
...💕💕💕💕...
Tidak ada yang tahu serumit apa kehidupan di masa depan setelah harapan yang kita inginkan justru berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada.
.
.
Adinda Maira, sosok wanita cantik kelahiran 10 maret 1992 tersebut menjadi sorotan media masa sejak usianya menginjak 24 tahun.
Terlahir dari keluarga yang terbilang cukup berada menjadikannya sosok berharga yang selalu di banggakan sang papa, berprofesi sebagai model cantik di berbagai brand terkenal mampu membuat nama Maira terkenal sampai ke beberapa negara.
Hampir enam tahun lamanya bergelut dalam dunia permodelan ternyata bukanlah hal yang muda bagi Maira, setiap hari di suguhkan jadwal yang padat sering kali membuatnya lelah dan bosan.
Akan tetapi, semua di telan wanita itu mentah-mentah setelah menyadari bagaimana kerasnya didikan Hendra terhadap putri sewata wayangnya tersebut.
Maira di paksa menjadi sempurna tanpa ada kecacatan sedikit pun, tidak boleh mengeluh atau menangis ketika ada yang membuatnya terluka, harus terlihat lebih terkenal di bandingkan orang lain, di paksa menjadi mesin pencetak uang oleh Hendra tanpa peduli resiko yang mungkin bisa saja dapat membahayakan nyawanya.
Semua yang di lakukan Maira tidak luput dari pantauan dan perintah dari pria berhati batu sering di panggilnya papa tersebut, semua itu berlangsung selama kurang lebih tiga tahun sebelum sosok penyelamat hadir menjadi pegangan kuat ketika wanita itu hampir terjatuh ke dasar jurang.
Maira seolah merasa hari-harinya yang dulunya bagaikan boneka yang di kendalikan sang papa, kini sedikit ada harapan yang mungkin bisa membawanya keluar dari sangkar kematian tersebut.
.
.
...****...
Usai membersihkan diri, Maira keluar dari dalam kamar mandi lengkap dengan pakaian tidur bermotif Doraemon.
Terlihat lucu dan menggemaskan di mata Kenzo yang sedari tadi mulai memperhatikan gerak gerik Maira, rambut panjangnya yang basah di biarkan tergerai sebelum mengambil alat pengering rambut yang terletak di atas nakas.
Maira dengan pelan mulai mengeringkan rambut basahnya, sesekali ekor matanya melirik ke arah ranjang di mana seorang pria tampan duduk tegap menatapnya penuh intens.
"Kamu tidak mandi sayang?" tanya Maira tetap fokus mengeringkan rambut basahnya.
"Lima menit lagi, aku masih ingin melihat betapa sempurnanya ciptaan Tuhan yang berada di depanku sekarang." Jawab Kenzo masih dalam posisi memandangi kekasihnya
Wanita itu tersenyum manis sebelum tangannya berhenti mengeringkan rambut yang tinggal sedikit lagi akan selesai, tubuhnya memutar dan duduk mengahadap ke arah Kenzo.
"Ada yang ingin aku katakan," ucapnya pelan tidak lupa memasang wajah tersenyum begitu hangat.
Kenzo yang belum paham sampai memiringkan kepalanya bingung.
__ADS_1
"Soal apa lagi? Tidak cukup kah perdebatan kita tadi dan sekarang kamu ingin mengatakan sesuatu entah apa itu." Sahut Kenzo mencibir malas
"Ckck, sungguh benar-benar pria posesif yang emosian." Balas Maira ketus
Mendengar hal itu sontak Kenzo tersenyum penuh arti.
.
.
"Manis sekali mulut kecil mu itu berbicara, apa boleh aku beri hukuman sedikit? Atau kita lakukan hal yang semalam, bagaimana?" Seringai Kenzo, membuat gerakan tubuh Maira cepat bangkit dari kursi rias melangkah mundur
"Mesyum," cicit Maira mulai waspada khawatir bila pria tampan itu tiba-tiba saja menerkamnya.
Apa yang di lakukan Maira tak luput dari pengamatan Kenzo, sejak tadi pria itu menahan diri agar tidak tertawa lepas.
"Astaga, kamu sungguh takut aku berbuat macam-macam?" kekehnya tidak percaya kekasihnya masih saja bersikap waspada.
"Menurutmu? Pria dengan segalah pikiran mesyum di otak mu itu, siapa yang tidak ingin berhati-hati." Sentak Maira menatap kesal padahal jarak mereka cukup jauh
Kenzo tertawa terbahak-bahak ketika menyadari kekasihnya lupa melupakan sesuatu, bukan apa sejak tadi ia menahan diri agar tidak lepas kendali.
