Daddy I Love You

Daddy I Love You
Cemburu


__ADS_3

...🌿🌿🌿🌿...


Hari yang mulai beranjak sore menandakan bila sebentar lagi malam akan tiba.


Beberapa menit yang lalu, Ayana baru mau membersihkan diri setelah berulang kali Ritz merayunya, entah apa yang membuat gadis cantik itu seolah enggan menyentuh air padahal tubuhnya sudah sangat lengket penuh keringat.


Cepat pergi mandi atau Daddy yang turun tangan langsung mandiin kamu, sayang.


Satu kalimat mutlak yang keluar dari mulut Ritz sukses membuat Ayana berlari cepat masuk ke dalam kamar mandi.


Gadis cantik itu tahu betul seperti apa kelakuan sang Daddy bila perkataannya tidak di turuti.


Hanya membutuhkan waktu kurang dari dua puluh menit si cantik kesayangan Ritz beserta anggota keluarganya termasuk Eyang tersebut, keluar dari dalam kamar lengkap dengan mengenakan dres selutut berwarna biru laut serta polesan make up tipis.


Sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih bak susu, rambut yang di biarkan tergerai indah menambah kecantikan Ayana. Belum lagi bibir mungil yang sengaja di beri polesan lip glos warna pink serta kaki jenjangnya terlihat semakin cantik mengenakan high heals warna senada dengan dres yang di kenakanannya.


Ayana segera turun ke lantai bawah menyusul pria kesayangannya yang kebetulan sudah menunggu di ruang tengah, di sana sudah ada Eyang dan mama Ritz sedang asik berbincang ringan seputar usaha milik wanita baya tersebut.


Bicara soal Eyang dan mama Ritz kenapa bisa berada di Apartement? Jawabannya karena mereka juga ikut menyusul Ayana dan Ritz.


Siapa sangka jika perjalanan mereka keluar kota justru menjadi liburan seluruh anggota keluarga termasuk Radit dan Amalia yang ikut serta berlibur.


Adanya masalah sedikit di salah satu usaha milik Eyang membuat semuanya kembali berkumpul dalam satu atap, berbeda dengan kedua wanita beda usia yang langsung menyusul Ayana dan Ritz ke Apartement karena beralasan sudah lelah. Dua jam yang lalu, Radit dan Amalia serta papa Ritz justru berbalik arah menuju perusahaan, di sana ada masalah sedikit yang harus mereka selesaikan dengan cepat.


...****...

__ADS_1


Ritz yang kebetulan melihat ke arah gadis manjanya langsung tersenyum manis, tidak akan pernah bosan matanya menatap kagum ciptaan Tuhan yang nyaris sempurna itu.


Seketika Ritz teringat sesuatu, ia hampir saja lupa jika malam ini mereka berdua berencana akan keluar untuk makan malam di sebuah Restaurant.


Melihat Ayana sudah rapih dan sangat cantik membuat senyum mama Ritz terukir indah, tidak berbeda jauh dengan Eyang yang kebetulan sudah mengetahui kemana sang cucu dan gadis itu akan pergi.


Bukan Ritz bila mulutnya tertutup rapat tidak mengatakan apapun pada wanita baya kesayangannya tersebut, pria tanpan itu lebih dekat dan terbuka hanya pada sang Eyang di bandingkan dengan ibu kandungnya sendiri.


Hal itu lah yang kadang kala sering menimbulkan rasa cemburu di hati sang mama bila melihat putra semata wayangnya lebih dekat dan terbuka pada orang lain dan bukan padanya.


"Ahaa, ini anak manja mama udah cantik, rapih dan wangi begini mau kemana, hmm?" goda wanita cantik selaku ibu dari pria tampan kesayangan Ayana tersebut.


"Perasaan malam ini kita ngga ada acara sama sekali, iya kan Mih?" lanjutnya seraya melirik ke samping di mana sang mertua berada.


Yang di tanya hanya mengedikkan bahu sambil tersenyum hangat.


"Mata mu itu kak, mau mama congkel biar ngga bisa lihat Ayana lagi." Cebik si cantik kesayangan menantu Eyang sekaligus belahan jiwa sang papa tidak terima


Ritz memutar bola matanya malas tidak ingin ada perdebatan lagi di antara mereka, balik membalas hanya akan menunda waktu. Pikirnya


"Daddy," panggil Ayana ketika sudah berada di hadapan Ritz.


"Udah siap?" tanya Ritz memastikan.


"Udah dong, coba Daddy lihat! Ayana udah cantik belum?" gadis cantik itu memutar dirinya sembari tertawa kecil.

__ADS_1


"Sangat cantik, jadi pengen cium sepuasnya." Kekeh Ritz langsung membawa tubuh mungil gadis itu ke dalam pelukannya.


Tidak lupa memberikan ciuman di seluruh wajah cantik alami gadis kesayangannya tersebut.


"Kita berangkat Baby?" seru Ritz tidak menghiraukan tatapan horor sang mama.


Apa yang pria tampan itu lakukan barusan sukses menimbulkan rasa iri di hati wanita cantik itu.


"Let's go, Mr. Handsome!" sorak Ayana kegirangan sampai lupa kalau di sana masih ada Eyang dan mama Ritz.


Melihat betapa lengketnya Ayana pada sang putra membuat wanita cantik kesayangan Eyang tersebut menjerit sedikit cemburu.


"Mami, telfon Abang minta suruh pulang yuk! Masa kita cuma diam di rumah," rengek sang menantu pada Eyang.


"Ayo mami, minta Abang cepat pulang!" lanjutnya lagi tanpa menyadari tatapan tidak percaya dari Ritz dan Ayana.


Apa mereka tidak salah lihat?


Barusan wanita cantik yang di kenal cuek itu tiba-tiba merengek manja hanya karena melihat sang putra akan mengajak pergi keluar Ayana untuk makan malam.


"Kamu apa-apaan sih, sayang. Malu di lihat anak-anak tuh," sahut Eyang menunjuk ke arah depan tempat di mana posisi Ritz dan Ayana berada.


"Bodoh amat. Aku ngga mau tahu, pokoknya minta Abang pulang cepat!" ketus sang menantu dengan bibir mengerucut lucu.


Betapa wanita cantik itu sangat cemburu melihat kemesraan dari kedua anak kesayangannya tersebut.

__ADS_1


Pokoknya aku juga mau keluar makan malam dengan suami ku, emang cuma mereka ajah yang boleh. Kesalnya berbicara dalam hati


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


__ADS_2