Daddy I Love You

Daddy I Love You
Sementara Aku Lah Ayah Biologisnya


__ADS_3

...💕💕💕💕...


Kenzo menatap penuh tanya melihat Maira tengah menangis entah karena perihal apa, otaknya tidak bisa berpikir jernih untuk saat ini.


"Hey, sayang apa yang terjadi?" tanya Kenzo dengan nada yang lembut.


Hanya ada isakan kecil yang keluar dari mulut Maira membuat pria itu panik dan khawatir.


"Jawab aku, Maira!" seru Kenzo seraya tangannya mengelap air mata di pipi tirus wanita itu.


"Hiks, maafkan aku." Lirih Maira dengan nada bergetar pelan


Otaknya di penuhi oleh wajah murka milik Hendra yang siap menghancurkannya beserta sang mama.


"Ada apa sayang? Ayo cerita! setidaknya jangan membuat ku khawatir tanpa alasan," pinta Kenzo belum mengerti namun tetap berusaha untuk tenang.


Pria itu memilih masuk ke dalam kamar sambil menggendong Maira ala bridal style, tidak baik berlama-lama di area balkon dengan hawa dingin yang menusuk di pagi hari.


Setelah sampai di dalam kamar, dengan perlahan Kenzo menurunkan Maura di tepian ranjang, sedangkan ia duduk dengan posisi berlutut di bawah kaki sembari mencium penuh perasaan kedua telapak tangan wanita itu.


"Ayo ceritakan ada apa, hmm?" ucap Kenzo memulai percakapan.


Di lihatnya sang kekasih tengah mengatur napas sebelum berbicara, entah apa yang membuatnya sampai menangis dengan tubuh yang bergetar. Pikir Kenzo


"Tadi mama menghubungi ku dan mengatakan sesuatu," ungkap Maira jujur.


"Terus mama bilang apa?" tanya Kenzo berusaha sabar menunggu kekasihnya itu bicara.


Maira sedikit takut bila harus berbicara yang sejujurnya pada pria tampan di hadapannya saat ini, tetapi keadaan membuatnya harus berterus terang sebelum masalahnya semakin parah.


"Papa. Orang suruhan papa datang menemui mama di Apartement, mereka di perintahkan untuk membawa pulang kembali aku dan mama ke rumah papa." Jelas Maira kembali menangis


Mendengar hal itu, sontak gerakan bibir Kenzo yang mencium sayang telapak tangan milik sang kekasih langsung terhenti.


"Aku ngga mau Ken, bagaimana kalau papa marah sama aku dan nyakitin anak kita?" lanjut wanita cantik itu menangis sesegukan.


Maira terlalu takut akan amarah yang di perlihatkan Hendra, sebagai seorang anak yang hanya di jadikan batu loncatan atas keserakahan pria tua tersebut membuat kehidupannya hancur berantakan.


"Kamu mau kembali lagi ke rumah itu?" tanya Kenzo menatap sendu wajah penuh air mata Maira.


"Memangnya kamu pikir aku punya keberanian apa melawan perintah papa?" Maira bukannya menjawab pertanyaan pria itu melainkan memberi pertanyaan.


"Jangan kembali jika hanya akan ada luka yang kamu dapatkan dari pria tua tidak berperasaan itu," tekan Kenzo berbicara serius.


"Papa ku adalah pria tua yang gila dan serakah Ken, jika aku menolak perintahnya bisa di pastikan mama ku lah yang akan menjadi taruhannya. Lalu aku harus apa?" pasrah Maira terlalu lelah meladeni keburukan dari Hendra.

__ADS_1


"Jika kamu kembali ke rumah itu lagi maka akan aku pastikan semua yang ada pada pria tua itu lenyap dalam sekali jentikan jari," geram Kenzo tak main-main.


Maira menggelengkan kepalanya memohon agar pria itu tidak bertindak jauh, terlalu sulit untuk bisa melepaskan diri dari sangkar penderitaan dari pria yang di panggilnya papa.


"Aku akan menikah dengan pria pilihan papa, Ken" ungkap Maira tersenyum getir.


"Dan kamu yakin bila pria itu mau menikahi mu?" cibir kenzo tidak terima ada pria lain memiliki kekasihnya.


"Semua telah di atur papa," bantah Maira.


"Menurutmu aku peduli? Tidak Maira!" sentak Kenzo menolak mentah-mentah perkataan wanita itu.


