Cintaku Berat Di Timbangan

Cintaku Berat Di Timbangan
CBT 125


__ADS_3

Kediaman Jack Adinata.


"Makasih ya Har, udah dianterin." ucap Mia saat ia telah turun dari mobil.


"Buat lo, apa seh yang nggak?"


Mia hanya bisa terkekeh, ia memilih meninggalkan Haris yang siap melontarkan gombalan selanjutnya.


Dengan sigap Haris meraih tangan Mia, ia menggenggam dengan penuh perasaan membuat gadis itu gugup. Mia merasakan perasaan aneh untuk pertama kalinya, jantungnya berdebar entah karena apa? Apa mungkin rasa takut orang lain memergokinya dengan pria yang bukan suaminya?


"Langsung istirahat ya," ucap Haris lembut.


"I-iya," Mia dengan kikuk menarik tangannya.


Haris pun akhirnya pergi meninggalkan kediaman Mia. Mia menatap mobil Haris yang semakin menjauh, gadis itu menghela nafas lega saat mobil Haris tidak lagi terlihat oleh pandangannya.


Tidak lama kemudian Mia merasakan tangannya ditarik hingga tubuhnya memutar ke belakang dan menubruk sesuatu yang keras. Mia kini berada dalam pelukan seseorang, matanya membulat sempurna saat tau siapa pelakunya.


"Aku menyerah... hukumanmu terlalu berat. Aku tidak sanggup lagi, sayang. Kumohon kembalilah..." bisik Angga di telinga Mia. Pria itu memeluk erat tubuhnya. Jantung Angga bergemuruh, tangannya sampai dingin karena menahan sesak melihat pria lain menyentuh istrinya.


"Aku memang tidak pantas untuk meminta apapun lagi, tapi sungguh... rasanya seperti ingin mati saat melihatmu bersama pria lain.. maafkan aku yang menyakitimu, maafkan aku sayang..." suara Angga serak membuat hati Mia berdenyut nyeri.


Mia tau rasa sakitnya... apa sudah saatnya untuk memaafkan suaminya ini? Gadis itu hanya diam meski tangannya mengusap punggung suaminya lembut.


Kenyaman yang Angga rasakan tidak lah lama, karena sebuah tarikan kasar menghempas tubuhnya.


"Masuk!!" ucap Jack penuh penekanan pada Mia. Mia sempat terhenyak sesaat melihat Daddynya yang terlihat marah.


"Daddy..."


"Daddy bilang apa tadi?" Jack berkata dengan matanya yang menatap tajam pada Angga. Mia menunduk, ia melirik sekilas pada Angga yang menatapnya dengan penuh kesakitan sebelum memasuki rumah.


"Mia..." panggil Angga lirih seolah melarang gadis itu pergi. Angga menoleh pada Bapak Mertuanya. "Jack, tolong beri aku kesempatan! Aku tidak akan pernah mengulangi kesalahan seperti ini lagi, kepergian Mia selama ini sudah menjadi neraka bagiku, aku menyesal..."


Jack tidak bergeming, pria itu memilih memasuki rumah tanpa perduli permohonan Angga yang terus menerus memberondongnya.


"Aku tidak akan pergi dari sini, sampai Mia kembali pulang bersamaku!" Angga berseru. Ucapannya mampu membuat Jack menghentikan langkah.


"Lakukan sesukamu, tidak akan merubah apapun," Jack kembali melangkah setelah melontarkan kata tanpa menoleh pada Angga.


Bahu Angga merosot, sulit sekali untuknya meyakinkan Jack bahwa dia belajar dari kesalahannya. Menatap nanar pada kediaman Mia, ia terus melihat ke arah balkon kamar gadis itu. Pria itu memilih untuk berdiri di sana, tanpa ingin pergi.


Mia menyibak sedikit gorden untuk melihat keadaan di luar rumahnya. Gadis itu menggigit bibir bawahnya saat matanya menangkap sosok Angga berdiri kokoh di sana. Mia mengambil ponselnya laly mengirimkan pesan pada Angga.

__ADS_1


[Apa yang kamu lakukan? Lebih baik pulang!]


Ponsel Angga bergetar, dia meraihnya dan tersenyum. Mia masih perduli padanya, itu sudah membuatnya senang.


[Aku akan pulang, tapi bersamamu,]


Angga kembali menatap ke arah balkon kamar Mia, mencoba peruntungan untuk melihat gadis itu. Angga sangat merindukan istrinya, saat memeluknya tadi saja jantungnya seperti akan melompat. Hingga beberapa saat berlalu harapannya pupus karena penampakan yang diinginkan tidak kunjung ada.


Mia mendesah lelah, gadis itu lupa jika suaminya adalah makhluk paling keras kepala di muka bumi ini. Mia menggigiti kuku jarinya gemas. Dia khawatir dengan Angga yang sudah hampir 4 jam berdiri mematung di halaman rumahnya.


Benar-benar kepala batu!


Mia beranjak dari kamarnya, gadis itu hendak turun menghampiri Angga namun di hadang oleh Jack.


"Biarkan saja, nanti juga kalo sudah capek dia pasti pulang sendiri," ternyata Jack sedari tadi memperhatikan Angga di balik jendela.


