Daddy I Love You

Daddy I Love You
Kabarnya Sekarang


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


Usai mengadakan rapat yang memakan waktu hampir dua jam lamanya.


Akhirnya Ritz bisa bernafas lega dan berencana ingin kembali melanjutkan tidurnya sebelum makan siang tiba.


Radit yang awalnya memilih masuk ke dalam ruangannya sendiri, harus rela keluar lagi demi menemani Amalia pergi berbelanja kebutuhan dapur yang berada di perusahaan.


Ruangan yang terletak satu lantai di bawah sebelum lantai paling atas itu, menjadi tempat favorit Ayana dan Amalia sekedar memasak sesuatu yang gampang bila terlalu malas pergi keluar membeli makanan.


Amalia berjalan lebih dulu menuju lobi parkiran dengan Radit mengekor di belakangnya, tidak ada yang buka suara bahkan ketika mobil sudah keluar dari area perusahaan menuju supermarket terdekat.


🌹


#Ruangan Presdir


Di sofa panjang, Ayana duduk santai seraya membaca komik yang belum lama sampai dari salah satu toko buku terbesar yang menjadi tempat favoritnya bersama sang sahabat, Letta. Bila ada waktu senggang keduanya hampir tiap minggu berkunjung kesana.


Ritz sempat memperhatikan gadis kesayangannya itu hanya beberapa menit, ia bergegas masuk ke dalam kamar guna merebahkan diri dan tidur di ranjang king size miliknya.


"Pasti tidur lagi," kekeh Ayana tanpa berniat ikut masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Biarkan saja, lagian semalam Daddy sibuk kerja sampai lupa waktu."


Tidak mau mengganggu istrirahat Ritz, beberapa komik keluaran terbaru mulai di baca Ayana satu persatu sampai habis tidak tersisa.


Gadis itu dengan sabar menunggu kembalinya Aunty Amalia dan Paman Radit dari supermarket.


🌹


Mobil Radit berhenti di area parkiran dekat tempat Amalia ingin membeli bahan-bahan untuk memasak. Ia yang baru saja hendak ikut turun langsung di hentikan.


"Ngga usah ikut turun ya, kamu!" ucap Amalia tidak mengijinkan pria tampan itu masuk ke dalam Supermarket bersamanya.


"Kenapa? Memangnya kamu yakin bisa bawa semua belanjannya?" heran pria itu seraya menatap bingung.


Amalia keluar dari mobil tanpa menghiraukan panggilan adik sepupu dari sang Bos tersebut.


Sepeninggalan wanita itu, tinggal lah Radit seorang diri yang menatap bosan keluar mobil tanpa berniat menyusul masuk ke dalam.


"Awas saja kalau lama," gumamnya kesal memilih tidur sejenak.


Semalam pria itu memang sangat sulit untuk tidur, itu sebabnya ia menggunakan waktu yang ada sebaik mungkin sebelum Amalia kembali dari supermarket.

__ADS_1


🌹


#Kembali Ke Perusahaan


Ayana telah selesai membaca komik, tetapi dia memilih tidak mengganggu istirahat Ritz.


Sembari menunggu kedatangan Amalia dan Radit dari belanja, gadis cantik itu keluar ruangan menuju satu lantai di bawah yang merupakan dapur khusus.


Ayana meninggalkan pria pujaan hatinya itu sendirian di dalam ruangan, rasa haus membuatnya nekat pergi ke dapur khusus tanpa ada yang ikut menemani.


Beruntungnya, Amalia sudah mengirim pesan yang mengatakan jika mereka dalam perjalanan pulang. Segingga Ayana mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruangan lumayan luas tersebun, dan hanya duduk diam menunggu di depan pintu.


"Kok jadi ingat Tante Maira ya," gumamnya pelan tiba-tiba saja bayangan wanita cantik yang masih berstatuskan kekasih Ritz terlintas di pikirannya.


"Gimana kabarnya sekarang?" tidak lagi bertemu tatap membuatnya sedikit ada rasa rindu pada Maira.


Ayana tidak lagi menyalahkan wanita cantik itu, karena semuanya sudah di jelaskan Ritz.


Lima menit kemudian, datanglah Amalia bersama Radit dengan membawa banyak plastik berisi bahan makananan.


"Kenapa melamun di sini, Dek?"

__ADS_1


🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2