Daddy I Love You

Daddy I Love You
Makan Malam


__ADS_3

...🌿🌿🌿🌿...


Ayana di buat tercengang melihat tingkah wanita cantik yang di pangggilnya dengan sebutan mama sedari tadi terus merengek pada Eyang.


Niat hati ingin berduaan saja bersama pria kesayangannya pupus sudah setelah wanita baya tersebut memutuskan untuk keluar makan malam bersama.


Tidak ada lagi yang namanya makan malam romantis hanya berdua, apa yang sedari sore di rencanakan Ritz gagal total hanya karena rasa cemburu sang mama.


Kini kedua anak manusia tersebut tengah duduk santai di kursi penumpang, di samping kemudi sudah ada Amalia dengan Radit yang menyetir mobil.


Sejak keluar dari halaman Apartement pria tampan yang belum lama sampai itu tidak berhenti menertawakan wajah masam sang Bos beserta si cantik mungil kesayangan mereka, bukan Radit namanya bila akan bosan mengganggu Ritz dan Ayana.


"Ckck, aku pikir kalian berdua sudah berada di tempat yang romantis. Taunya masih di rumah, terus apa itu tadi?" ejek Radit tanpa takut akan di beri hukuman oleh pasangan kekasih tersebut.


"Aku tidak percaya jika Bibi akan merengek pada Eyang hanya karena merasa cemburu pada kalian." Lanjutnya sembari tertawa lepas tanpa sadar sudah semasam apa wajah cantik Ayana di belakang


PLAKKK!


BUGHH!


"Aww, sssh. Apaan sih gadis kecil, kalau nanti kita kecelakaan bagaimana? Main pukul orang sembarangan." Pekik Radit yang terkejut akibat serangan tiba-tiba dari Ayana di bagian kepalanya

__ADS_1


"Bodoh amat, memangnya Ayana perduli kalau sampai kita kenapa-napa. Lagian siapa suruh paman Radit menertawai kami tadi haaa? Di kira ada yang lucu apa malah ketawa lagi." Omel Ayana kelewat kesal dan sedikit terpancing emosi


Gadis cantik itu tidak suka bila ada yang membuatnya kesal termasuk pria tampan yang merupakan adik sepupu dari Ritz tersebut.


"Tuh kan, tadi aku bilang juga apa Dit. Mending ngga usah ngomong kalau ngga mau kena masalah, sakit kan? Tiba-tiba di pukul mana lagi nyetir sambil bawa kita lagi." Timpal Amalia ikut berbicara


"Tahu tuh, paman Radit emang suka rese kalau dekat Ayana sama Daddy. Belum puas ngeledekin kita kalau ngga dapat balasannya," balas Ayana seraya menatap tajam ke arah sang pelaku.


Berbeda dengan Ritz yang memilih duduk diam tanpa berani ikut campur, ia terlalu malas dan lumayan pusing bila sampai harus ikut serta memarahi sang adik.


Kapan sampainya Tuhan. Teriak Ritz dalam hati


Sepanjang perjalanan menuju Restaurant yang di jadikan tempat untuk makan malam bersama, Amalia dan Ayana tidak berhenti memojokkan Radit.


"Mampus lo, emang enak di balas balik sama yang ngga mau adanya kata KALAH." Kekeh Amalia tidak peduli melihat tatapan tajam dari pria tampan tersebut


"Apa lo? Mau ngajak berantam sama gue?" tantang Amalia tidak takut.


"Cih, gue bukan banci yang beraninya sama wanita." Ketus Radit seraya bergidik ngeri


Ia bukan pria yang suka memperbesar masalah, cukup sekali di tegur maka mulutnya akan diam seribu bahasa.

__ADS_1


...****...


Beberapa saat kemudian mobil yang di kendarai Radit akhirnya sampai juga di sebuah Restaurant mewah dekat pantai tersebut.


Suasana malam yang sangat indah dengan lampu jalan yang terang benderang di sepanjang jalan menambah keindahan sekitar kawasan tempat makan malam mereka.


Ayana sudah keluar dari dalam mobil di ikuti Ritz yang mengekor dibelakangnya, begitu juga dengan Amalia dan Radit.


Mobil yang di tumpangi anggota keluarga lainnya nampak sudah tiba lebih dulu sebelum mereka, dari arah jauh terlihat Eyang beserta yang lainnya sudah duduk santai di salah satu meja makan yang cukup panjang.


Mungkin itu sudah di sediakan terlebih dahulu sebelum kedatangan mereka di sana.


"Kenapa baru sampai sayang?" tanya mama Ritz ketika Ayana sudah duduk manis di sampingnya.


"Tau tuh, mama tanya sendiri sama paman Radit. Selama perjalanan kemari kerjaannya bikin Ayana kesal dan emosi mulu, mana Daddy cuma diam lagi." jawab Ayana sengaja mengadukan kelakuan dari pria tampan yang sering di panggil Radit tersebut.


Eyang dan mama Ritz saling pandang tanda mereka tidak mengerti dan sedikit penasaran, pasalnya baru kali ini Ayana mengadukan sesuatu pada mereka.


"Kamu apakan anak Bibi, Radit?" tanya wanita cantik tersebut pada Radit.


"Jawab jujur ya paman Radit, awas ajah kalau Ayana dengar ada yang bohong." Sambung si cantik kesayangan Ritz tersebut memang sengaja ingin memanasi mama Ritz.

__ADS_1


Sekali-kali membuat Radit kena amukan dari kedua wanita kesayangan sang Daddy tidak masalah kan. *Pikir Ayana


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ*


__ADS_2