
Kediaman Jack Adinata.
"Lo... kenapa Mia?" Haris berdiri saat melihat Mia menghampirinya menggunakan kursi roda. Matanya berkaca-kaca. "Lo gak usah sedih, meski si Om itu ninggalin lo yang udah lumpuh ini. Gue siap gantiin dia... gue- Aaaawww!!!" Pria itu meringis saat tangannya dicubit Mami.
"Jangan didengerin ya Mia, dia kurang minum tadi," Mami Haris mendelik melihat kearah anaknya.
Mia terkekeh, Haris selalu bisa bikin dia tertawa dalam waktu singkat. "Gak apa-apa Tante, ngomong-ngomong ada perlu apa ya sama aku?" tanya Mia saat ia sudah sampai di hadapan tamunya.
"Hm... Tante kangen aja sama kamu sama Nyonya Maya juga, kita udah lama gak ketemu. Sekalian memperpanjang silaturahmi," jawab Mami Haris. "Saya fans Mommy kamu lho, baru sempet ke sini takut pada pergi. Eh, kebetulan lagi pada ngumpul ya," tambahnya dengan wajah penuh binar.
Tidak lama, Maya datang membawa nampan di tangannya. "Maaf ya lama, kita ngobrol di taman yuk!" ajak Maya.
"Tante tinggal dulu ya, Mia,"
"Iya, Tante," sahut Mia sambil mengangguk.
Sebenarnya Mami Haris mengikuti kegiatan amal Maya, karena itu beliau datang ke rumah Maya untuk membicarakan kegiatan itu. Haris yang sedang menganggur langsung meloncat senang saat diminta tolong untuk mengantarnya ke rumah Mia. Meski tau mungkin saja Mia tidak ada di rumahnya setelah menikah. Tapi siapa sangka, ternyata Mia ada di rumah. Hanya saja keadaan gadis itu menimbulkan tanda tanya untuknya.
Maya dan Mami Haris pergi meninggalkan anak mereka di ruang tamu.
"Duduk donk Haris, gak pegel berdiri terus?"
Suara Mia menyadarkannya dari lamunan. Mia terlihat lebih dewasa dibanding terakhir kali ia bertemu.
"Eh, iya," jawabnya kikuk sambil mendaratkan bokong di sofa empuk ruang tamu.
"Sebentar ya, gue ambil minum." Mia hendak berputar namun dihentikan oleh Haris.
"Gak usah, lo di sini aja! Biar gue ambil sendiri,"
"Tamu kok ambil minum sendiri?"
"Gue bukan tamu kok, gue..."
"Lo sahabat gue, hehehe... Ok. Lo boleh ambil minum sendiri," ucapan Mia langsung membuat hati pria itu retak. Memang dia mengharapkan apa lagi? Mia sudah menikah, sudah ada yang punya.
Haris akhirnya mengambil minumnya sendiri, saat akan memasuki dapur ia mendengar sesuatu yang membuatnya enggan hanya sekedar meminun air putih. Mungkin lebih baik ia meminum darah seseorang.
"Kasian ya Nona Mia, udah nikah muda... pas mengandung malah keguguran," ucap salah satu pelayan.
"Iya, aku denger selentingan pas lewatin kamar Nona Mia, Tuan Jack menyebutkan suami Nona Mia selingkuh," pelayan lain menimpali.
"Wah parah kamu, nguping ya?!"
"Ih nggak! Gak sengaja tau, pas lewat kedengeran gitu aja," sanggah pelayan itu takut disalahkan.
__ADS_1
Haris mengepalkan tangannya. Tidak menyangka Mia gadis pujaan mengalami hal seperti ini.
Dasar tua bangka tidak tau diri! Kurang apa Mia sampe dia tega selingkuh? Padahal aku sudah merelakannya.
Haris memilih kembali ke ruang tamu, ia melihat Mia yang duduk termenung di kursi rodanya. Suara Haris sedikit mengagetkan Mia.
"Nanti aja ambil minumnya, gue mau ngobrol sama lo dulu," ucap Haris sambil duduk kembali ke sofa.
Mia tersenyum, ia menempatkan kursi rodanya berseberangan dengan Haris. Haris menatap Mia dengan tatapan aneh, Mia merasa risih.
"Kenapa?"
"Gue yang nanya tadi aja belum lo jawab, lo yang kenapa sampe harus duduk di situ?" kembali Haris memberikan pertanyaan.
Gadis itu menunduk, apakah dia harus memberitahu Haris akan keadaannya?
