Daddy I Love You

Daddy I Love You
D_I L You (44) Terungkap


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺...


Sudah satu minggu lamanya Ayana berada di Australia untuk melakukan pengobatan lebih lanjut, sehari setelah kedatangan mereka di negara itu dengan cepat Eyang mempersiapkan semuanya.


Bagi wanita baya kesayangan banyak orang itu, semakin lama menunda penyembuhan, akan tidak baik untuk kesehatan bathin cucunya.


Siapa lagi kalau bukan Ritz, si pria tampan posesif dan sekarang mulai timbul sikap overptotektif nya.


...🌾...


Jangan salahkan aku bila tidak mendengarkan perkataan Eyang, cepat bawa pulang gadis ku dalam keadaan utuh.


...🌾...


Satu kalimat yang sampai sekarang terus menghantui pikiran Eyang, ingin rasanya wanita baya itu menghampiri sang cucu dan memberikannya hukuman.


...****...


Di dalam kamar yang kedap suara, Devan sedang menghubungi seseorang lewat sambungan telefon.


"Bagaimana?" Tanya Devan datar


(Semua data sudah terkumpul Bos, benar yang anda katakan. Di pesawat waktu itu adalah Nyonya Syifana dan sekarang ini beliau ada di Indonesia, kabarnya tengah mencari keberadaan putrinya yang hilang.)


"Pastikan kabar ini jangan dulu sampai di telinga Ritz, minta mereka untuk menutup mulut termasuk Reno dan Aryan." Tegas Devan memberi perintah


(Siap Bos, semua aman terkendali karena Reno dan Aryan tengah mengurus masalah di kota terpencil tempat dimana Nyonya Syifana tinggal dulu.)


"Apa yang mereka lakukan di sana? Bukankah aku menyuruh kalian untuk tetap mengawasi wanita itu, bagaimana bisa Reno dan Aryan sampai di kota itu?" Geram Devan sangat murka tidak habis pikir orang suruhannya justru membangkang

__ADS_1


(Maaf atas kelancangan saya, Bos. Tapi ini semua atas perintah dari Tuan dan Nyonya besar,)


"Mama dan papa? Kenapa mereka sampai ikut campur masalah ini?" Tanya Devan keheranan


(Apa Bos mengenal wanita bernama Tari?)


"Aku hanya sering mendengar namanya sering di sebut papa dan mama," jawab Devan datar


(Wanita itu adalah putri kandung Tuan besar, atau lebih tepatnya anak dari istri sirih, Tuan besar.)


"Jangan lancang kamu, bagaimana mungkin aku memiliki saudara." Teriak Devan menggema di seluruh kamar


(Itu kenyataannya Bos, semua data wanita itu sudah aku kirim. Bos boleh lihat sendiri jika tidak percaya, dan satu hal lagi. Berhentilah meneriaki ku dasar Bos pemarah,)


Tutt.


Mulut Devan menganga tidak percaya jika dirinya malah balik di bentak, apa ia bunuh saja bawahannya itu?


"Dasar bawahan sialan, lihat saja nanti aku akan membuat perhitungan dengannya." Umpatnya sangat kesal dan marah


Baru saja Devan akan keluar dari kamar, tiba-tiba ia kembali teringat dengan Email yang di kirim oleh bawahannya.


Devan kembali masuk dalam kamar kemudian langsung membuka laptop miliknya, sudah ada beberapa Email yang masuk termasuk data-data kesehatan Ayana beberapa hari terakhir.


"Kira-kira gadis itu nangis ngga ya," gumamnya menebak.


Matanya begitu serius menatap layar laptop seraya membaca semua data-data penting milik orang tua Ayana, termasuk data diri seorang wanita yang bernama tari. Akan tetapi, ia lebih fokus membaca data milik orang tua Ayana.


Devan sangat kaget saat mengetahui sebuah kebenaran yang selama ini di sembunyikan begitu rapat.

__ADS_1


"Ini tidak benar, bagaimana bisa mama dan papa serta orang tua Ritz sangat mengenali siapa orang tua Ayana."


"Lalu apa ini? Jadi selama ini kami telah melindungi seorang putri tunggal sekaligus pewaris dari orang itu."


Sebuah rahasia besar akhirnya terungkap, bagaimana ketatnya Ritz melindungi Ayana selama ini ternyata bukan semata karena tanggung jawab hampir membuat gadis itu kehilangan nyawa, melainkan justru di sebabkan oleh seseorang yang harus di hindari.


"Ngga mungkin, orang itu bukanlah pria sembarangan. Apa itu penyebabnya sampai Nyonya Syifana sengaja mengganti identitas aslinya? Bukankah pria itu merupakan ayah kandung dari Ayana? Ini benar-benar membingungkan."


Devan sungguh di buat pusing, proses pemulihan Ayana masih 75% tingkat keberhasilannya, tetapi sekarang timbul lagi masalah baru yang mungkin kedepannya akan sangat membahayakan nyawa Devan.


"Sial, kenapa aku bisa ikut terlibat dengan orang-orang ini sih." Umpatnya semakin kesal


"Ini namanya sengaja mengantar nyawa pada Singa yang sudah lama tertidur."


Timbul perasaan takut di dalam diri Devan setelah mengetahui siapa Ayana sebenarnya, jangankan memiliki niat terselubung, hanya membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduk Devan meremang.


Dalam hatinya terus berdoa, semoga kedepannya hari-hari Ritz berjalan dengan aman.


.


.


.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Hari ini aku usaha up banyak😴


Like dan komennya yuk ikut ramaikanπŸ™πŸ™πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2