Pria mana yang rela membiarkan orang yang sangat di cintainya justru menjalin hubungan bersama pria lain, cukup sudah sandirwara yang selama ini ia lakukan dengan pura-pura tidak mengenal kekasihnya. Pikir Kenzo


"Apapun yang terjadi hanya aku lah satu-satunya pria yang akan menjadi pasangan mu sampai maut memisahkan kita," ucap Kenzo seakan tidak ada kebohongan di sana.


Maira menatap tidak percaya pada sosok tampan yang kini sudah berdiri tegap di hadapannya tanpa mengalihkan tatapan mata tajam itu darinya.


"Kamu serius Ken?"


"Menurutmu?" tantang Kenzo tersenyum miring.


"Jangan gila kamu, apa sebenarnya yang ada di otak mu itu?"


.


.


"Lima tahun Maira!" tekan Kenzo menatap tajam ke arah sang kekasih.


"Apa kamu pikir penantian ku selama lima tahun itu percuma? Bahkan aku rela menahan sakit dan rindu ketika papa dengan entengnya meminta ku pergi keluar negri untuk belajar bisnis."


"Selama di sana aku selalu memikirkan mu tanpa kenal waktu, hari-hari ku di penuhi oleh wajah mu yang menatap sedih dan tidak rela setelah tahu aku akan pergi."


"Sekarang, saat semuanya kembali seperti semula kamu mau kita kembali saling menyiksa diri seperti dulu? Jangan EGOIS Maira."


Kenzo hampir kehilangan akal sehatnya menghadapi kebodohan dari wanita yang selama ini begitu ia lindungi, bahkan setelah mengetahui ada pria lain sedang dekat dengan sang kekasih dan di kabarkan sudah menjalin hubungan sampai ke jenjang yang lebih serius, membuatnya nekat merenggut sesuatu yang paling berharga dalam hidup wanita itu.


Akan tetapi melihat kegigihan kekasihnya yang tetap ingin melanjutkan hubungan dengan pewaris tunggal dari Mahendra Group tersebut semakin menyulut api amarah dalam diri Kenzo.


Alhasil ia nekat membuat Maira harus hamil benihnya agar rencana yang di buat Hendra menjadi hancur berantakan.


...****...


Maira menatap sendu wajah tampan yang memerah milik kekasihnya akibat menahan amarah padanya.

__ADS_1


"Ken," panggilnya lirih nyaris tidak terdengar.


Pria tampan itu menoleh malas ke arahnya.


"Apa lagi? Masih tetap ingin pulang dan membuat mu kembali di sakiti?" sahut Kenzo ketus.


"Kamu marah?" tanya Maira sendu.


"Menurutmu? Apa ada pria yang rela membiarkan miliknya terluka sementara ia sendiri bahkan seujung rambut pun tidak pernah berlaku kasar." Kesal Kenzo memilih berdiri membelakangi kekasihnya


Hati wanita mana yang takan merasa tersentuh mendengar betapa khawatirnya sang kekasih pada dirinya, sesaat ide jahil pun terlintas di benak Maira.


.


.


"Kamu beneran sayang aku?" tanya Maira jadi geli sendiri.


"Pertanyaan macam apa itu?" ketus Kenzo akhirnya membalikkan tubuhnya menghadap Maira.


"Kamu lebih tahu bagaimana hampir gilanya aku karena terlalu menyukai mu, menyayangi mu bahkan aku rasa hanya aku lah pria bodoh yang begitu mencintai wanita aneh seprti mu." Tambahnya


.


.


Maira mati-matian menahan dirinya untuk tidak tersenyum.


"Kita bahkan sudah ingin melakukan acara lamaran loh, Ken" goda Maira berusaha keras agar tidak tertawa melihat betapa terkejutnya Kenzo.


"Kamu ingin menguji ku, Honey?" tatapan tajam Kenzo menusuk sampai ke jantung Maira.


"Lalu aku bisa apa?" jawab Maira pura-pura sedih.


"Akan aku bunuh pria tua tidak tahu malu itu jika sampai kamu menikah dengan Ritz," geram Kenzo seakan ancamannya tak main-main.


"Dengan senang hati, saumi ku." Kekeh Maira seraya bangkit dari ranjang berlari cepat menuju kamar mandi sebelum mendapatkan hukuman dari kekasihnya


Sementara Kenzo di buat melongo betapa jahilnya Maira yang begitu senang melihatnya marah.


"Kamu yang hamil itu ingin menikah dengan pria lain, bagaimana bisa? Sementara aku lah ayah biologisnya." Gumam Kenzo menggeleng pelan


Dalam hati pria itu bersumpah akan membuat perhitungan dengan Hendra.


🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2