Daddy I Love You

Daddy I Love You
Boneka Beruang


__ADS_3

...🍁🍁🍁🍁...


Perginya Amalia meninggalkan ruangan sekertaris membuat perasaan Ritz jadi lega bercampur rasa gemas terhadap sosok yang bersembunyi di balik lemari pakaian bermotif bunga-bunga.


Pria tampan itu seakan berpura-pura tidak mengetahui di mana gadis cantik kesayangannya itu berada, ada yang jauh lebih penting untuk ia lakukan sekarang.


"Baby, pilih keluar sendiri atau Daddy yang akan memaksa mu" seru Ritz hendak mendaratkan tubuhnya di ranjang king size milik sekertaris Amalia.


Sebenarnya tidak sopan jika Ritz harus berbaring di tempat tidur yang bukan miliknya, terlebih ia sendiri nekat memasuki kamar pribadi seorang wanita dengan tidak ada perasaan malu sedikit pun.


"Apapun yang ingin kamu tanyakan dan ketahui akan Daddy jawab semuanya tanpa harus ada yang di tutupi, jadi Daddy mohon tolong keluarlah dari persembunyian mu sekarang!" ucap Ritz terdengar serak dan nafas berat berhembus keluar dari mulutnya.


Ayana tetap bergeming di tempat persembunyian, enggan keluar dari sana dan menemui pria tampan pujaan hatinya tersebut.


Bagaimana aku bisa keluar dengan tenang dan menatap matamu, Daddy. Sedangkan seluruh tubuh ku seakan tidak mampu di gerakkan, aku rindu tetapi takut menjadi lemah di hadapan mu. Jeritan bathin Ayana ingin menangis


Cukup lama Ritz menunggu berharap gadis kecil nan manja pemilik hatinya itu mau keluar dan menemuinya.


Terbiasa bersikap dingin dan acuh membuat Ritz tidak tahu bagaimana caranya berlaku romantis apalagi mencoba menenangkan gadis cantik kesayangannya itu.

__ADS_1


"Sayang jika kamu tidak keluar juga, jan"


BRAKK!


BUGH!


"Aduh," jerit Ayana lumayan keras membuat Ritz tersentak kaget langsung bangkit dari pembaringan.


Gadis cantik itu rupanya terjatuh keluar dari dalam lemari pakaian milik Amalia, terlalu asyik melamunkan sesuatu sampai lupa jika dirinya tengah bersembunyi dari sang Daddy.


Dengan cepat Ritz mendekat ke arah lemari pakaian untuk melihat kondisi gadis kecilnya.


"Baby," serunya begitu panik mengangkat tubuh mungil Ayana.


"Daddy bilang juga apa, makanya kalau di suruh keluar itu jangan keras kepala." Omel Ritz tidak peduli dengan mata indah gadis kecilnya sudah berair menahan sakit


"Terus, marah ajah terus. Ngga usah sok peduli sama Ayana, sana pergi temui wanita hamil calon istri kesayangan Daddy itu." Sentak Ayana kesal menahan rasa perih akibat benturan cukup kuat menyebabkan kedua lututnya memar dan sedikit terluka


Ritz menghela nafas panjang seraya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Jangan cengeng, siapa suruh kamu sembunyi di balik lemari pakaian yang tingginya saja melebihi tinggi badan mu. Wajar kalau jatuh bisa sakit, mana bagian raknya lumayan tinggi juga, lain kali jangan cuma sembunyi di dalam lemari." Kesal Ritz masih terus mengoceh tanpa henti bagai seorang ibu yang tengah memarahi anaknya karena berbuat nakal


Ayana hanya diam mendengarkan tanpa berniat untuk membantah atau membalas perkataan pria tampan pujaan hatinya tersebut, dalam hatinya seperti ada tumpukan batu yang meleleh seketika melihat raut wajah lelah milik Ritz.


"Bayi Beruang ngga istirahat ya?" bisik Ayana pelan.


"Jangankan istirahat, makan siang ajah sampai lupa kalau waktunya sudah lewat." Jawab Ritz ketus hendak bangkit dari atas karpet namun langsung di cegah gadis kecilnya


"Kita ke mall ajah yuk Dad," ajak Ayana dengan senyum manis menghiasi wajah cantik penuh air mata.


"Mau ngapain?" tanya Ritz bingung.


Apa gadis kecilnya itu sedang bercanda, barusan masih menangis tetapi sekaramg justru seakan tangisan Ayana hilang entah kemana.


.


.


"Ayana mau beli Boneka Beruang yang besar, soalnya Bayi Beruang punya Ayana udah ngga sayang lagi sama Ayana. Buktinya ajah dari tadi kerjaannya ngomel mulu," jawab gadis cantik itu santai tanpa ada beban sama sekali.

__ADS_1


Ritz sampai tercengang dengan mulut yang menganga, ia tidak menyangka jika gadis kesayangannya itu ingin menggantikannya dengan Boneka Beruang.


🍃🍃🍃🍃


__ADS_2