Cintaku Berat Di Timbangan

Cintaku Berat Di Timbangan
CBT 35


__ADS_3

"Sorry, gue gak sengaja. Terus?"


"Terus, terus, terus nabrak!" Laras memutar bola matanya malas mendengar Haris masih bisa melawak disaat serius seperti ini.


"Gue serius Har, terus abis itu gimana?"


"Mia pergi ninggalin tuh Om, ya gue ikut Mia lha! Anter dia pulang, Takut kenapa-napa kalo dia pulang sendiri."


"Good job! Thank's Har udah jagain Mia. Gue gak tau gimana perasaannya sekarang. Yang jelas Om itu adalah cinta pertama Mia." Haris kaget mendengar jika Pria dewasa itu adalah cinta pertama Mia.


"Lo serius?"


"Mia selalu cerita sama gue. Everything about her, I know."


Haris terdiam, banyak yang ia tidak tau tentang Mia. Karena Mia selalu memendamnya sendiri. Mia hanya terbuka pada Laras, wajar karena dia adalah sahabat sesama wanita.


"Padahal gue lebih lama kenal sama Mia, tapi malah lo yang tau lebih banyak tentangnya," Ucap Haris lesu.


"Gak ada hubungannya dengan seberapa lama lo kenal dia. Mia hanya berfikir bahwa teman curhat yang baik adalah sesama cewek. Beda gender kadang malah bikin masalah nantinya."


"Maksud lo?"


"Pernah denger istilah tidak ada kata teman diantara cewek dan cowok?"

__ADS_1


"I see..." Haris mangut-mangut tanda mengerti.


"Berarti kita bukan temen donk Laras?"


"Siapa bilang lo temen gue?" Laras melengos meninggalkan Haris yang kesal karena tidak dianggap.


🌷🌷🌷


"Babe, nanti jalan yuk. Ada tas Channel keluaran terbaru. Aku mau beli!" Rengek Raisa pada Farel.


"Hm... Ya udah nanti beli." Farel mengiyakan keinginan Raisa. Farel mencoba mengikuti saran Haris untuk berusaha mencintai pacarnya itu. Meski pikirannya terus kearah lain.


Lupakan dia Farel, dia udah punya Haris. Tapi bayangan Mia tadi malam gak bisa keluar dari otak gue! Batin Farel.


Mereka berjalan mesra melewati kelas Mia, diam-diam Farel menoleh mencari keberadaannya. Ia hanya melihat Haris yang sedang mengobrol dengan Laras.


"Kemana dia? Masa seh gak masuk?" Bisik Farel yang terdengar samar oleh Raisa.


"Kenapa Babe?"


"Oh, nggak. Yuk ke kelas!" Farel mengajak Raisa pergi mengalihkan perhatian.


🌷🌷🌷

__ADS_1


Kediaman Sastroadji


Nyonya Anggun marah besar ketika mengetahui kejadian tadi malam dari Hani.


"Jangan bercanda kamu! Angga ya ampun, gadis itu masih 17th. Lagian badannya besar begitu apa yang kamu suka seh darinya?"


"Not body shamming Ma. Mia itu cantik gak cuma di luar di dalam juga."


"Apa kurangnya Hani? Kurang setia apa dia?"


"Mia juga setia nungguin aku, 8 tahun dia nungguin aku!" Bela Angga.


"Kamu percaya?"


"Ya!"


"Kamu udah buta, gila kamu Angga! Mama gak pungkiri dia dari keluarga terpandang diatas keluarga Hani. Tapi... Angga dia lebih pantas jadi adik kamu! Kamu mau dikira pedophil?" Nyonya Angga sudah kehabisan akal menghadapi anaknya yang keras kepala.


"Kamu gak kasian sama Hani, dia begitu mencintaimu. Setia sama kamu, apa nggak ada tempat buat dia di hati kamu? Kamu dan Mia gak mungkin... gak bisa Angga, perbedaan umur kalian terlalu jauh. Kamu gak kasian sama Mia juga yang akan jadi omongan orang nanti?"


Tidak ada balasan dari Angga yang terdiam mendengar penuturan Mamanya. Apa benar akan seburuk itu jika ia memaksakan untuk bersama Mia. Gadis kecilnya yang manis.


Please rate, vote dan likenya yach!!

__ADS_1


Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!


__ADS_2