"Tapi Dad, dia sudah 4 jam berdiri di sana," sanggah Mia.


"Dia yang mau," Jack mengedikan bahu acuh.


"Daddy..."


"Kamu masih perduli sama dia? Mau kembali dengan pecundang itu?" Jack menggeram.


"Dari awal Mia butuh dukungan Daddy atas semua keputusan aku, sampe saat ini aku belum ambil keputusan!"


"Aku sudah meninggalkannya 2 bulan ini,"


"Tinggalkan dia, selamanya!"


Mia menggeleng. "Aku gak bisa..."


"Lalu mau sampai kapan kamu gantung hubungan gak sehat ini?"


Mia bingung, dia sendiri tidak tau. Ia memandang iba pada Angga yang terlihat pucat. Timbul rasa khawatir di benak gadis itu.


"Bisa biarkan dia masuk dulu Dad? Kasian, dia sudah pucat," bujuk Mia.


"Tidak usah, biar Daddy usir pria keras kepala itu," Jack meraih telpon rumahnya dan menghubungi bodyguard yang berjaga untuk membawa Angga pergi.


Mia terhenyak. "Daddy, jangan sakiti dia!" gadis itu mendekati Jack dan menggoyang tangan pria itu dengan memelas.


"Selama dia tidak memberontak, semua aman terkendali," Jack sudah seperti tokoh antagonis yang kejam memandang dengan seringai saat Angga di hampiri beberapa bodyguard.

__ADS_1


Bukan Angga jika dia diam saja. Pria itu melakukan perlawanan, karena dirinya tidak mau meninggalkan tempat itu sampai Mia ikut bersamanya. Adu jotos pun terjadi, Mia sampai memekik melihat bodyguard yang memukuli suaminya.


"Daddy, tolong suruh mereka berhenti!!" Mia melihat darah segar di sudut bibir Angga.


Mia tidak bisa tinggal diam, dia berusaha merangsek untuk keluar rumah namun lagi-lagi Jack menahannya dengan mencekal pergelangan tangan gadis itu.


"Daddy, please... kasian dia Daddy... bagaimana pun juga dia suami aku..." Mia menitikkan air mata. Angga sepertinya sedang tidak fit, terbukti saat pria itu tersungkur beberapa kali.


Karena biasanya dia tidak akan tumbang dengan hanya 3 orang bodyguard. Mia terus membujuk Jack, gadis itu menangis memohon agak Jack menolong suaminya.


BRUK


Mia terperangah mendengar suara orang terjatuh. Angga terbaring dengan dengan posisi tengkurap, pria itu masih berusaha untuk bangkit meski dengan tertatih. Salah satu bodyguard hendak menendangnya namun terhenti oleh teriakan Mia.


"BERHENTI!!" Mia segera menghampiri Angga yang hampir babak belur. "Kenapa tidak pergi saja, kenapa harus seperti ini?" gadis itu terisak.


"Karena aku mencintaimu, aku sudah tidak sanggup jika harus berjauhan lagi denganmu..." Angga mengusap pipi Mia yang basah. "Apa kamu sudah memaafkan aku? Apa kamu akan kembali padaku?" pria itu menatap dalam pada bola mata bening gadisnya. Seperti mimpi akhirnya bisa melihat Mia, bahkan gadis itu masih memperdulikannya.


Gadis itu mengangguk, senyuman lembut menghiasi wajah Angga yang penuh lebam. Rasa sakit tiba-tiba menjalar pada perutnya, pria itu menggeram menahan nyeri. Mia membelalak melihat reaksi Angga yang tidak biasa.


"Aku senang... aku bahagia sayang... kau akhirnya... kembali..." ucap Angga sebelum pria itu tumbang tidak sadarkan diri.


"Kamu kenapa?" Mia menggoyang bahu Angga agar pria itu sadar namun, mata pria itu terpejam rapat. "Angga... gak lucu!!!" gadis itu histeris.


"Daddy!!! Tolongg!!!" Mia berteriak meminta tolong pada Daddynya. Maya yang baru pulang acara amal menatap bingung pada Mia yang memangku kepala Angga di halaman rumah.


"Ada apa ini?" Wanita itu berlari menghampiri Mia dengan raut khawatir.


Jack keluar rumah lalu menyuruh bodyguard membawa Angga ke rumah sakit.


"Dia tidak akan mati, itu belum setimpal dehgan apa yang kamu rasakan Mia," ucap Jack datar.


Maya mendelik tajam pada suaminya. Wanita itu memeluk Mia menenangkan.


"Apa dia akan baik-baik saja Mommy?" tanya Mia di sepanjang jalan menuju rumah sakit. Air matanya belum berhenti menetes.


"Tentu saja," Mia mengusap bahu anak gadisnya. "Jadi, apa kamu sudah memutuskan?" Maya bertanya dengan serius.


Mia mengangguk. "Aku masih mencintainya, aku sudah memaafkannya... aku akan memberikannya satu kesempatan lagi."


Please rate, vote dan likenya yach!


Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!

__ADS_1


Dukung mereka donk ... aku perhatiin makin kesini malah makin banyak hatersnya si Om.. 😂😂😂 kasian tauu...😢😢😢



__ADS_2