Daddy I Love You

Daddy I Love You
Lebih Berharga


__ADS_3

...☘☘☘☘...


Ritz keluar dari ruangan untuk mencari si cantik kesayangan yang di yakini berlari ke arah ruangan milik sekertaris Amalia, hanya wanita itu tempat Ayana berlindung dari amukannya.


Ketika pintu di buka sedikit keras, hanya ada Radit yang berada di sana dengan mimik wajah menahan kesal.


Sang pemilik ruangan beserta sosok yang di carinya tidak terlihat di mana pun.


"Kemana mereka?" tanya Ritz masih berada di ambang pintu ruangan enggan melangkah masuk ke dalam.


Radit yang di tanyai hanya menggelengkan kepala tidak tahu dan kembali fokus pada benda pipih miliknya.


"Bukannya kamu ada disini pas Ayana datang, masa tidak tahu mereka pergi kemana?" tambah Ritz kemudian melangkah masuk menuju sofa panjang di mana Radit berada.


"Aku tidak tahu kemana perginya gadis kecil dan sekertaris Amalia, lagi pula mereka langsung berlari keluar tanpa mengatakan apa-apa padaku." Jawab Radit yang memang ia sendiri pun tidak tahu keberadaan dua orang tersebut

__ADS_1


Ritz yang merasakan lelah otak dan sekujur tubuhnya langsung merebahkan diri pada sofa panjang setelah Radit sudah berpindah tempat duduk.


Pria tampan yang memiliki ketampanan hampir sama dengan sang kakak itu terdengar menarik napas panjang lalu membuangnya perlahan.


"Gimana dengan wanita itu?" tanya Radit mengalihkan topik pembicaraan.


Sang kakak yang semula menutup matanya karena mengantuk sontak terbuka lebar, Ritz nyaris melupakan kejadian beberapa waktu yang lalu dimana Maira datang secara langsung ke perusahaan untuk menemuinya tanpa memberitahu lebih dulu.


"Untung kamu bertanya pasal wanita itu, hampir saja aku melupakannya karena terlalu fokus pada Ayana." Sahut Ritz seraya bangkit dari sofa panjang kembali duduk seperti semula


"Tapi, bukannya sudah ada informasi yang akurat siapa sosok pria yang selama ini dekat dengan wanita itu? Aaa, atau jangan-jangan ada yang sengaja ingin bermain api dengan keluarga kita?" tutur Radit yang sedikit tahu beberapa rahasia mengenai tunangan dari sang kakak


"Jika tahu pun belum tentu semuanya akurat Dit, terlebih sekarang ada begitu banyak pihak luar yang sengaja ingin memprovokasi kita." Papar Ritz sedikit membuang napas kasar


Pembicaraan mereka berlangsung lumayan lama sebab bukan hanya masalah yang sedang berlangsung di bahas kedua pria tampan itu melainkan ada beberapa hal yang juga ikut di bahas, salah satunya tentang masalah pekerjaan.

__ADS_1


...****...


Di lain tempat atau lebih tepatnya di sebuah Restaurant cepat saji yang kebetulan dekat dengan perusahaan, terdapat dua sosok wanita cantik tengah asik mengobrol sambil menikmati berbagai macam aneka kua dan dua gelas jus.


Siapa lagi kalau bukan si cantik kesayangan keluarga Mahendra dan sang sekertaris Amalia.


Rupanya mereka sengaja lari dari perusahaan demi menghindari amukan dari pria tampan kesayangan Ayana, sudah berlalu sekitar setengah jam keduanya berada di tempat tersebut.


"Kuenya enak banget Aunty, kapan-kapan kita datang kesini lagi ya?" antusias Ayana begitu suka dengan apa yang tengah di nikmatinya.


"Beres, apapun itu selagi Adek senang pasti Aunty akan melakukan semuanya." Sahut Amalia seraya mengusap lembut pinggiran mulut mungil gadis cantik itu menggunakan tisu


Tidak ada yang jauh lebih berharga di bandingkan melihat senyum bahagia yang terpancar di wajah cantik milik gadis manja kesayangan sang Bos tersebut.


🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2