
...πΊπΊπΊπΊπΊ...
Mobil melaju dengan kecepatan di atas rata-rata tidak peduli sebesar apa resiko yang mungkin saja dapat membahayakan nyawa mereka.
"Adelia tenanglah! Meski kamu ahli dalam mengemudi bukan berarti jalan umum kamu jadikan arena balapan," sungut Hanzen menatap kesal ke arah gadis cantik di balik kemudi.
Mata Adelia menatap malas pada pria tampan di sampingnya, sedari dulu tingkat cerewet Hanzen tidak berubah sama sekali.
"Paman, bisakah kamu jangan mengganggu konsentrasiku!" Pinta Adelia begitu dingin
"Lebih baik rawat dengan baik hati dan jantung mu itu, dari pada mengomeli ku." Lanjutnya seraya menyeringai tipis
Hanzen bergidik ngeri melihat tatapan penuh arti dari gadis itu, alarm tanda bahaya mulai aktif.
Tidak sampai setengah jam mobil yang di kemudikan Adelia akhirnya sampai di depan rumah sakit, beberapa perawat dan dokter sudah menunggu kedatangan mereka di depan pintu masuk.
"Maaf Nyonya,," ucap Hanzen sebelum menggendong wanita tersebut.
"Tidak apa-apa Hanzen," sahutnya begitu pelan nyaris tidak terdengar.
Tubuh berisi yang tengah mengandung itu langsung di letakan di atas brankar, para dokter dan perawat segera membawanya ke ruang operasi.
...****...
Wanita itu harus melakukan operasi karena bayi dalam kandungannya lumayan besar, dia melahirkan bayi yang berjenis kelamin perempuan.
Nampak di dalam ruangan hanya ada satu orang dokter dengan wanita yang masih terbaring lemah di atas meja operasi.
"Tari, bisakah panggil Hanzen dan Adelia kemari!" Pinta wanita itu pada sahabatnya
__ADS_1
Dokter wanita itu mengangguk paham kemudian berlalu keluar dari dalam ruangan, tidak berselang lama Adelia dan Hanzen masuk ke dalam langsung menghampiri wanita itu.
"Kakak baik-baik saja?"
"Apa baby nya selamat?"
"Adelia sangat takut kak."
Isakan kecil Adelia begitu lirih, membuat sang kakak tidak tega.
"Adelia sayang, dengarkan kakak!" pintah wanita itu
Ada rasa sesak dan tidak rela timbul dalam hatinya saat melihat wajah damai sang putri yang tertidur di atas dadanya, namun semua di tepisnya jauh.
"Sayang, pergilah! Bawa bayi kakak sejauh mungkin, jangan sampai orang itu tahu."
Uacapan sang kakak mampu mengguncang mental Adelia, apa itu artinya mereka akan berpisah?
Wanita itu tersenyum sangat manis seolah tidak ada beban dalam hatinya, dengan cepat Hanzen ikut mendekat saat mendapatkan perintah.
"Hanzen," panggilnya pelan.
"Saya, Nyonya." Sahut Hanzen menatap iba ke arah sang majikan
Hampir 5 tahun lamanya ia mengabdikan diri sebagai pelindung putri dari pasangan suami istri yang identitasnya di sembunyikan itu, nyatanya bukan hal yang mudah bila wanita itu memintanya untuk pergi.
"Tolong bawah jauh putri ku dari tempat ini, Hanzen! Ajaklah adik ku ikut bersama mu dan pastikan keamanan mereka," pinta wanita itu memohon
"Putri ku harus selamat, Hanzen! Aku tidak ingin pria itu mengetahui keberadaannya, sudah cukup rasa sakit yang ia torehkan di hatiku, bahkan luka itu masih menganga dan cukup dalam hingga sekarang, hiks."
__ADS_1
"Pergilah Hanzen! Selamatkan putri ku. Jika Allah masih memberi ku umur yang panjang, suatu hari nanti aku akan datang menemui mu."
"Bawalah serta Adelia! Jaga dan lindungi dia sebagaimana aku menjaganya, menikahlah bila usianya sudah menginjak 18 tahun sesuai permintaan papa dan mama."
Adelia menangis histeris merasa dunia begitu kejam pada kakak nya, mengapa harus wanita itu yang mengalami nasib buruk.
"Kakak jaga diri baik-baik! Bila waktunya sudah tiba, aku akan datang menjemput kakak." Pesan Adelia sebelum meraih tubuh mungil bayi cantik dari gendongan sang kakak
"Maafkan saya, Nyonya." Ucap lirih Hanzen
"Jangan menangis Hanzen, kelak kamu harus menjadi orang pertama yang akan tahu kabar tentang ku. Semua akan baik-baik saja karena di sini keamanan ku terjamin." Sahut wanita itu dengan nada getir
"Aku titip putri ku, sembunyikan identitasnya dari dunia luar." Lanjutnya sebelum Adelia dan Hanzen berlalu keluar dari dalam ruangan
Air matanya jatuh mengalir sangat deras, ibu mana yang takan merasa tersiksa sekaligus terluka jiwa dan raganya kala harus melepas pergi buah hatinya demi keselamatan bayi yang tidak berdosa itu.
Sakit, rasanya tidak bisa di gambarkan.
...πΎ...
*Kelak, b**ila Allah meridhoi jalan takdir ku, tetap kita akan di pertemukan kembali dengan cara-Nya*.
...πΎ...
#Flasback Off
.
.
__ADS_1
πππππ
Like dan komennya yuk ramaikanππ