Daddy I Love You

Daddy I Love You
Amarah Dari Seorang Ayah


__ADS_3

...💕💕💕💕...


PRANGGG!


Terdengar suara pecahan beberapa barang sangat berharga dari dalam ruangan kerja milik seorang pria berusia setengah abad lebih setelah mendapat kabar tidak baik dari para bawahannya.


.


.


"Apa yang di lakukan anak bodoh itu?" teriaknya menggema di seluruh penjuru ruangan.


Beberapa orang suruhannya yang berada di dalam langsung bungkam tidak berani buka suara, luka dan pukulan yang mereka terima sudah menandakan betapa besarnya amarah dari seorang ayah tersebut.


"Siapa pria brengsek yang mencoba ikut campur dalam urusan ku itu, Aryan?" tanya Hendra penuh marah yang meluap-luap.


Apa yang terjadi pada putrinya sungguh merupakan AIB yang sangat memalukan, beruntung media masa tidak menemukan kesalahan yang di perbuat putri semata wayangnya tersebut.


"Beliau adalah Tuan Muda dari pengusaha nomor dua di kota ini setelah Mahendra Group menduduki posisi nomor satu." Jawab seorang pria berusia 30 tahun yang di panggil Aryan


"Sejak kapan mereka berhubungan?" tanya Hendra lagi.


Kepalanya serasa ingin pecah mendapati sang putri malah berhubungan di luar batas dengan pria lain selain pewaris tunggal dari pengusaha kaya raya nomor satu di kota tempat ia tinggal tersebut.


"Kemungkinan sudah lama sekali Tuan, melihat bagaimana kedekatan Nona Muda dengan pria itu bukan seperti baru mengenal satu sama lain. Beberapa foto yang di ambil oleh mata-mata hampir semuanya menggambarkan bagaimana kebersamaan mereka selama ini tanpa sepengetahuan anda." Balas Aryan sedikit takut mengingat bagaimana gilanya pria di hadapannya sekarang bila sedang marah besar


Belum sempat Aryan kembali buka suara agar amarah sang Tuan mereda, tanpa di duga bagian tubuhnya menjadi sasaran empuk di jadikan pelampiasan amarah oleh Hendra.


.


.


BUUGGH!


BUUGGH!


"Uhuk, uhuk. Ampun Tuan," jerit Aryan lirih menahan sakit karena perut dan kakinya yang di tendang cukup kuat oleh Hendra.


Inilah yang paling di benci Aryan jika menyampaikan informasi mengenai putri satu-satunya dari pria tua yang begitu serakah itu, sebab ketika sang majikan marah sangat menakutkan.


"Seret anak bodoh itu kemari! Bila perlu buat dia pingsan jika tidak ingin pulang, terlalu lama membiarkan anak dan ibu itu di luar sana ternyata hanya membuat ku semakin malu saja." Geram Hendra memerintahkan Aryan beserta orang kepercayaannya yang lain membawa anak dan istrinya untuk pulang ke rumah

__ADS_1


Bagi Hendra tiga bulan adalah waktu yang cukup untuk kedua wanitanya itu merasakan kebebasan di luar sana tanpa pengawasan darinya.


"Baik Tuan, kalau begitu kami undur diri kembali membawa pulang Nona Muda dan Nyonya." Pamit Aryan bergegas keluar bersama empat pria lainnya meninggalkan kediaman Hendra


...****...


Setelah meninggalkan kediaman milik sang Tuan, di dalam perjalanan menuju Apartement yang selama ini menjadi tempat tinggal sang Nyonya bersama Nona Muda nya.


Mulut Aryan tidak berhenti mengumpati pria tua tersebut, begitu banyak yang harus ia alami selama menjadi kaki tangan dari Hendra.


Bahkan tidak segan-segan pria tersebut menjadikannya kambing hitam bila ada masalah yang berurusan dengan pihak polisi, beruntung Aryan bukan termasuk orang yang bodoh dengan mudanya di kelabui.


Apapun yang terjadi nanti, Aryan bersumpah akan membalas dendam atas semua perbuatan kasar yang di lakukan Hendra terhadapnya selama ini.


.


.


"Bos tidak apa-apa?" tanya seorang pria berusia 25 tahun lebih muda dari Aryan.


"Apa kita pergi ke rumah sakit lebih dulu? Takut luka yang barusan di berikan Tuan Hendra cukup parah," sambung pria satunya dengan nada terkesan khawatir.


