Daddy I Love You

Daddy I Love You
Pesan Singkat


__ADS_3

...💕💕💕...


#Kediaman MAHESTRA


Semenjak pertemuan terakhir kalinya dengan Ritz waktu itu, hari-hari seorang wanita cantik bernama Syifana di penuhi oleh wajah cantik milik sang putri semata wayangnya.


Setiap jam, setiap menit, setiap detik, setiap saat.


Ingatan wanita itu penuh dengan kerinduan yang mendalam terhadap anaknya, tiada hari tanpa merindukan buah hati yang 18 tahun lalu hadir ke dalam hidupnya.


Benih yang dulunya tidak di sangka Syifana akan bersemayam di dalam rahimnya, justru sekarang menjelma menjadi gadis cantik nyaris sempurna.


Sekilas wajah sang putri hampir 90% mirip seperti pria tampan yang merupakan ayah biologis nya, sedangkan yang mirip dengan Syifana dari paras cantik putrinya adalah mata dan bibir.


Adapun warna kulit putih mulus bak susu gadis itu sama persis dengan Syifana, jauh berbeda dengan sang ayah yang memiliki warna kulit sawo matang tetapi tidak mengurangi kadar ketampanan pria tersebut.


"Kakak jangan suka melamun sendirian di sini, tidak baik untuk kesehatan kakak." Tegur sang adik ketika melihat Syifana hanya menyendiri di Gazebo yang terletak tidak jauh dari halaman samping rumah


Syifana menoleh ke arah sumber suara sambil tersenyum manis.


"Aku tidak apa-apa, Adelia." Sahut Syifana


"Kalau ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati kakak, bilang! Jangan di pendam sendirian," ucap Adelia ikut duduk di samping sang kakak.


Gadis berparas cantik hampir mirip dengan Syifana itu jelas tahu betul apa yang tengah di pikirkan sang kakak, pertemuan Syifana dengan Ritz kala itu sukses merubah drastis perilaku wanita cantik tersebut.


"Kakak sangat merindukannya, Dek." Ungkap Syifana lirih


"Temui jika hati kakak masih gelisah dan rindu!" seru Adelia dengan tatapan lurus ke arah depan.


"Andai saja kakak bisa, mungkin rasa rindu ini takan menyiksa jiwa dan raga ku."


Sungguh sangat sakit rasanya, melihat sang putri yang kini mulai beranjak dewasa malah jauh darinya, sedari lahir sampai sekarang gadis cantik itu mulai tahu akan dunia luar, belum pernah sekalipun memanggil Syifana dengan sebutan mama.


Terlihat sangat dekat tetapi begitu sulit untuk di gapai, seolah takdir tengah mempermainkan jalan hidupnya.


Lamunan Syifana ikut buyar kala terdengar bunyi dering ponsel yang terletak di samping tempat duduk, rupanya itu panggilan telefon dari sang asisten.


@Syifana

__ADS_1


"Hallo Alfi," sapa Syifana setelah sambungan telefon sudah terhubung.


^^^@Alfi^^^


^^^"Maaf mengganggu Nyonya," balas Alfi dari balik telefon.^^^


@Syifana


"Tidak Alfi, ada apa kamu tiba-tiba menghubungiku? Apa ada masalah di Perusahaan?" tanya Syifana.


^^^@Alfi^^^


^^^"Perusahaan baik-baik saja, Nyonya. Justru ada sesuatu hal sangat penting yang akan saya sampaikan." Jawab Alfi^^^


@Syifana


"Penting? Apa itu, Alfi?"


^^^@Alfi^^^


^^^"Orang suruhan kita barusan memberikan informasi jika dalam waktu kurang lebih tiga hari lagi Nona muda Qia akan pulang ke negara asal pria tersebut." Lapor Alfi memberi tahu kabar yang ia terima^^^


@Syifana


^^^@Alfi^^^


^^^"Bisa, jika Nyonya berani untuk berbicara empat mata dengan Tuan muda Ritz."^^^


@Syifana


"Lalu pria itu telah membatalkan pertemuannya dengan kita, Alfi."


^^^@Alfi^^^


^^^"Kali ini cobalah untuk kembali berbicara dengan beliau! siapa tahu masih ada kesempatan untuk bertemu."^^^


@Syifana


"Nanti akan aku coba dulu, semoga pria itu mau memberikan kita kesempatan terakhir."

__ADS_1


...****...


Percakapan di telefon dengan sang Asisten berakhir setelah Syifana meminta pria itu untuk membuatkannya sesuatu.


Fokus Syifana beralih menatap ke arah sang adik yang sedari tadi duduk diam seraya mendengarkannya berbicara di telefon.


"Dari Alfi?" tanya Adelia langsung.


"Hmm, katanya pria itu beserta keluarganya akan kembali pulang ke negara asal dalam waktu dekat," jawab Syifana.


"Dengan gadis itu?"


"Iya begitulah, tidak mungkin mereka akan meninggalkannya di sini sendirian." Jawabnya lagi


"Apa kakak ingin bertemu mereka sebelum semuanya terlambat?"


"Tidak tahu, mungkin aku akan mencoba untuk menghubungi pria itu."


Syifana tidak yakin dengan apa yang ingin dia lakukan setelah ini, tetapi sedikit berusaha mungkin akan membuahkan hasil. Pikirnya


...****...


#Restaurant


Acara makan malam bersama, di salah satu tempat favorit Ayana dan Ritz berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan dari siapapun.


Mereka mulai melempar candaan kepada pasangan ayah dan anak tersebut yang kini berubah sebagai pasangan kekasih, tidak ada yang menyangka bila hubungan keduanya justru jauh lebih dekat setelah masalah demi masalah datang menghampiri.


"Dua hari lagi kita pulang," ucap Eyang setelah makan malam telah selesai.


"Mami yakin?" tanya sang menantu memastikan.


"Hmm, lagi pula Ayana sudah membaik dan boleh pulang." jawab wanita baya tersebut.


Sementara yang lainnya hanya diam mendengarkan tanpa ada niat bicara.


Mengingat jam sudah menunjukkan pukul 10 lewat tengah malam, akhirnya mereka memutuskan kembali pulang ke Apartement.


Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan, tidak ada perdebatan yang terjadi karena si biang rusuh sudah tertidur pulas di dalam pelukan hangat Ritz.

__ADS_1


Sebelum keluar dari Restaurant, pria tampan itu menerima sebuah pesan singkat yang di kirim asisten Alfi lewat email, tidak tahu apa isi dari pesan tersebut.


🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2