Daddy I Love You

Daddy I Love You
Hukuman!


__ADS_3

...🌿🌿🌿🌿...


BUGGHH,,,,,


BUGGHH,,,,,


Semua bantal dan satu boneka mendarat sempurna di tubuh Ritz yang tidak sengaja menyebut nama sang kekasih atau lebih tepatnya karena di paska Ayana berbicara jujur.


Ingin rasanya gadis cantik dengan mata membulat sempurna itu mencakar habis wajah tampan Ritz, saking kesalnya kembali mendengar satu nama yang hampir satu bulan ini tanpa henti mencari tahu mengenai kabar pria itu.


Ayana sadar akan statusnya yang masih abu-abu dalam keluarga besar sang pujaan hati, meski sudah di akui hanya dia lah yang akan menjadi menantu di masa depan yang akan datang.


Semua butuh proses dan tentu Ayana harus ekstra sabar bila nanti akan banyak orang yang mungkin saja menjatuhkan mentalnya.


...****...


Setengah Jam Kemudian.


Kembali lagi pada Ritz yang masih duduk diam dengan kedua kaki yang berlutut, di bawahnya ada selembar papan yang lumayan kasar sengaja di siapkan Ayana untuk memberi hukuman padanya.


Bisa di bayangkan betapa sakitnya lutut Ritz bila sedikit saja ia bergerak asal.


#Ngeri Oyy


.


.


.


"Sayang, percayalah bukan Daddy pelakunya" mohon Ritz kesekian kalinya.

__ADS_1


Alih-alih bukannya mendengarkan penjelasan dari mulut pria itu mengenai masalah siapa yang membuat wanita cantik bernama Maira sampai hamil, Ayana justru langsung memukuli Ritz penuh emosi yang meluap luap.


Tamparan di kedua pipi Ritz begitu jelas karena kulitnya yang putih bersih, belum lagi beberapa tanda merah bercampur ungu menghiasi bagian tubuhnya akibat gigitan Ayana.


Entah sudah seperti apa penampilan pria tampan itu sekarang.


Kamar yang memang di lengkapi kedap suara tidak akan membuat siapapun di luar sana bisa mendengar keributan yang sedang terjadi di dalam kamar.


Dari semua bagian tubuh kekar Ritz, beruntung aset masa depannya tidak sampai jadi sasaran emosi Ayana.


Bisa bahaya kalau sampai gadis itu menyakiti adik kecilnya yang masih tersegel rapih.


Iya kah?


Tentu saja, Ritz tidak pernah melakukan hubungan terlarang meski itu dengan kekasihnya Maira.


Jadi, beruntunglah Ayana bila nanti menikah dengan pria tampan kesayangannya itu.


.


.


"Tolonglah Baby, sumpah demi Tuhan bukan Daddy yang melakukannya" ucap jujur Ritz tanpa peduli dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Ayana benar-benar merupakan calon istri yang nekat menyiksa suaminya tanpa takut akan di cap sebagai tindakan kekerasan dalam rumah tangga.


#Opps! Miris.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi, hampir satu jam lamanya Ritz di hukum padahal bukan kesalahannya.


Beberapa menit kemudian emosi Ayana seketika hilang entah kemana, tatapannya langsung tertuju pada pria tampan yang kini sudah di penuhi berbagai macam tanda merah keunguan di sekujur tubuh bagian atas.

__ADS_1


Gadis itu sampai terlonjak kaget melihat kondisi sang Daddy yang memprihatinkan.


"Astagfirullah, Daddy" pekik Ayana begitu sadar akan apa yang belum lama di perbuatnya.


Perlahan tubuh lemah Ritz di angkat lalu di baringkan di atas ranjang yang sedikit berantakan.


Ayana benar-benar kehilangan kendali dirinya jika sedang emosi, dia sangat menyesal sudah berlaku kasar pada pria yang sangat di cintainya itu.


"Maaf Dadd," ucapnya lirih seraya membasuh tubuh Ritz menggunakan handuk kecil basah.


Akan tetapi, kadar kekesalannya masih ada.


"Daddy sih, sudah tahu Ayana belum sepenuhnya pulih tapi nekat berbicara di telefon saat tadi masih di dalam kamar." Omelnya kembali menyalahkan Ritz


"Lain kali kalau ada sesuatu sebaiknya Daddy cari tempat aman jangan di kamar Ayana, bukannnya melarang Daddy untuk masuk kamar Ayana, cuma alangkah baiknya mencari aman jauh lebih baik dari pada tiba-tiba mendapatkan masalah hanya karena hal sepele."


"Daddy pasti kaget kan, pas lihat Ayana emosi tadi?" tanyanya pensaran yang hanya di balas gelengan kepala dari Ritz.


Sesalah apapun gadis manjanya, sebagai seoarang pria dewasa tentu Ritz akan mengesampingkan egonya sendiri.


"Tidak sayang. Akan jauh lebih baik jika kamu mengeluarkan semua yang mengganjal di dalam hati, apapun itu." Jawab Ritz dengan tatapan penuh sayang


Sakit yang ia rasakan tidak sebanding dengan rasa sakit yang selama ini di pendam diam-diam oleh Ayana.


Ritz merasa bersalah selama ini sudah menyakiti hati dan perasaan gadis manja yang selalu menjadi prioritasnya selama ini.


Cintanya pada wanita yang sekarang masih berstatuskan sebagai calon istri telah membuat hatinya buta karena tidak menyadari siapa yang sebenarnya sangat tulus mencintainya dalam diam.


Akan ku buat kamu menjadi satu-satunya Ratu dalam hidup ku meski dunia menolak. Bathin Ritz tidak lepas menatap intens wajah cantik gadis kesayangannya


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

__ADS_1


Tau dah bingung mau nulis kayak gimana lagiπŸ™„πŸ™„πŸ™„


__ADS_2