
...💕💕💕💕...
FLASBACK
Kabar kurang mengenakan yang di terima seorang pria berusia 25 tahun itu mampu menghancurkan hampir sebagian barang berharga di dalam ruangan khusus tempat penyimpanan berbagai macam koleksinya mulai dari yang baik sampai yang buruk sekalipun di kumpul menjadi satu.
Betapa murkanya pria itu kala mengetahui dari para mata-matanya yang mengatakan bila wanita cantik kesayangannya hilang tanpa jejak sama sekali, semua akses mengenai wanita itu di hapus oleh orang lain tanpa ia ketahui.
.
.
PRANGGG!
PRANGGG!
"Aaarrrgghhh, dasar kalian semua tidak berguna" teriaknya sudah di penuhi oleh api amarah yang meluap.
Beberapa pengawal serta seorang pria tampan berusia 24 tahun yang menjadi kepercayaan menunduk takut melihat kemarahan dari sang Tuan Muda, tidak ada yang berani mengangkat kepalanya takut jika mereka lah yang akan di jadikan sasaran empuk selanjutnya.
.
.
"Kamu tentu tahu betul bagaimana sikap ku, Mike." Tekan pria tersebut seraya menatap tajam ke arah Asistennya
Pria yang bernama Mike dan merupakan seorang Asisten menunduk takut.
"Maaf atas kelalaian saya, Tuan Muda" sahutnya tanpa berani menatap wajah dingin penuh amarah dari pria itu.
"Aku memberi mu tugas untuk menjaga sekaligus mengawasinya jangan sampai kabur tetapi apa yang terjadi sekarang?" geram sang Tuan seolah ingin menelan Asistennya hidup-hidup.
"Saya akan menanggung semua konsekuensinya, tapi tolong jangan libatkan mereka sebab di sini saya lah yang harus di salahkan atas hilangnya Nyonya Muda." Mohon Mike agar para pengawal yang bersamanya dalam menjaga sang Nyonya Muda di bebaskan
Mike tahu betul hukuman apa yang akan mereka dapat jika melakukan kesalahan yang sangat fatal, terlebih yang menjadi akar masalahnya sekarang adalah seorang wanita cantik kesayangan sang Tuan Muda telah hilang dan jejaknya tidak di temukan di tempat manapun.
__ADS_1
Tidak ingin ada kekerasan yang hanya akan membuatnya lebih tambah pusing dan marah, lebih baik menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
"Sudahlah, tidak ada gunanya memberi kalian hukuman jika keberadaan istri ku masih belum di ketahui." Ucap pria itu pasrah
Sudah cukup lelah tubuh dan otaknya berkutat dengan pekerjaan kantor dan sekarang malah harus mendengar sang istri kabur dari rumah, entah kemana perginya wanita itu padahal ia sendiri merasa tidak melakukan kesalahan apapun.
Bahkan jika mereka menentang pernikahan kita seharusnya kamu berusaha untuk bertahan di sisiku, Syifana. Bathinnya
.
.
Dalam hati pria itu terus memanggil nama istrinya tanpa bosan, belum genap tiga bulan mereka menikah nyatanya harus mengalami perpisahan menyakitkan seperti ini.
...****...
Lintang Putra Anggara, adalah nama pria tampan yang kini sedang bergelut dengan hati dan pikirannya sendiri.
Ia merupakan pewaris tunggal dari keluarga ternama, menduduki posisi sebagai pengusaha kaya raya nomor satu di negara A.
Di usianya yang baru menginjak 18 tahun sudah bergelut dalam dunia bisnis, menjadi satu-satunya ahli waris seluruh harta kekayaan Anggara Group menjadi beban terbesar yang harus di tanggung pria yang sering di kenal memiliki karakter dingin, tegas, dan keras kepala tersebut.
Sikapnya yang cukup ramah dan tidak gegabah dalam mengambil sebuah keputusan menjadi patokan besar bagi setiap kaum hawa yang begitu menginginkan posisi sebagai Nyonya Muda Anggara.
Akan tetapi dari semua wanita cantik dan nyaris sempurna yang pernah Lintang temui, hanya satu wanita dengan segalah kurang lebihnya mampu mengetuk pintu hati pria itu.
Dialah Syifana Mahestra, satu-satunya wanita yang membuat Lintang bertekuk lutut. Pertemuan keduanya bisa di bilang lumayan singkat sebelum akhirnya menjalin hubungan yang lebih serius lagi yaitu ke jenjang pernikahan.
Segalah ujian dan cobaan yang terus menghampiri pasangan kekasih tersebut sebelum menikah tidak sedikit, mulai dari tidak mendapatkan restu kedua orang tua Lintang hanya karena Syifana di ketahui bukan berasal dari kalangan atas, sampai timbul masalah yang lainnya.
Bisa di katakan semua yang di alami dan di lalui Lintang beserta Syifana bukanlah jalan yang mulus menuju kebahagiaan.
Dan di sinilah Lintang sekarang, berada pada titik dimana ia sendiri hampir kehilangan sisi kewarasan hanya karena kegilaan keluarganya sendiri.
"Entah kemana lagi aku harus mencari mu istri ku sayang," gumamnya lirih dengan air mata yang mulai menetes.
__ADS_1
FLASBACK OFF
...****...
#Di Dalam Pesawat
Satu jam yang lalu Ayana sudah tertidur akibat terlalu lelah dan kurang istirahat, Ritz yang kebetulan duduk di samping gadis kecilnya itu sesekali mencium pucuk kepala Ayana.
Dari arah belakang Devan menghampiri sang sahabat yang masih setia memeluk erat si gadis kecil.
"Ritz, biar aku saja yang memeluknya. Eyang meminta mu berpindah tempat duduk, ada yang ingin Eyang bicarakan." Ucap Devan setengah berbisik
Ritz yang paham langsung menganggukkan kepalanya kemudian melepaskan Ayana dengan perlahan takut jangan sampai gadis cantik itu terbangun.
"Jika dia bertanya katakan saja aku sedang berbicara dengan Eyang," balas Ritz setelah Devan sudah mengambil alih duduk di samping Ayana dengan posisi memeluk gadis cantik itu.
Ritz berjalan ke belakang dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya, setelah sampai di hadapan Eyang tanpa menunggu lama ia langsung duduk di kursi samping sang Nyonya Besar.
"Ayana tidur?" tanya Eyang memulai percakapan.
"Hmm, gadis itu merengek lelah karena kurang istirahat tadi malam." Jawab Ritz dengan kekehan
Wanita baya tersebut tersenyum hangat menanggapi sang cucu kesayangannya.
"Lalu bagaimana dengan masalah mu itu, apa sudah ada persiapan sebelum kita tiba di sana?"
"Entahlah Eyang, di satu sisi aku masih menyayanginya sama seperti dulu. Tetapi di sisi lain gadis itu sudah mengusai hati dan pikiran ku," ungkap Ritz berbicara jujur apa adanya.
"Aku tidak bisa membohongi perasaan ku sendiri, Eyang" tambahnya berkata lirih.
Eyang yang paham akan kondisi cucu kesayangannya itu, tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menasehati mana yang terbaik untuk di lakukan.
"Semua keputusan ada padamu, Ritz." Tutur Eyang lembut
"Jangan sampai salah bertindak yang hanya akan membuat semuanya lebih rumit untuk di selesaikan," lanjutnya sembari memberi nasehat.
__ADS_1
Biarlah masalah tersebut menjadi tanggung jawab Ritz sendiri.
🍃🍃🍃🍃🍃