
...ββββ...
Sepanjang jalan menuju tempat di mana Kenzo meninggalkan sang kekasih, tangan kanannya masih setia menggenggam jemari lentik milik Letta, seakan ia takut jangan sampai gadis manis itu hilang dari hadapannya.
Berulang kali Letta mencoba melepaskan genggaman tangan milik kekasih dari adik sepupu, sang mama tersebut.
Akan tetapi, semakin keras Letta berusaha memberontak ingin di lepaskan, genggaman tangan pria tampan itu justru malah lebih erat dari sebelumnya.
Letta di buat panik bercampur khawatir, ada rasa tidak nyaman timbul dalam hatinya ketika tanpa sengaja sorot matanya melirik beberapa orang yang tidak asing, berada di sepanjang lorong yang mereka lewati.
Melihat Letta jalan beriringan sambil berpegangan tangan atau lebih tepatnya Kenzo yang sengaja melakukannya, sedikit mencuri perhatian area sekitar.
Beberapa pasang mata dari orang-orang yang di yakini Letta merupakan kenakalan dari kedua orang tuanya, mulai memasang tatapan mata tajam penuh selidik ke arah mereka terutama pada dirinya.
.
.
"Bisa diam ngga sih," kesal Kenzo yang tiba-tiba saja menghentikan langkah kakinya padahal sebentar lagi akan sampai di tempat tujuan.
Apa yang pria tampan itu lakukan sontak membuat tubuh tinggi nan langsing milik Letta menabrak dengan keras punggung lebar tapi keras tersebut.
"Aww, sakit. Haiss" pekik gadis manis itu meringis, seraya mengusap pelan bagian dahinya yang terasa perih.
Letta benar-benar di buat mati kesal oleh pria tampan yang merupakan kekasih dari tantenya tersebut, andai si paman tampan itu mau mendengarkannya.
"Ngapain pake berhenti segalah sih," omelnya sembari menatap tajam ke arah wajah tersenyum tanpa dosa milik Kenzo.
Gadis manis itu masih setia mengusap bagian yang terasa sakit akibat membentur lumayan keras punggung kekasih dari Maira itu.
"Paman kalau mau berhenti kira-kira dong," sungutnya semakin kesal.
__ADS_1
"Asal paman tahu ajah, aku tuh dari tadi nahan laper gara-gara belum makan siang, tapi paman dengan santainya malah datang-datang langsung bawa aku pergi, udah gitu nih tangan dari tadi ngga mau di lepas juga." Ungkapnya jujur tanpa ada yang di lebih-lebihkan
Mendengar gadis manis itu mengutarakan apa yang di tahannya sedari tadi, Kenzo justru hanya membalasnya dengan senyuman begitu manis tanpa rasa bersalah.
Letta makin geram melihat tanggapan dari pria tampan itu seakan mengejeknya dengan tersenyum sangat manis, rasa sakit di kepalanya tidak sebanding dengan rasa sakit akibat menahan lapar gara-gara pria itu.
"Bilang dong kalau laper," balas Kenzo tertawa tanpa dosa.
Sedari tadi fokusnya hanya tertuju pada satu sosok wanita cantik yang mungkin saja sekarang masih berhadapan dengan gadis cantik kesayangan keluarga Mahendra.
Saking merasa panik dan khawatir jangan sampai kekasihnya terjadi apa-apa membuat pria tampan itu melupakan keberadaan Letta.
Tidak ada lagi yang mereka perdebatkan karena gadis manis itu nyatanya sudah berlari cepat jauh di depan meninggalkan Kenzo yang tercengang dengan mulut menganga serta mata melotot tidak percaya.
...****...
Kembali lagi di tempat terakhir di mana terdapat dua anak gadis bersama seorang wanita cantik.
Yana menjadi gemas sendiri melihat betapa intensnya tatapan mata milik gadis cantik kesayangan pewaris Mahendra tersebut.
PLAKK!
"Aww, sakit Naa" keluh Ayana mengusap pelan lengan kanannya.
"Melamun terus, dari tadi nada dering ponsel kamu bikin telinga aku sakit tahu ngga" sahut Yana mencibir.
"Iya kah?" tanya Ayana bingung.
Tidak ingin ada perdebatan yang muncul di antara mereka membuat Ayana memilih fokus mencari benda pipih miliknya yang katanya berbunyi.
Satu nama yang paling gadis cantik itu rindukan tertera di layar ponsel miiliknya.
__ADS_1
...Bayi Beruangπ...
"Hallo Daddy," sapa Ayana ketika panggilan telefon sudah tersambung.
(Lagi di mana?)
"Mall, abis shopping bareng Letta sama Yana."
(Tunggu di situ! Radit akan menjemput mu,)
"Paman Radit ada di sini?"
(Hmm, Daddy memberinya sebuah tugas yang penting.)
"Tugas apa?"
(Mencari sebuah kebenaran,)
"Soal itu?"
(Benar, sudah nanti lanjut lagi acara ngobrolnya. Daddy tunggu kamu di kantor,)
Tuttt.
...****...
Ayana segera pergi meninggalkan tempat di mana dia dan kedua sahabatnya bertemu dengan Maira bersama seorang pria.
Dia hanya berpesan pada Yana agar mengantar Letta pulang, perihal masalah dan ada hubungan apa antara sahabatnya dengan pria tampan itu biarlah menjadi urusan mereka.
Mengenai Radit, entah menguak kebenaran apa yang tengah di jalankan pria tampan itu.
__ADS_1
πππππ