Daddy I Love You

Daddy I Love You
D_I L You (40) Hampir Saja


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Ayana cepat-cepat berlari menuju halaman belakang rumah, terdapat sebuah taman bunga lumayan luas dengan gazebo berukuran cukup untuk lima orang.


...🌾...


"Hallo," sapa Ayana saat telefon sudah tersambung


(Hallo sayang, sudah sampai di rumah sahabat Eyang?) tanya Ritz di seberang sana.


"Iya Daddy, lebih tepatnya Ayana dan papi Devan baru saja sampai rumah." Jawab Ayana sesekali melihat di sekitar taman


(I miss you so much, Baby.) Ucap Ritz begitu lirih


"Me too Daddy," balas Ayana berusaha menahan air matanya.


"Oh iya, Daddy sedang apa?" Tanya Ayana mengalihkan topik pembicaraan


(Istirahat sayang, 10 menit yang lalu Daddy baru tiba di Amerika,) jawab Ritz


Ayana menganggukan kepalanya seakan apa yang dia lakukan bisa di lihat sang Daddy.


"Janji ya jangan macam-macam selama Daddy menerima hukuman dari Eyang." Ucap Ayana mengingatkan


(Siap sayang, mana berani Daddy macam-macam.)


"Awas saja kalau sampai Ayana mendapat kabar yang tidak-tidak, Daddy jangan harap bisa lihat Ayana lagi," ketus Ayana setengah mengancam.


...🌾...


...****...

__ADS_1


Entah apa yang di bicarakan mereka sampai memakan waktu hampir dua jam lamanya, Ayana tidak tahu kalau sedari tadi Devan terus mengawasinya dari jauh.


"Seandainya Ritz bisa lebih peka dengan perasaan gadis itu, mungkin tidak akan pernah ada masalah seperti sekarang." Gumam Devan seraya memperhatikan gerak-gerik Ayana


Salahkan saja ia yang tidak bisa menepati janji pada Eyang, melarang Ritz dan Ayana saling komunikasi bukanlah keputusan yang benar.


Suara mobil menyadarkan Devan dari lamunannya, posisi Ayana lumayan jauh membuat Devan sedikit kesulitan memberitahu gadis itu.


"Sial," umpatnya segera berlari ke arah gazebo.


Beruntung Ayana langsung paham saat tangan Devan memberi kode lewat gerakan tangan.


...🌾...


"Daddy, nanti lanjut lagi ya. Sepertinya Eyang sudah datang, Ayana harus pergi sekarang".


(Baiklah, hubungi Daddy kalau keadaan sudah aman.)


Tuutt.


Sambungan telefon langsung di putuskan Ayana secara sepihak.


Devan cepat-cepat mengambil ponselnya di tangan Ayana, bisa bahaya kalau ada yang tidak sengaja melihat mereka.


"Ayo ke depan! Jangan sampai Eyang mencari keberadaan kita," ajak Devan sudah menggandeng tangan Ayana meninggalkan halaman belakang rumah.


Senyum gadis itu sangat manis, ada binar bahagia terpancar jelas di mata indahnya.


"Sekarang tidak sedih lagi, kan?" goda Devan sembari melirik ke arah Ayana.


"Udah ngga dong papi," jawab Ayana dengan kekehan.

__ADS_1


"Ingat, harus jaga rahasia!" Bisik Devan saat mereka hampir tiba di halaman depan rumah


Ayana mengangguk paham tanpa membalas bisikan dari Devan.


Sampai di dalam rumah, ternyata Eyang tengah duduk di ruang tamu sembari berbicara dengan sahabatnya.


Melihat kedatangan Ayana dan Devan, sontak Eyang mengalihkan fokusnya.


"Kalian dari mana?" Tanya Eyang tiba-tiba


"Dari taman belakang Eyang, kebetulan Ayana ingin melihat-lihat jadi aku membawanya keliling halaman rumah." Jawab Devan santai


"Ohh, pergilah ke kamar dan bersihkan diri kalian! Sebentar makan malam," titah Eyang lalu kembali berbicara dengan sahabatnya.


Tanpa menunggu lama lagi, Ayana dan Devan langsung naik ke lantai atas menuju kamar masing-masing yang sebelumnya sudah di beritahu pelayan rumah.


Di dalam kamar Ayana masih duduk diam di atas ranjang, ingatannya kembali pada saat berbicara di telefon dengan sang Daddy.


"Huff, hampir saja ketahuan. Untung papi Devan cepat datang, kalau ngga bisa bahaya nanti." Gumam Ayana berbicara pelan


Rasa lengket dan gerah membuat Ayana akhirnya bergegas masuk ke dalam kamar mandi, hari ini cukup melelahkan baginya.


.


.


.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Like dan komennya yuk ramaikanπŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2