Sebarkan cinta mu readerr...
Please rate, vote dan likenya yach!
Tinggalkan jejakmu agar aku lebih baik lagi.
__ADS_1
Enjoy!