Cintaku Berat Di Timbangan

Cintaku Berat Di Timbangan
CBT 72


__ADS_3

Oke reader ku sayang... Kita tinggalkan dulu kisah Bara dan Pak Tarjo sejenak. Kembali ke Mia sebagai First Char di Novel ini. Cek this out!!!


Bern, Swiss.


Saat itu adalah pukul 7 pagi, perkiraan di Indonesia pukul 12 petang. Mia baru saja selesai berolah raga pagi, namun ia terlihat kedinginan. Gadis itu lupa akan perbedaan cuaca disini, hidungnya merah karena bersin sedari tadi.


Mia salah mengenakan costum, harusnya ia memakai mantel tapi malah mengenakan tanktop dengan celana leging tipis. Tentu saja tubuhnya menggigil karena suhu udara yang dingin.


Hacchiim... Hachiimm...!


Mia mengusap hidungnya, kemudian menghempas tubuh ke sofa. Maya yang melihat kepulangan gadis itu menghampirinya.


"Hidung kamu kenapa?" Mata Maya membulat. "Kamu keluar pake ini?"


Senyuman kecut terukir di wajah cantik Mia. "Aku lupa Mom, masih serasa di rumah."


Wanita itu memeluk puteri kesayangannya. "Sabar ya, seiring waktu kamu pasti terbiasa," Maya mengusap lembut tangan Mia. Gadis itu mengangguk dalam pelukan sang Mommy, menghirup wangi menenangkan dari tubuh Ibunya.


Maya teringat sesuatu, segera ia melepas pelukan. "Oh iya, kamu siapin buat besok ke sekolah baru ya! Tadi Daddy bilang cek email kamu."


Gadis itu mengeryit. "Ada apa dengan email aku?"


"Sudah jangan banyak tanya, kamu cek aja sendiri!" Maya beranjak dari sofa dan berjalan menuju dapur. "Mommy mau bikin sarapan dulu,"


Ada rasa penasaran yang membucah di hati Mia, ia pun berjalan menuju kamar. Mengambil laptop dari koper dan menaruhnya di meja belajar. Sebelum itu ia pergi ke dapur, menuju kulkas. Sambil tersenyum manis pada Maya ia mengambil 2 batang coklat. Maya hanya menggelengkan kepala.


Tiada hari tanpa coklat.


Merasa sudah cukup dengan apa yang ia ambil, Mia kembali ke kamarnya. Sambil mengunyah coklat, gadis itu menyalakan laptop. Beberapa menit menunggu laptop siap, dengan lincah ia membuka email. Terdapat pesan masuk disana. Gadis itu terhenyak, matanya membulat sempurna tidak percaya akan apa yang ia lihat.



Dengan setengah berlari ia menghampiri Maya yang asik memasak. Wajahnya menyiratkan ekspresi yang sulit diartikan. Sang Mommy hanya tersenyum geli melihat wajah Mia yang terlihat lucu.


"Are you kidding me, Mom?"


"Apa?"

__ADS_1


"Le Rosey! Seriously? Oh my God!" Pekik Mia semakin membuat Maya mengulum senyum.


"Ini gak bercanda kan?" Kembali Mia bertanya, ia seolah tidak percaya. Jika memang hanya prank ia lebih menerimanya.


"Kamu suka?"


"Jadi bener? It's real?" Mia mondar mandir sambil bersidekap, menaruh tangan di bawah dadanya.


"Bukan gak suka Mom, aduh aku masih gak percaya! Ini terlalu berlebihan Mom, aku cuma 1th disini," Ucap gadis itu.


"Tanyakan langsung ke Daddy mu, Mommy sama sekali tidak tau menahu masalah ini," Maya menggenggam tangan Mia. "Daddy hanya ingin memberikan yang terbaik buat kamu, mungkin karena pengalaman buruk di Sekolah lama membuat Daddy lebih selektif."


Mia mencoba memaklumi, saat mengetahui kenyataan bahwa anak kesayangannya menerima bully selama ini di Sekolah membuat Jack murka. Pihak Sekolah seolah tutup mata karena pihak korban yang tidak melapor. Mereka pikir Mia baik-baik saja. Saat itu juga Jack memutus bantuan pendanaan ke Sekolah yang selalu ia lakukan rutin setiap bulan.


Itulah alasan mengapa Raisa di keluarkan oleh pihak Sekolah secara sepihak.


