Daddy I Love You

Daddy I Love You
Buat Kesalahan


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


Sesuai permintaan Ritz beberapa waktu lalu, tepat di hari libur kerja. Maira sengaja mengajak Kenzo jalan-jalan keluar menghirup udara segar, tudak lupa memberitahu kekasihnya itu perihal acara pertemuan mereka dengan Ritz dan Ayana.


"Kalau belum yakin sebaiknya di tunda ajah," ucap Maira sedikit ragu.


"Tidak apa-apa, sayang. Bukankah jauh lebih baik masalah di antara kita cepat selesai," Kenzo menarik kekasihnya masuk ke dalam pelukannya.


"Aku hanya takut, Ken." Gumam Maira lirih


"Jangan takut, percayalah padaku. Hmm?"


Kenzo tidak tahu seperti apa reaksinya nanti bila bertemu dengan pria tampan yang jelas kekuasaannya jauh di atasnya.


Selama menjalin hubungan diam-diam, hanya sesekali Maira berbicara tentang siapa sosok pria tampan yang katanya akan menjadi suami dari wanita cantik itu seandainya rencana besar Tuan Hendra sampai berhasil.


Akan tetapi, melihat situasinya sekarang telah berubah total. Apa mungkin pernikahan tersebut masih bisa di lanjutkan? Pikir Kenzo


"Sayang," teriak Maira kesal melihat pria itu justru melamun.


Kenzo langsung terlonjak kaget, tidak lupa mengusap telinganya pelan.


"Kamu barusan ngapain sih?" tanya sang kekasih penuh selidik."

__ADS_1


"Ngga ada sayang," jawab Kenzo tersenyum.


"Bohong, kamu pasti lagi mikirin aneh-aneh kan?" tuduh Maira tidak mudah percaya.


Ibu hamil itu sangat sensitif dan mudah tersinggung, masalah sepela saja bisa jadi besar.


"Benar sayang, memangnya aku mikirin apaan coba?" tanya Kenzo balik.


"Mana aku tahu, kamu yang melamun kenapa tanya ke aku sih." Geram Maira tanpa terasa kedua matanya sudah berkaca-kaca


"Ehh, jangan nangis sayang. Ya ampun," kekeh pria tampan itu antara gemas dan lucu melihat cairan bening sudah membasahi kedua pipi sedikit berisi milik sang kekasih.


Hubungan pasangan kekasih tersebut sejujurnya tidak salah di mata siapapun, hanya karena tingkat keegoisan orang tua lah sampai membuat jarak mereka terpisah jauh padahal saling mencintai.


Maira selaku putri satu-satunya, tidak berani menentang keinginan keras sang papa demi sebuah kekuasaan.


"Kalau nangis gini makin bulat loh, Raa." Goda Kenzo yang gemas sendiri


"Jahat kamu," omel Maira kembali menitikkan air mata saking kesalnya.


"Udah ya, jangan nangis lagi. Kasihan dede bayinya ikutan pusing liat Mami nya sedih," rayu Kenzo berharap kali ini wanita kesayangannya itu diam.


Usahanya berhasil, Maira berhenti menangis walau masih terdengar isakan kecil.

__ADS_1


Rencana jalan-jalan tetap jadi, meski Kenzo harus ekstra sabar meladeni tingkah Maira yang banyak maunya.


🌹


#Kediaman Bachtiar


.


.


.


Rumah utama begitu ramai sejak pagi, adanya keluarga besar yang ikut sarapan bersama menambah warna tersendiri bagi sang Nyonya besar Bachtiar.


Kehadiran Ayana sangat berpengaruh di tengah-tengah anggota keluarga yang begitu menyayanginya.


"Ada apa Ritz?" tanya Eyang melihat cucu kesayangannya itu sibuk memainkan ponsel.


"Tidak apa-apa, Eyang." Jawab Ritz tersenyum


Pria itu langsung mengajak Ayana ke lantai atas menuju kamar, ada yang ingin ia bicarakan tanpa harus membiarkan orang lain ikut mendengarnya.


Meski bingung, Ayana menurut saja tubuh mungilnya sudah berpindah ke dalam gendongan Ritz yang tersenyum sangat manis.

__ADS_1


"Daddy kenapa, ngga lagi buat kesalahan kan?"


🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2