Cintaku Berat Di Timbangan

Cintaku Berat Di Timbangan
CBT 41


__ADS_3

"Jadi loe gak ikhlas neh?" Laras tiba-tiba muncul mengagetkan Haris yang sontak terperanjat sambil mengucap kata-kata ajaib.


"Kunti... tiup lilinnya tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga!" sambil menepuk-nepuk tangan.


"Gue tau lo mau ngatain gue kuntilanak kan? Ngaku gak lo!" Laras sudah memasang kuda-kuda dengan kepalan tangan yang menggantung di udara.


Mata haris melebar, tidak mau ambil resiko karena tau Laras jago Taekwondo. Ia satu perguruan dengan Mia. Namun bukannya takut, Haris malah ikut memasang kuda-kuda siap menangkis.


"Gue tau lo jago Taek, gue jago turun!" Laras langsung menurunkan tangannya bingung.


"Males gue klo lo udah mulai eror gini, pantes Mia gak mau sama lo!"


Tatapan tajam meluncur bebas dari Haris, dia paling tidak suka bila dibilang tidak cukup pantas untuk bersama gadis pujaannya.


"Emangnya gue kenapa?" Haris berkacak pinggang.


"Lo gak bisa serius jadi orang. Bercanda melulu."


"Gue berusaha jadi orang yang bisa buat Mia selalu gembira, gue yakinkan dia selalu tertawa sama gue. Gak ada itu sedih-sedih!"


"Badut donk lo, hehehehe. Cocok buat lo!" Laras langsung pergi meninggalkan Haris yang kesal karena ejekannya.


'Awas lo! Gak akan gue ijinin ikut ke cafe!" teriak Haris.

__ADS_1


"Gue minta ijin ke Mia!" Laras ikut berteriak sambil menjulurkan lidahnya.


Haris meninju angin, membuatnya tampak konyol oleh orang yang melewati kelasnya. "Apa loe liat-liat!"


Para siswi yang lewat berbisik. "Ganteng seh, tapi..."


"Tapi apa? Gue juga gak mau sama lo!" Haris mencak-mencak. Emosinya masih meluap sepeninggal Laras mengejeknya.


Siswi-siswi tersebut langsung berlari ngeri melihat Haris yang tidak seperti biasanya. Biasanya ia selalu ramah, tebar senyum kemana-mana.


Saat kembali ke kursinya Haris terdiam dan termenung memikirkan perkataan Laras tentang sikap yang membuat Mia tidak menyukainya. (suka kok Har, Cuma gak cinta).


Masa seh gara-gara gue suka bencanda, tapi kan emang gue gini adanya.


Haris menghela nafas kasar. Sebelum akhirnya bel tanda masuk berbunyi.


Sastroadji Group


Tangan kekar itu mengepal hingga urat-uratnya menyembul dengan warna agak kehijauan. (bukan Hulk ya!). Rahangnya mengetat menahan kesal karena berita anak buahnya, berkas permintaan kerja sama dengan Adinata Group ditolak secara tiba-tiba.


Padahal tempo hari Adinata Group sendiri yang meminta kerja sama. Seolah sinyal dari Jack, untuk tidak berhubungan dengannya. Sehari setelah insiden di pesta, Angga meminta anak buahnya untuk mencari informasi di mana Mia sekolah.


Namun nihil, seolah orang-orangnya raib karena tidak kunjung kembali memberi informasi.

__ADS_1


"Pasti Jack memblokade semua akses untuk ku menemui Mia. Aku harus turun tangan sendiri!" Desis Angga.


Angga tidak menyalahkan sikap protektif dari Jack mengingat kesalahan yang dirinya lakukan. Mungkin jika dia diposisi Jack, ia akan melakukan hal sama. Tapi bukan sebagai ayah, tentu saja sebagai pasangan hidup.


Kepalanya saat ini pening memikirkan bagaimana cara mendekati Mia, meminta maaf dan berharap akan adanya hubungan lanjut antara mereka. Seolah lupa umurnya berapa, Angga hanya mengingat jika Mia adalah gadis manis yang terus menunggunya sampai saat ini.


Keadaan semakin membuatnya ingin membenturkan kepala saat Mamanya menelpon mengabarkan Hani yang ingin pulang ke London. Ada rasa bersalah merasuki hatinya, selama ini Hani dengan sabar menunggu dan mencintai Angga.


Mungkin sekarang saatnya ia berbicara pada Hani, menyelesaikan urusan mereka secara dewasa tanpa perang dingin seperti yang dia lakukan saat ini. (yang labil siapa coba?).


"Bara!" Panggil Angga.


"Ya, Tuan?" Sahut Bara.


"Atur jadwal meeting jadi besok, aku mau pulang sekarang!"


"Baik, Tuan!" Bara segera pergi meninggalkan Angga untuk melaksanakan perintah.


Sedangkan Angga bersiap-siap untuk pulang. Tanpa sengaja sesuatu jatuh mengenai kakinya.


Maafkan aku, dulu aku membiarkan cintaku pergi. Tapi kali ini aku tidak ingin menyerah, aku harus menggapainya dan menjadikannya milikku!


Kertas undangan itu kini hanya berakhir di tempat sampah. Karena pada akhirnya tidak akan pernah tersebar.

__ADS_1


Please rate, vote dan likenya yach!!


Sertakan comment kalian agar aku lebih baik lagi, Enjoy!


__ADS_2