Daddy I Love You

Daddy I Love You
D_I L You (54) Happy Birthday Honey


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


"SURPRISE" teriak semua orang saat Ayana masuk ke dalam Aula dengan wajah yang terkejut bukan main.


Gadis itu masih belum sadar, sedang berada dimana dia sekarang.


Ritz yang baru saja tiba dengan segera memeluk sayang tubuh mungil putrinya agar tenang, ia lupa memberi tahu ke semua orang kalau gadis itu belum terbiasa dengan suasana yang ramai.


Sial, kenapa gue bisa lupa sih. Rutuknya berbicara dalam hati


"Calm down dear, they are all good people." Bisik Ritz menenangkan


(Tenanglah sayang, mereka semua adalah orang baik.)


Dengan susah payah pria tampan itu berusaha memberikan rasa aman dan nyaman pada gadis yang begitu ia sayangi dengan sepenuh hati, di rasa Ayana mulai tenang dan mau menatap ke arah semua orang, membuat perasaan Ritz jadi lega.


"Daddy, kenapa di sini ada begitu banyak sekali orang?" tanya Ayana sembari menatap kebingungan ke arah semua orang.


Pasalnya di dalam Aula tersebut juga terdapat sebagian anggota keluarga Ritz, itu sebabnya Ayana sedikit heran dan bingung ada apa sebenarnya yang sedang terjadi.


Melihat tatapan penuh tanda tanya dari sang putri, mau tidak mau Ritz yang akan menjawabnya. Akan tetapi, sebelum menjawab pertanyaan dari gadis manjanya, ia tentu akan bermain-main sebentar dengan gadis cantiknya itu.


Ekhemm!


Deheman Ritz menjadi kode untuk semua orang agar mau di ajak kerja sama dalam mengerjai sang tuan putri malam ini.


"Daddy kenapa?" tanya Ayana menatap curiga ke arah Ritz.


Gadis itu belum tahu bila sekarang dirinya akan menjadi target kejahilan orang-orang kesayangannya, apalagi melihat respon dari sang Eyang seakan tidak masalah bila harus bermain sedikit.


Masih ada sisa waktu 30 menit sebelum jam 12 malam, itu artinya mereka akan bersenang-senang terlebih dahulu dengan si cantik yang menjadi pemeran utama dalam pesta malam ini.


"Sayang," panggil Ritz begitu lembut pada gadis kecilnya.


Wajah tampannya di buat semenyedihkan mungkin.


"Daddy kenapa manggil Ayana dengan suara memelas begitu?" sahut Ayana bergidik ngeri dan geli sendiri.


Ada apa dengan Daddy nya saat ini? Bukankah mereka sedang berada di depan banyak orang sekarang? heran Ayana tidak habis pikir.


"Mmm, Ayana sayang. Dengarkan Daddy!" pinta Ritz mulai memainkan perannya.

__ADS_1


"Jadi gini, lusa adalah hari kepulangan Daddy ke London, dan mungkin akan membawa serta Eyang, paman dan bibi" lanjutnya terjeda.


"Terus?" sahut Ayana sedikit saja tidak curiga.


"Mungkin kepulangan Ayana kembali di tunda, pihak rumah sakit belum memberi izin."


.


.


Gadis cantik dengan gaun indah selutut itu nampak diam sejenak, entah apa yang tengah di pikirkannya.


Dapat Ritz simpulkan kemungkinan besar gadis manjanya tengah berusaha mengingat perkataan Devan kemarin.


Manis sekali. Gemas Ritz ingin rasanya mencium habis seluruh wajah Ayana


"Jadi maksud Daddy selain Ayana dan papi Devan, yang lainnya akan kembali pulang lebih dulu?" tanya Ayana mulai menganggap serius perkataan Ritz.


Pria tampan itu mengangguk iya seraya menahan diri agar tidak tertawa, semua orang tahu bagaimana posesifnya Ayana bila sudah menyangkut masalah yang serius.


"Kalau begitu nanti Ayana di tinggal sendirian dong? Papi Devan kan, setiap hari selalu sibuk dengan pekerjaannya, lalu siapa yang akan menemani Ayana kalau semuanya ikut pulang?" cerocos si cantik mulai terpancing.


"Kan ada suster yang akan jagain Ayana selama di rumah sakit," jawab Ritz santai.


"Mulai besok, dan Ayana harus nurut."


Mulut gadis itu menganga sempurna, apa barusan dia salah dengar? Bagaimana bisa keluarganya pergi meninggalkannya tanpa ada yang menjaga, keberadaan Devan tentu tidak menjamin keamanannya.


"No Daddy! Sebelum Ayana di perbolehkan pulang, tugas Daddy adalah menjaga Ayana 1x24 jam full." Tolak Ayana mentah-mentah


"Tapi tiketnya sudah di pesan sayang, mana bisa Daddy ngga boleh pulang" keluh Ritz pura-pura kesal.


"Are you serious, Daddy?" tanya Ayana frustasi dan lagi-lagi hanya di balas anggukan kepala dari Ritz.


Bagaimana dia akan menjalani hari-harinya tanpa mereka, dan yang membuatnya bingung adalah, mengapa waktu yang di perkirakan hanya sebulan dirinya menjalani pengobatan disana malah justru bertambah?


Apa sekarang takdir masih belum juga berpihak padaku? Bathin Ayana berteriak


Hatinya masih belum bisa merelakan pria kesayangannya akan bertemu kembali dengan sang kekasih atau lebih tepatnya calon istri.


Hampir 10 menit gadis itu mencoba mencerna setiap kalimat yang keluar dari mulut sang Daddy, dan tentu saja kesempatan itu di gunakan Eyang beserta lainnya untuk mempersiapkan kejutan.

__ADS_1


...****...


Di saat semua orang tengah siap, tiba-tiba gadis itu kembali berbicara.


"Daddy bohong kan? Ayana ngga mau di tinggal sendirian lagi, apa satu bulan masih belum cukup untuk menyiksa ku? Ini terlalu menyakitkan Daddy, hiks."


Tangis gadis cantik itu pecah setelah tidak mendapatkan jawaban yang menurutnya masuk akal, seandainya dia akan melakukan pengobatan dengan waktu yang lama lagi, itu artinya dirinya akan lama berada di rumah sakit.


"Ayana ngga suka di tinggal, hiks."


"Kalau tahu akhirnya bakalan kayak gini, mendingan Daddy ngga usah datang kemari.


"Mau pulang kan? Udah sana pulang ajah! Ngga usah nunggu sampai dua hari lagi,"


Perasaan cemburu mulai menyelimuti hati gadis itu, tidak peduli sekarang dirinya menjadi pusat perhatian semua orang.


Suasana terasa sunyi tidak lagi terdengar suara-suara, hal itu membuat pikiran Ayana melayang jauh.


.


.


.


Satu,


Dua,


Tiga,


...DORRRRπŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


"KEJUTAN,,,"


"HAPPY BIRTHDAY BEAUTIFUL PRINCESS"


.


.


.

__ADS_1


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


__ADS_2