Daddy I Love You

Daddy I Love You
D_I L You (45) Kenapa?


__ADS_3

...๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ...


Sudah tiga minggu berlalu dan selama itu juga Eyang terus mengawasi perkembangan Ayana untuk sembuh, wanita baya itu tidak tahu bila selama Ayana di rumah sakit hampir setiap saat gadis itu menerima kabar dari Ritz, mulai dari melakukan vidio call, bertukar pesan atau berbicara di telefon.


Hari ini Devan berencana akan membawa Ayana keluar sekedar jalan-jalan, meski sudah 90% di nyatakan sembuh bukan berarti gadis itu tidak membutuhkan suasana luar yang menenangkan. Anggap saja sisa 10% pengobatan Ayana adalah mencari udara segar di luar rumah sakit, tempat dimana selama tiga minggu gadis itu sengaja di kurung.


Devan masuk ke dalam kamar inap yang di tempati Ayana setelah perawat selesai memberikan obat, ia tersenyum melihat gerak-gerik gadis itu seakan tidak sabar keluar jalan-jalan.


"Sudah siap?" tanya Devan yang di balas anggukan kepala dari Ayana.


"Eyang ngga marah, kan?" Ayana takut bila sampai sahabat Daddy nya itu kena omelan dari Eyang.


"Aman terkendali, kebetulan Eyang lagi pergi dengan sahabatnya keluar kota dan belum yakin kapan baliknya, yang jelas hari ini kita bebas dari bayang-bayang Eyang." Jawab Devan tertawa


Sebenarnya bukan karena Eyang ikut bersama sahabatnya keluar kota yang membuat Devan tertawa, melainkan sebab ia lah yang sengaja meminta bantuan pada sahabat dari wanita baya tersebut agar mau membawa serta Eyang pergi liburan bersama.


Tindakan Eyang terlalu berlebihan menurut Devan, selama ini tidak ada yang jauh lebih tahu dan mengenal siapa Ayana selain dirinya selaku sosok penting dalam perjuangan gadis itu melewati masa Trauma nya.


...****...


Saat ini Devan dan Ayana sudah berada di sebuah taman kota yang cukup ramai pengunjung, banyak anak-anak bermain dan berlari kesana kemari.

__ADS_1


Hal itu membuat senyum Ayana tidak lepas dari wajah cantiknya yang sedikit pucat, akibat efek obat dan sedikit kesulitan tidur di malam hari membuat gadis itu harus rela meminum obat tidur.


Devan sedang berbicara di telefon dengan seseorang, terlihat begitu serius dan sengaja menjauh dari Ayana.


Ayana melamun, ingatan saat di mana dia bertemu dengan seorang wanita cantik dengan senyum yang begitu hangat tiba-tiba saja terlintas di benaknya. Wajahnya, senyumannya, tatapan matanya yang begitu teduh, serta suaranya yang lembut masih tersimpan rapih dalam otaknya.


Ada perasaan yang aneh saat matanya menatap intens pahatan sempurna wanita tersebut, seperti dekat tapi entahlah yang jelas Ayana ingin sekali dapat bertemu kembali dengan wanita itu.


Devan yang di penuhi tanda tanya sejak tadi memperhatikan gerak gerik Ayana, apa yang membuat gadis itu melamun dan sesekali juga tersenyum sangat manis.


Ia bahkan melupakan bahwa saat ini tengah berbicara lewat telefon dengan Ritz, merasa tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Devan, suara teriakan dan nyaring terdengar lumayan keras di layar ponselnya.


"Astaga Ritz, tidak bisakah kau bersabar sedikit!" Kesal Devan kembali sadar langsung menuju tempat di mana Ayana duduk


"Iya, iya sabar! Lama-lama gue kehabisan akal menghadapi pria posesif dan overptotektif kayak lo," cebik Devan tidak terima.


***


Dari pada mendengar umpatan non faedah dari sahabatnya, cepat-cepat Devan memberikan ponselnya pada Ayana.


"Nih, Beruang Kutub mau bicara." Ucap Devan seraya menyerahkan ponsel miliknya

__ADS_1


"Papi Devan jahat ihh. Masa Daddy di bilang Beruang Kutub, ngga di kasih uang jajan baru tahu rasa." Cetus Ayana menatap tajam ke arah Devan


Mendengar suara Ritz terus memanggil Ayana, mau tidak mau gadis itu berhenti mengomeli Devan.


Entah apa yang mereka bicarakan sebab Ayana tidak hentinya tertawa, ada saja yang gadis itu ceritakan pada pria tampan yang sangat dia rindukan selama berada di rumah sakit.


.


.


.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Like dan komennya yuk๐Ÿ™


Ikut Ramaikan๐Ÿ˜


Ada yang komen, jalan ceritanya masih ambigu alias belum ada kejelasan yang pasti.


Di sini ceritanya sedikit ada konflik ya, mungkin dari orang tua Ayana atau dari pihak Ritz sendiri.

__ADS_1


Tenang ajah, part jalan ceritanya udah dekat kok. Mohon maaf ya kalau alurnya masih kurang bagus๐Ÿ™


__ADS_2