
...πΊπΊπΊπΊ...
Usai makan malam, Ayana di minta Ritz untuk datang ke ruang kerjanya sebab ada yang ingin pria tampan itu bicarakan dengan sang pujaan hati.
Tok tok tok.
Ayana mengetuk pintu ruangan milik Ritz yang tertutup rapat, dari arah dalam ruangan terdengar pria tampan itu menyuruhnya masuk.
CEKLEK!
Gadis cantik kesayangan keluarga Mahendra itu langsung membuka pintu ruangan setelah Ritz mempersilahkannya masuk.
"Daddy sibuk?" tanya Ayana melihat ada begitu banyak tumpukan berkas tertata rapih di atas meja kerja milik Ritz.
"Tidak juga," jawab pria tampan itu singkat.
Ritz beranjak dari kursi kerjanya kemudian melangkah pelan menuju sofa panjang di mana gadisnya berada.
"Daddy mau bicara soal apa?" Ayana langsung menyuguhkan pertanyaan perihal maksud pria tampan itu memanggilnya.
Belum sempat Ritz duduk sudah mendapatkan pertanyaan yang jelas ia yakin pasti gadisnya begitu tidak sabaran.
"Nggak sabaran banget sih," kekeh Ritz seraya menangkup wajah putih mulus gadis itu lalu memberinya ciuman bertubi-tubi sampai membuat Ayana tergelak.
Rasa takut dan khawatir kala mengetahui Ayana datang ke perusahaan tadi siang sukses mengacaukan akal sehat Ritz, entah sudah sampai mana gadis kesayangannya itu mendengar percakapan antara dirinya bersama wanita cantik bernama Syifana itu.
__ADS_1
Dengan susah payah Ritz menormalkan detak jantungnya, apapun tanggapan yang keluar dari bibir mungil Ayana dengan ikhlas ia menerimanya.
"Soal tadi siang," jawab Ritz terjeda.
Mata pria itu menatap teduh penuh sayang pada Ayana.
"Daddy yakin kamu mendengar semuanya kan?" lanjutnya tanpa mengalihkan tatapan matanya dari wajah cantik milik gadis kesayangannya itu.
Ayana tampak diam dengan sorot mata yang sulit di artikan, kejadian tadi siang memang bukan murni kesalahan pria tampan di hadapannya tersebut, ada beberapa faktor yang menurutnya tidak mudah untuk di jelaskan.
Seulas senyum begitu manis terukir indah di wajah Ayana, apapun alasan di balik diamnya sang Daddy selama ini bukan berarti dirinya tidak merasakan sebesar apa perjuangan pria itu dalam membahagiakan nya.
"Tidak perlu di jelaskan lagi, Ayana lebih nyaman dengan tidak mau tahu apapun." Jawab Ayana tanpa memudarkan senyuman dari bibir mungilnya.
"Daddy pasti punya alasan sendiri mengapa sampai detik ini ada begitu banyak yang Daddy tutupi dari Ayana."
"Maaf," ucap Ritz lirih.
Gadis cantik yang sebenarnya menyimpan begitu banyak pertanyaan dalam hati itu selalu berdoa semoga masalah yang di laluinya bersama pria pujaannya segera mendapatkan jalan keluar.
Egois memang jika Ayana tetap memilih bertahan dan berusaha sabar melewati hari-harinya yang mungkin saja penuh dengan banyak drama di kemudian hari, tetapi lari dari masalah bukan lah solusi yang tepat.
...****...
Menjelang pagi, Ayana lebih dulu bangun untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
Hari ini rencananya Ritz akan membawa gadis kesayangannya itu pergi keluar untuk jalan-jalan, ia sengaja tidak masuk kantor demi meluangkan waktu untuk Ayana.
Usai sarapan pagi, Ritz langsung keluar rumah membawa Ayana dengan mengendarai sebuah mobil mewah keluaran terbaru yang hanya ada beberapa di dunia.
Perjalanan mereka di selingi obrolan ringan seputar kegiatan Ayana selama di kampus, tentunya dengan senang hati Ritz menjadi pendengar yang baik.
"Daddy beneran mau bawa Ayana untuk bertemu Mami?" pekik gadis cantik itu setelah mengetahui kemana tujuan mereka sekarang.
Ayana sungguh tidak percaya jika pria tampan yang dipanggilnya Daddy itu ternyata merencanakan sesuatu.
"Wanita cerewet itu sampai kapan pun tidak akan berhenti mengganggu ketenangan Daddy selagi keberadaan mu selalu Daddy sembunyikan." Jawab Ritz ketus dengan kening mengkerut
"Ayya, baru begini saja Daddy malah kesal dan tidak senang. Bagaimana kalau Ayana justru benar-benar pergi meninggalkan Daddy dan memilih untuk ikut bersama Mami," goda Ayana cepat menutup wajahnya agar tidak mendapatkan ciuman lagi dari Ritz.
Ada rasa bahagia menyelimuti hati Ayana setelah melihat bagaimana kerasnya Ritz dalam mempertahankan dirinya agar tidak pergi kemana pun.
ππππ
Maaf ya kalau ceritanya masih banyak kekuranganπππ
Habis baca cerita ini, sekalian ikut mampir juga ya di karya milik teman aku.
Di jamin ceritanya nggak kalah seruπ€
__ADS_1