"Benar Bos, kami hanya khawatir luka Bos mungkin lebih parah dari kami." Timpal seorang pria lagi yang memiliki usia satu tahun lebih muda dari Aryan.


"Tidak perlu. Lebih baik kita segera ke Apartement membawa Nyonya dan Nona Muda kembali pulang ke rumah utama, terlalu lama mengulur waktu hanya akan membuat tenaga kita terkuras habis menghadapi pria gila itu." Ucap Aryan dingin tangannya mengepal kuat menahan amarah


...****...


Maira berulang kali menghubungi nomor milik sang kekasih tetapi sama sekali tidak mendapatkan jawaban apapun.


"Ritz kemana sih, dari tadi pagi di hubungi ngga bisa" sungutnya mondar mandir di area balkon dengan tubuh berbalutkan handuk kimono.


Lima menit yang lalu Maira selesai membersihkan diri setelah semalaman melakukan hubungan terlarang dengan seorang pria tampan yang sangat di kenali banyak orang.


.


.


Kenzo Herlangga, merupakan pengusaha muda sukses yang tampan dan begitu di kenal hampir di berbagai tempat.


Ketekunannya dalam mengelola perusahaan milik sang ayah sudah berlangsung selama lima tahun, semenjak ia menginjak usia 21 tahun.

__ADS_1


Sosok yang biasa di panggil dengan sebutan Kenzo atau Ken itu sedari kemarin bersama dengan Maira yang notabennya merupakan kekasih dari pewaris tunggal Mahendra Group.


Pria tampan itu kini berada di dalam sebuah kamar hotel bintang lima dalam keadaan tertidur begitu pulas saking lelahnya mencari kesenangan semalaman.


Sementara di area balkon terlihat Maira mengumpat kesal hanya karena seseorang yang dia hubungi sampai berulang kali namun tetap saja hasilnya nihil.


"Aarrrghhh, dasar pria brengsek." Maki wanita itu melempar asal benda pipih miliknya sembarangan


"Aku harus apa sekarang?" gumamnya begitu panik sampai kedua tangannya bergetar hebat.


Beberapa saat yang lalu Maira menerima telefon dari sang mama yang mengatakan jika di Apartement ada orang suruhan Hendra, jantungnya berdetak kuat kalah mendengar kabar tersebut.


"Ngga, aku ngga mau pulang ke rumah pria gila itu lagi." Lirih Maira ketakutan setengah mati


"Apa yang akan pria tua itu lakukan pada mama bila mengetahui masalah ku sekarang?" monolognya dengan pikiran melayang jauh.


Maira yakin pasti sang papa sudah mengetahui perihal pebuatannya dari orang-orang suruhan pria itu, selama ini dia menyadari ada mata-mata yang sering membuntutinya kemana pun.


Sialnya lagi wanita cantik itu pernah beberapa kali kecolongan yang berakhir orang-orang suruhan dari Hendra mendapatkan beberapa bukti kuat untuk membuatnya kembali pulang ke rumah bagai neraka tersebut.


.


.


Dari arah kamar, Kenzo melangkah pelan mendekati balkon tanpa di sadari Maira, sebab posisinya membelakangi pria tersebut.


Kedua tangan milik Kenzo melingkar sempurna di perut rata Maira yang di dalamnya ada nyawa yang harus di jaga.


CUP


Sebuah kecupan hangat menyapu area tengkuk wanita itu, membuatnya sedikit merasa geli sekaligus dingin karena terpaan angin di pagi hari.


"Apa yang kamu lamunkan, Honey?" bisik Kenzo tepat di telinga sang kekasih.


Ketika pria itu terbangun dan mendapati Maira tidak berada di sampingnya sedikit kaget dan panik, ia khawatir wanita itu akan pergi melakukan hal bodoh lagi seperti beberapa minggu yang lalu.


"Apa yang harus aku lakukan Ken?" gumam Maira lirih membuat Kenzo mengenyeritkan dahinya bingung.


"Maksud kamu apa sayang? Apa ada masalah yang tidak aku ketahui?" sahut Kenzo balik bertanya.


Ia dengan pelan membalikkan tubuh Maira saling berhadapan, matanya melotot sempurna kala melihat wajah cantik wanita itu sudah di penuhi oleh air mata.

__ADS_1


🍃🍃🍃🍃


__ADS_2