"Kalo lo gak bisa cerita gak apa-apa, gue gak maksa-"
"Gue keguguran,"
Haris menahan gejolak hatinya saat melihat raut sedih pada wajah gadis itu. Pria itu merasakan hatinya diremas.
"Maaf, gue gak maksud bikin lo sedih,"
"It's Ok, gue sudah merelakannya,"
"Gue gak butuh gombalan ya Har," kekeh gadis itu. Haris hanya bisa tersenyum kecut. Sepertinya memang sulit berbicara serius jika imagenya sendiri dikenal suka bergurau.
"Gue gak gombalin istri orang," ketus Haris.
"Hehehehe, kirain," Mia mengusap tengkuknya yang tidak gatal. Malu karena perkiraannya salah, Haris tersenyum geli melihat gurat merah di pipi gadis itu.
"Gue gombalin orang yang gue suka," ucap Haris membuat Mia menoleh bingung. Pria itu menatap Mia dalam, ia meraih tangan Mia lalu mengecupnya. "Sampe saat ini, gue masih suka sama lo," pungkasnya.
Mia menarik tangannya, ia menjadi gugup. Haris yang biasanya penuh humoris dan gurauan menjadi serius. Mia tidak pernah melihat Haris yang seperti sekarang ini.
"Lo, salah makan ya?" Mia mencoba mengalihkan perhatian.
"Mia, gue gak tau bener atau nggak. Ini hanya perasaan gue, tapi jika lo sedang gak baik-baik saja sama suami lo. Gue adalah orang pertama yang senang akan keadaan itu, karena gue pasti rebut lo dari dia... dari orang yang udah sia-siain lo," ucap Haris penuh penekanan. Mia sampai melongo mendengar kata-kata absurd dari pria itu.
🌷🌷🌷
PLAK
Mami Haris memukul tangan anaknya gemas. "Kamu apa-apaan ngomong gitu ke Mia, lagian belum tentu benar apa yang pelayan itu katakan!"
__ADS_1
Haris diam saja, tangannya sibuk dengan kemudi.
"Emang Mami gak mau punya mantu Mia?"
"Mau lha... anaknya baik, cantik... tapi kan dia istri orang, awas kamu jadi pebinor!"
"Apaan tuh?" Haris baru mendengar istilah itu, ia menoleh pada Maminya.
"Perebut Bini Orang," ucapan Mami Haris membuat pria itu menginjak rem mendadak. Mami Haris memekik kesal.
"Haris, kamu apa-apaan seh! Mami belum lunas cicilan panci, kalo mau mati nanti dulu!" cerocos Mami Haris sambil mengusap dadanya.
"Aku mau jadi pebinor Ma," ucap Haris penuh binar sebelum jitakan keras Mami Haris mendarat mulus di kepalanya.
BLETAK!!!
"Dasar anak gak ada akhlak! Masa mau jadi pebinor? Mesti di ruqyah kepala kamu!" Mami Haris melotot membuat Haris ngeri.
Entah apa yang ada di dalam kepala pria itu, yang jelas Haris akan berusaha kembali mendekati Mia. Tidak perduli tentang status gadis itu saat ini.
🌷🌷🌷
Angga tampak uring-uringan tidak jelas. Pria itu mondar mandir sambil berkacak pinggang gelisah. Dia menatap ponselnya, kemudian mengetikkan sesuatu dan mengirimkannya pada Mia.
[Apa tamunya masih ada? Siapa tamunya?] Angga pura-pura bertanya padahal dia sudah tau siapa yang datang ke rumah Mia.
Satu menit, dua menit pria itu menunggu dengan setia di depan ponselnya yang tidak merespon apa-apa. Menggeram kesal dengan tangan yang ingin menghempas gawainya ke atas sofa namun urung saat suara notifikasi terdengar.
[Sudah pulang, Haris sama Maminya yang datang. Katanya kangen aku,]
[KANGEN??!!] Capslock Angga jebol.
[Maminya yang kangen aku,]
[Modus, aku tau dia modusin kamu! Emang dia gak tau kamu udah nikah? Kamu itu istri aku!] rasa cemburu Angga sudah menguap hingga ke ubun-ubun.
Sepertinya Angga lupa akan posisinya saat ini, WA pun tidak di balas oleh Mia. Angga menyadari itu.
[Maaf sayang, aku cemburu... aku gak suka ada pria lain yang deketin kamu,]
[Gimana kabar aku kemarin? 🙂]
Skakmat! Angga langsung mati kutu, pria itu tidak berani lagi untuk membalas pesan Mia.
Please rate, vote dan likenya yach!
__ADS_1
Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!
Sindir adja terus ya Mia... malu deh akuuuu