"Baiklah... siapa juga yang tidak mau sekolah di Sekolah impian?" Gurau Mia.


"Pintar," Maya menjawil ujung hidung Mia.


🌷🌷🌷


Institut Le Rosey adalah sebuah SMP dan SMA yang berlokasi di Swiss. Sekolah ini disebut sebagai sekolahnya para raja dan merupakan salah satu sekolah plus asrama termahal di dunia.


Para putra mahkota dan anggota keluarga kerajaan serta penerus perusahaan keluarga dari berbagai negara berkumpul di Insitut Le Rosey. Tentu saja dengan biaya yang sangat fantastik.


Biaya sekolah setiap siswa adalah  sekitar 115.000 USD atau kurang lebih 1,5 miliar Rupiah.


Itu baru uang pokoknya (dan uang saku siswa yang dikelola oleh pihak sekolah). Belum lagi jika siswa menginginkan fasilitas tambahan, study tour, kegiatan ekstrakurikuler serta iuran lainnya.


Jangan heran kalau seringkali ada helikopter mendarat yang sedang mengantarkan seorang anak miliarder ke sekolah.


Sekolah yang menggunakan bahasa resmi Inggris dan Perancis ini tak hanya menggaet anak-anak orang kaya, melainkan juga mereka yang jenius di kalangannya.


Kurikulum yang berbeda dan kedisiplinan di sekolah ini membuat setiap anak dipersiapkan untuk menjadi seorang pemimpin suatu harinya. Forbes menyatakan bahwa di sekolah berbasis asrama inilah anak-anak akan bertemu dengan sesama kolega kelas dunia nantinya.


Di jam istirahat, anak-anak dapat menikmati makan siang dengan kudapan cokelat Swiss asli setelahnya. Semua siswa dilayani oleh koki dan pelayan terbaik.

__ADS_1


Dulunya, hanya bangsawan Inggris dan negara Eropa yang menyekolahkan anaknya di sini. Kini, Institut Le Rosey memiliki berbagai siswa dari banyak negara, seperti Tiongkok, negara Arab penguasa minyak bumi, miliarder Rusia, sampai anak artis kaya raya.


Setiap alumninya pun diberi cincin emas kehormatan sebagai tanda bahwa mereka adalah salah satu dari bagian keluarga besar Institut Le Rosey.



Okelah reader... Mari kita ikut berkhayal menjadi anak sultan untuk sesaat... 😂😂


🌷🌷🌷


Kediaman Sastroadji.


Pria tampan itu tidak henti-hentinya menatap wajah gadis pujaan di layar ponselnya. Mengusap lembut, seolah orang yang dimaksud merasakan usapannya.


"Mia... Sedang apa kamu sayang?"


Kasihan pria itu, hanya bisa bertanya lewat gambar yang tidak bisa merespon apa-apa. Ia bisa saja langsung menghubungi, namun saat ia coba kemarin no ponsel Mia sudah tidak aktif. Menambah rasa frustasi, Bara dan Pak Tarjo blm juga mengabarinya sampai saat ini. Memang sudah pasti mereka belum sampai, karena baru 3 jam berlalu sejak pesawat lepas landas.


Matanya beralih pada beberapa email yang tidak ia buka. Email dari Hani, sehari setelah kejadian di apartement Hani langsung pulang ke London. Bukan tidak ingin pamit, bahkan untuk meminta maaf pun Angga enggan bertemu lagi dengannya. Hani memilih pergi karena keberadaannya sudah tidak ada artinya. Di tambah kini Angga seolah membencinya.


Angga terus menggeser foto Mia, sampai pada foto gadis itu tertidur lelap dengan kaos yang menyingkap sedikit, memperlihatkan tubuh sekal berisi putih dan mulus. Saat itu Angga iseng mengambil gambar Mia, hingga kini ia kena batunya.


Sesuatu di bawah sana tiba-tiba mengeras, membuat Angga mengerang. Rasa nyeri menjalar antara selangkangannya.


Shit! Aku harus mandi air dingin


Mau tidak mau Angga bermain solo dengan khayalan liar tentang gadisnya. Hanya dengan potongan-potongan bayangan Mia, Angga mendapatkan pelepasan.


"Mia... Aaarrghhh..."


🙈🙈🙈🙈🙈🙈


Author tutup mata ahhh...


Please rate, vote dan likenya yach!


Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!!

__ADS_1


__ADS_2