Pasalnya pemandangan indah nan menggoda di hadapannya itu jauh lebih menguji adrenalin.
Mendapat pertanyaan seperti itu membuat kekesalan Maira bertambah, apa sekarang waktunya bercanda? Pikirnya
.
.
"Kamu pikir aku tidak me,,"
DEG!
Belum selesai wanita itu berucap, jantungnya serasa ingin melompat keluar dari tempatnya kala tidak sengaja matanya menoleh ke bagian bawah.
Dalam hatinya mengumpati sang kekasih seakan memang sengaja tidak memberitahu kan hal itu padanya.
"Kyaaaaa, Kenzo adalah pria yang sangat mesyum." Pekiknya berlari cepat masuk ke dalam kamar mandi lalu menguncinnya
Betapa malunya wanita itu mendapati bagian bawahnya hanya mengenakan dalaman tanpa celana, pantas saja Kenzo terus memandanginya sedari keluar dari kamar mandi dan tidak lupa pula dengan senyuman penuh arti dari pria tampan itu.
Kenzo yang masih tertawa di dalam kamar terus memanggil Maira seraya mengetuk pintu kamar mandi yang di kunci rapat dari dalam.
__ADS_1
"Buka sayang! Kamu tega aku kan belum selesai memandanginya," teriak pria itu masih tertawa tanpa dosa.
Sementara, dari dalam kamar mandi yang terkunci Maira tak kalah keras ikut berteriak menyahut.
"Pergi sana! Tinggalkan aku sendiri, mulai hari ini aku tidak akan mau menemui mu lagi." Rasa malunya begitu besar sebagai seorang wanita yang masih memiliki urat malu
Sadar bila kekasihnya tengah merajuk di dalam, membuat Kenzo akhirnya menghentikan tawanya.
"Ok fine, i am sorry Baby." Ungkap Ritz bersalah
Tidak seharusnya ia mempermainkan Maira sampai seperti ini, tetapi bukan salahnya juga kan menyadari wanita itu lupa mengenakan bawahan.
Hamil tidak membuatnya sampai lupa ingatan kan? Bathin Kenzo
...****...
Jika di negara asal terdapat Maira dan Kenzo tengah asik dengan dunia mereka sendiri, berbeda dengan gadis cantik mungil kesayangan keluarga Mahendra yang sejak tiba di bandara mulai bertingkah aneh.
Ritz sampai berulang kali meyakinkan gadis kecilnya itu agar tetap tenang, kepulangan mereka kali ini mungkin sedikit mendapatkan masalah.
Akan tetapi, pria tampan itu akan memastikan tidak ada hal buruk yang dapat mengganggu kenyaman gadis kesayangannya tersebut.
"Daddy yakin semua akan baik-baik saja?" tanya Ayana dengan nada khawatir.
Semuanya sudah di ketahui gadis cantik itu, mulai dari hal yang kecil sampai masalah yang lebih besar.
"Asal kamu tetap percaya padaku maka semuanya akan aman," jawab Ritz pelan sembari mengecup sayang pucuk kepala gadis itu.
Hati Ayana merasa lega sebab kini pria kesayangannya itu tidak lagi bersikap dingin dan kejam seperti dulu.
"Bersikaplah seolah Daddy tidak mengetahui berita apapun mengenai mereka," peringat Ayana menenangkan.
"Iya Baby," sahut Ritz beralih mencium kening dan kedua pipi gadis kecilnya tersebut.
Ia merupakan pria paling beruntung memiliki Ayana sebagai sosok baik hati dan penuh ketulusan tanpa menuntutnya agar menjadi sempurna.
Selama dengan Ayana hari-hari Ritz di penuhi kebahagiaan dan ketenangan, ada rasa nyaman dan aman dapat ia rasakan setiap kali mendapat pelukan sayang penuh kehangatan gadis itu.
Berbanding terbalik dengan wanita cantik yang sampai saat ini masih berstatuskan kekasihnya, ada sedikit keraguan hinggap di hatinya selama mereka menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih.
"Ayana harap Daddy jangan gegabah selagi mengambil keputusan yang belum tentu akhirnya akan baik." Ungkap Ayana sebelum pesawat yang mereka tumpangi lepas landas
Mungkin akan ada air mata yang mengalir di wajah cantik Ayana, selama belum ada kejelasan dari hubungan antara Ritz dengan wanita cantik bernama Maira tersebut.
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